- Home
- Pendidikan
- Mahasiswa ITB Ciptakan Aplikasi Rekomendasi Jantung
kampus
Mahasiswa ITB Ciptakan Aplikasi Rekomendasi Jantung
Senin, 09 Apr 2018 09:41
JAKARTA - World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa 31% dari seluruh kematian di dunia disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler yaitu sekira 17,2 juta orang. Lebih lanjut lagi, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan tahun 2016, tiga dari empat kematian akibat penyakit kardiovaskuler terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah. Senilai Rp7,4 triliun digunakan untuk pembiayaan penyakit jantung dari total Rp14,6 triliun.
Dilansir dari laman ITB, Senin (9/4/2018), teknologi digital yang semakin marak, dan keinginan untuk mengefisienkan aktivitas membuat masalah organ jantung semakin meningkat. Berangkat dari kekhawatiran tersebut, Tim Urban Night Institut Teknologi Bandung (ITB) yang terdiri atas Royyan Abdullah Dzakiy (Teknik Informatika 2015), Farhan Ghifari (Teknik Informatika 2014), Jabal Logian (Teknik Elektro 2015), dan Nugroho Satriyanto (IF 2014), mengusung suatu aplikasi bertajuk Cardio-PP.
Cardio-PP merupakan aplikasi yang dapat digunakan menjadi asisten kesehatan pribadi. Fungsinya adalah memberikan informasi dan rekomendasi terkait kesehatan jantung.
"Tak perlu lagi bolak-balik ke dokter ataupun ke rumah sakit, pengguna aplikasi ini bisa segera mengetahui kondisi jantungnya beserta rekomendasi kesehatan pada saat itu juga," ungkap Royyan.
Royyan menjelaskan terdapat tiga komponen yang saling berkaitan sehingga Cardio-PP dapat digunakan, yaitu artificial intelligence (AI), personal heart assistance, dan device dengan sensor ECG. Tak hanya itu, aplikasi yang digunakan termasuk ECG Rate Monitor, Heart Condition, Assistance, dan Hospital GIS.
Device yang telah dilengkapi sensor ECG tersebut, sambung Royyan akan diletakkan di beberapa titik khusus di tubuh dan kemudian akan teramati kondisi kesehatan dari pergerakan jantung pengguna. Dari titik-titik tersebut akan diamati sinyalnya, yaitu ECG yang merupakan sinyal yang bisa dikatakan padat informasi terkait kondisi jantung.
"Dari satu sinyal itu akan dipecah menjadi 80 parameter. Kelak, dari parameter tersebut bisa disimpulkan kondisi jantungnya seperti apa setelah melalui proses pengolahan oleh AI," sambung Royyan.
Lebih lanjut lagi, ia mengungkapkan bahwa data set pun akan diinput hingga akhirnya dapat terbangun sebuah model. "AI akan membentuk model kecerdasan untuk memahami sinyal ECG tadi. Dari kesimpulan tadi, dapat terdeteksi kondisi jantungnya, ada penyakit apa, dan akhirnya dihasilkan rekomendasi, kondisi, dan sinyal ECG dapat diamati di handphone melalui aplikasi," jelasnya.
Nugorho, rekan satu tim Royyan menambahkan, apabila dibandingkan dengan aplikasi terkait jantung lainnya, kebanyakan aplikasi lain hanya mengamati detak jantung pengguna. Padahal, hanya sedikit saja data yang dapat diperoleh dari detak jantung, sementara dari sinyal ECG dapat disimpulkan lebih banyak hal, sehingga lebih dapat dideteksi lebih banyak penyakit. "Untuk akurasinya sendiri, AI device ini mencapai 80%," ungkap Nugroho.
Aplikasi inovasi Tim Urban Night ITB Cardio-PP, diharapkan dapat memberikan manfaat semaksimal mungkin melalui early warning system-nya, sehingga mereka yang terindikasi di zona bahaya atau memiliki kekurangan dalam jantungnya, dapat dipantau dan pada akhirnya terselamatkan.
Tim Urban Night juga berharap dapat terus produktif dan bahkan tak melepas kemungkinan untuk berkontribusi lagi untuk menyelesaikan masalah-masalah di sektor kesehatan. Di kemudian hari, tak menutup kemungkinan bagi Urban Night untuk bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan para dokter untuk memberikan layanan assisting langsung dari dokter personal.
(okezone.com)
Pendidikan
Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa
267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan
TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S
2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik
Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di
Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis
BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara
Truk Kaca Tabrak Truk Bermuatan Pasir di Tol Dalam Kota, Satu Kernet Meninggal Dunia.
JAKARTA-Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua truk bermuatan terjadi di Ruas Tol Dalam Kota Km 02+200B, Jumat (15/5/2026) pagi.Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Brata Manggala men