Minggu, 31 Mei 2026

Kampus

Mari Elka Pangestu Resmi Jadi Guru Besar UI

Sabtu, 08 Agu 2015 15:02

DEPOK-Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis mengukuhkan dua Guru Besar di lingkungan UI, yaitu Amy Yayuk Sri Rahayu dan Mari Elka Pangestu pada Sabtu (9/8/2015) di Balai Sidang UI, kampus Depok. Kedua profesor tersebut menambah jumlah guru besar yang dimiliki UI yang kini mencapai 300 orang.

Amy Yayuk merupakan Guru Besar Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI (FISIP UI) ke-24 dan merupakan Guru Besar Perempuan dari FISIP UI ke-5. Sedangkan Mari Elka adalah Guru Besar Ekonomi Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (FEB UI) ke-57 dan merupakan Guru Besar Perempuan dari FEB UI ke-7.

Amy menyampaikan pidato pengukuhannya berjudul "Meritokrasi dan Revolusi Mental: Fenomena Perubahan Birokrasi Pelayanan Publik di Indonesia." The Global Competitiveness Index (2013-2014) menyatakan bahwa terdapat sejumlah faktor paling problematis yang menghambat doing business di Indonesia yaitu korupsi (19.3%), birokrasi pemerintah yang tidak efisien (15%), ketidakmampuan dukungan infrastruktur (9.1%), akses terhadap pembiayaan (6.9%), dan undang-undang ketenagakerjaan yang ketat (6.3%).

Dari indeks tersebut terlihat bahwa birokrasi memiliki peran cukup kuat di dalam menghambat pertumbuhan bisnis di Indonesia. Birokrasi merupakan bagian penting dalam struktur organisasi yang disebut Negara. Reformasi Birokrasi (RB) menjadi salah satu agenda penting yang tengah dijalankan pemerintahan saat ini. Kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah salah satu kunci keberhasilan RB.

Menurutnya melalui penerapan meritokrasi dan revolusi mental diharapkan upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dapat tercapai. Lintasan perjalanan reformasi birokrasi (RB) pelayanan publik di Indonesia telah menunjukkan sejumlah fenomena perubahan. Meritokrasi adalah suatu sistem yang digunakan untuk menentukan kualitas pegawai.

Meritokrasi tidak saja mengacu pada kompetensi intelektual yang diperoleh melalui pendidikan, pengalaman dan keterampilan, kecakapan fisik dan etika kerja melainkan juga ke arah kesetaraan-kemampuan-upaya. Titik awal dimulainya sistem meritokrasi di Indonesia ditandai dengan terbitnya UU nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN). Meritokrasi erat kaitannya dengan mental.

"Prinsip-prinsip meritokrasi sekaligus juga mengandung perubahan perilaku atau karakter atau mentalitas. Perubahan senantiasa diupayakan namun permasalahan yang dihadapi saat ini adalah mengubah perilaku atau mentalitas, atau karakter atau mindset adalah tidak semudah mengubah aspek knowledge dan skill apalagi dalam waktu cepat/revolusi," kata Amy.

Sedangkan dalam pidato ilmiahnya dengan judul, "Globalisasi, Kekuatan Ekonomi Baru dan Pembangunan Berkelanjutan: Implikasi bagi Indonesia", Mari Elka Pangestu menyampaikan bahwa ekonomi kreatif, adalah kekuatan baru ekonomi Indonesia untuk menjawab tantangan globalisasi dan mencapai pembangunan berkelanjutan. Mari menguraikan bahwa tantangan global yang dihadapi Indonesia adalah melambatnya pertumbuhan ekonomi global selama 3-5 tahun kedepan, untuk itu, Indonesia perlu diversifikasi ekspor dan memupuk sumber daya saing dan pertumbuhan baru.

"Indonesia memang memiliki keunggulan komparatif yang berbasis sumber daya alam maupun yang padat karya, namun jika hanya mengandalkan hal tersebut maka akan dengan mudah tertinggal," jelasnya.

Menurutnya dibutuhkan diversifikasi dan membangun kekuatan kedepan antara lain melalui keterampilan sumber daya manusia, teknologi, dan kreativitas. Dengan membangun kapasitas seperti itu Indonesia bisa masuk dalam mata rantai nilai tambah global.

Lebih lanjut diuraikan bahwa berdasarkan ilmu ekonomi baku, pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh dua proses. Pertama, karena akumulasi modal, tenaga kerja dan sumber daya alam. Kedua, karena peningkatan produktivitas yang disebakan oleh suatu ide kreatif untuk meningkatkan produksi dengan mengunakan faktor produksi dan proses produksi yang sama. Sehingga yang penting adalaah bagaimana ide kreatif tersebut muncul dan bagaimana pencetus ide kreatif dapat memperoleh nilai ekonomi sehingga kreativitas akan berlangsung terus.

"Pada saat yang bersamaan dari dahulu sampai sekarang kita sudah menyadari pentingnya modal budaya dan kearifan lokal kita sebagai sumber inspirasi kreatif, dan pentingnya menjaga pelestarian lingkungan hidup. Perpaduan antara model ekonomi, kreativitas yang bermodal SDM kreatif, kreativitas dari modal budaya dan kerarifan lokal, dan pengetahuan maupun teknologi yang ada, maka ekonomi kreatif bukan saja dapat meningkatkan pertumbuhan, tetapi pembangunan yang berkelanjutan juga akan tercapai – Indonesia yang hijau, Indonesia yang berbudaya dan rakyat Indonesia yang mempunyai kualitas hidup yang lebih baik," tutup Mari.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.