Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Mengukir Harapan dari Posyandu, Sulastri Agung Dorong PAUD Terpadu untuk Anak Negeri

Pendidikan,

Mengukir Harapan dari Posyandu, Sulastri Agung Dorong PAUD Terpadu untuk Anak Negeri

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 10 Jul 2025 10:37
RIAU POS.CO
PEKANBARU  â€" Di sebuah sudut kota yang ramai, namun tetap menyimpan semangat gotong royong, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pekanbaru Sulastri Agung, kembali menunjukan komitmennya untuk masa depan anak-anak Kota Pekanbaru.
Bukan sekadar wacana, ia menghidupkan harapan melalui program-program nyata yang menyentuh langsung jantung keluarga posyandu dan pendidikan usia dini.
"Pelayanan kesehatan dasar seperti posyandu itu sangat penting. Kami terus berupaya agar fasilitas ini dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat," ujar Sulastri, dengan semangat yang tak pernah padam, Rabu (9/7/2025).
Namun Sulastri tak berhenti pada layanan kesehatan semata. Ia sadar, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini, dari fondasi paling dasar, pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Terlebih lagi, pemerintah pusat kini telah menetapkan wajib belajar 13 tahun sebagai salah satu program superprioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025â€"2029.
"Program wajib belajar 13 tahun ini mencakup PAUD. Ini artinya, anak-anak usia 1 hingga 6 tahun harus mendapat akses pendidikan satu tahun sebelum masuk SD," tambah Sulastri.
Gagasan brilian pun lahir menghadirkan PAUD Holistik Integratif (HI) di setiap posyandu, setidaknya satu di tiap kelurahan. Bukan hanya untuk belajar huruf dan angka, PAUD HI menyentuh semua aspek penting bagi tumbuh kembang anak, mulai dari layanan gizi, kesehatan, pengasuhan, hingga perlindungan anak.
"Ini bukan soal membangun gedung saja. Ini soal memastikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan awal yang baik dalam hidup mereka," sebutnya.
Sulastri tak lupa menyoroti kelompok masyarakat kurang mampu yang kerap tak sanggup membayar biaya pendidikan PAUD atau TK. Melalui PAUD HI berbasis posyandu, ia ingin menghapus batas itu.
"Kalau orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya ke TK berbayar, mereka bisa mengantarkan anak ke posyandu yang sudah ada PAUD-nya," ujarnya penuh empati.
Langkah ini adalah bentuk nyata dari keadilan sosial di mana setiap anak, tak peduli latar belakang ekonominya, mendapat kesempatan tumbuh dan belajar dengan layak. Dan dari posyandu sederhana di tiap sudut kota, harapan itu mulai ditanam. Bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Kota Pekanbaru.(ilo).***(Riau Pos.co)
Sumber: RIAU POS.CO

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.