Kamis, 11 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Mahasiswa Aceh Bikin Becak Listrik, Bisa Meluncur 40 Km/Jam

pendidikan

Mahasiswa Aceh Bikin Becak Listrik, Bisa Meluncur 40 Km/Jam

Kamis, 31 Mei 2018 14:13
Aceh - Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Aceh menciptakan becak listrik Type BC-L01. Becak bikinan tim Malem Diwa ini mampu berjalan dengan kecepatan maksimum 40 Km/Jam.

Peluncuran becak listrik ini disaksikan Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal M.Eng dan General Manager PLN Wilayah Aceh Jefri Rosiadi. Proses peluncuran digelar di depan Kantor Pusat Administrasi (KPA) Unsyiah, Kamis (31/5/2018).

Wakil Dekan I Fakultas Teknik Unsyiah Dr. Iskandar, ST.M.Eng.Sc mengatakan, becak listrik dibuat Tim Malem Diwa Unsyiah yang terdiri dari mahasiswa, laboran serta para dosen. Becak listrik ini mampu berjalan dengan kecepatan maksimum 40 KM/Jam, dan menempuh jarak sejauh 35 - 40 KM dengan beban.

Sementara untuk dayanya menggunakan baterai 12 Volt sebanyak 5 unit. Adapun keunggulan becak listrik ini adalah green energy, ergonomics design dan innovative design.

"Selanjutnya becak listrik ini akan diserahkan kepada persatuan becak mesin yang ada di Banda Aceh untuk disosialisasikan," kata Iskandar dalam keterangan tertulis, Kamis (31/5/2018).

Sementara itu, Rektor Unsyiah Samsul Rizal mengatakan, inovasi becak listrik ini merupakan hasil kerjasama antara Unsyiah dengan PLN Wilayah Aceh. Di mana pihak PLN memberikan dukungan dana sementara proses pembuatan becak listriknya dilaksanakan oleh Tim Malem Diwa Unsyiah.

Menurut Samsul inovasi becak listrik ini merupakan bagian dari pengabdian Unsyiah kepada masyarakat. Untuk itulah, Rektor berharap becak listrik ini bisa menjadi model transportasi yang ramah lingkungan khususnya untuk masyarakat di kota Banda Aceh.

"Unsyiah sangat mendukung inovasi seperti becak listrik ini, karena yang paling penting kita bisa menghasilkan sesuatu bermanfaat untuk masyarakat," ujar Rektor.

Selain itu, Samsul juga menilai mobil listrik ini juga sangat mendukung dunia periwisata di Aceh. Sebab umumnya para turis sangat tertarik pada produk-produk yang original dari suatu daerah.

Sementara Kepala PLN Aceh Jefri Rosiadi mengungkapkan, rencana menciptakan becak mesin ini telah dilaksanakan oleh PLN dan Unsyiah selama tiga bulan, mulai dari desain hingga pembuatannya. Rencananya, becak listrik type BC-L01 ini adalah tahap awal.

"Ini merupakan launching type pertama, nanti akan ada type kedua. Yang saat itu akan lebih kita sempurnakan lagi," ujarnya.

Jefri menilai, becak listrik yang diciptakan oleh Tim Malem Diwa Unsyiah ini sangat potensial untuk dipasarkan. Alasannya, selain ramah lingkungan karena tidak ada polusi sama sekali, becak listrik ini juga membutuhkan energi yang sangat efisien.

"Kalau dihitung-hitung ngecasnya hanya lima jam, dan hanya membutuhkan Rp. 6 - 10 ribu kalau dibandingkan dengan bensin atau pertamax. Jadi memang sangat efisien," ujar Jefri.

(detik.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 13:24

    Mahasiswa Jabodetabek Demo di Bundaran HI Besok

    Jakarta - Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai universitas di Jabodetabek bakal turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dinilai semakin m

  • Kamis, 11 Jun 2026 13:17

    Edarkan Ganj, Dua Buruh di Pangkalan Lesung, Pelalawan Ditangkap

    PELALAWAN â€" Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) PolrePelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis daun ganja kering di wilayah Kecamatan Pangkalan Lesung. Dalam pengungkapan tersebut, pol

  • Kamis, 11 Jun 2026 11:10

    KPK Tahan 2 Tersangka Terkait OTT Pegawai BPK

    Jakarta - KPK menahan dua orang usai melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pegawai BPK. OTT tersebut merupakan lanjutan dari kasus suap yang melibatkan Bupati Muara Enim nonaktif Ed

  • Kamis, 11 Jun 2026 11:09

    Polsek Tanah Putih Intensifkan Patroli Objek Vital Nasional pada Malam Hari

    TANAHPUTIH-Dalam rangka menjaga keamanan dan mencegah terjadinya tindak kriminalitas pada objek vital nasional, personel Polsek Tanah Putih melaksanakan patroli rutin di kawasan operasional PT Pertami

  • Kamis, 11 Jun 2026 10:22

    Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Dosen UNM Diganjar Hukuman 4 Tahun 6 Bulan Penjara

    Majelis hakim Pengadilan Negeri Sungguminasa menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan penjara kepada Khaeruddin, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar (UNM), dalam perkara kekerasa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.