- Home
- Pendidikan
- Mahasiswa Ciptakan Penyembuh Luka Bakar dari Limbah Kulit Udang
Kampus
Mahasiswa Ciptakan Penyembuh Luka Bakar dari Limbah Kulit Udang
Rabu, 17 Jan 2018 10:50
BOGOR - Antonius Sugiyanto, mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menciptakan inovasi terbaru dengan membuat penyembuh luka bakar dari kitosan yang berasal dari kulit udang.
Judul penelitiannya adalah 'Penaeus Nanochitosan sebagai Biomaterial Medis untuk Penyembuhan Luka Bakar pada Tikus Sprague Dawley secara In Vivo'. Penelitian ini dilakukan di bawah bimbingan Dr. Pipih Suptijah dan Waras Nurcholis, S.Si, M.Si.
"Industri pengolahan udang banyak menghasilkan limbah kulit udang yang belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah ini dapat diubah menjadi kitosan yang dapat dijadikan sebagai agen penyembuh luka," ujarnya, baru-baru ini.
Luka bakar merupakan kerusakan pada kulit atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas, seperti api, air panas, bahan kimia, listrik, dan radiasi. Luka bakar yang sulit untuk disembuhkan menjadi faktor risiko infeksi dan penyebab utama dilakukannya penanaman kulit serta tindakan amputasi.
Menurut Anto, kitosan dari limbah kulit udang bermanfaat dalam mempercepat penyembuhan luka (wound healing), proliferasi sel, meningkatkan kolagenisasi dan mengakselerasi regenerasi sel (re-epitelisasi) pada kulit yang terluka.
Dalam penelitiannya, Anto memodifikasi kitosan menjadi nanokitosan. Nanokitosan memiliki ukuran partikel yang lebih kecil sehingga bersifat reaktif dan dapat mempercepat penyembuhan luka. Nanokitosan pada penelitian ini diujikan secara in vivo kepada tikus Sprague Dawley.
"Hasil pengamatan makroskopis dan mikroskopis menunjukkan bahwa konsentrasi nanokitosan 2000 ppm, 1500 ppm dan 1000 ppm memiliki pengaruh terhadap waktu sembuh dan persentase penyembuhan luka bakar pada hari ke-18 sebesar 99,6 persen, 98,7 persen dan 93,8 persen," jelasnya.
Kondisi luka dan persentase pengecilan luasan luka lebih baik dibandingkan dengan kontrol positif dan kontrol negatif. Sedian nanokitosan sudah masuk tahap maturasi awal pada hari ke-7. Maturasi adalah tahap terakhir dalam fase penyembuhan luka.
Anto berharap hasil penelitiannya ini dapat memberikan pilihan alternatif sebagai bahan biomaterial medis pada penyembuhan luka bakar yang aman, praktis, dan memperkaya informasi bagi dunia farmasi mengenai manfaat nanokitosan.
"Saya berharap melalui penelitian ini dapat mengurangi limbah hasil pengolahan perikanan dan mengubahnya menjadi produk inovasi yang bernilai tambah, yaitu kitosan dari cangkang udang," tutupnya.
(okezone.com)
Pendidikan
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh