Kamis, 11 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Menristekdikti: Jangan Terlalu Khawatir Kuliah di Kampus Terpapar Radikalisme

Kampus

Menristekdikti: Jangan Terlalu Khawatir Kuliah di Kampus Terpapar Radikalisme

Sumber:Merdeka.com
Kamis, 07 Jun 2018 11:12
Menristekdikti Mohamad Nasir menghadiri ajang World Post Graduate Expo 2018 di Jakarta. Liputan6.com/Tommy Kurnia

Jakarta -  Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengimbau para orang tua tak perlu khawatir untuk melanjutkan pendidikan anaknya ke perguruan tinggi terpapar radikalisme yang dirilis oleh BNPT. Menurutnya, kampus merupakan dunia interaksi.

"Imbauan saya orang tua jangan terlalu takut. Karena itu orang tua harus hati-hati dan anak-anak harus diberi nasehat. Ini kehidupan kita berinteraksi dengan manusia, tidak bisa dihindari apakah kita bisa menghindar dari interaksi manusia, kan engak mungkin," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 6 Juni 2018.

"Hubungan antarmanusia mesti kita lakukan. Karena itu sebagai orang tua mohon itu jangan terlalu takut sekali kepada putra-putrinya yang kuliah diperguruan tinggi tersebut," sambung dia.

Nasir juga menyarankan, para orang tua mengawasi putra putrinya dengan maksimal dengan dengan radikalisme. Sebab, kampus merupakan lingkungan pendidikan yang bebas.

"Apapun yang mereka lakukan semua bebas. Orang tua tolong hati-hati. Itu penting sekali. Tidak berarti hanya 7 PTN itu, semua PT di mana pun akan terjadi hal yang sama. Kita ada plus dan minusnya di mana pun," tutur dia.

Dia menegaskan, bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang. Tapi sebagai bangsa Indonesia harus selalu ingat dengan NKRI.

"Saya sebagai orang tua juga ada rasa takut, sama. Tapi apakah harus takut? Nggak. Tapi harus selalu dinasehati. Ilmu pengetahuan itu berkembang. Tapi kamu tetap harus ingat pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itu selalu saya sampaikan kepada anak saya," ujar Nasir.

Lebih lanjut dia menegaskan bahwa kampus merupakan wadah dalam rangka meningkatkan kualitas daya saing bangsa terhadap persaingan dunia. Dia meminta para pihak jangan sampai dihantui masalah-masalah kecil. Melainkan memikirkan masa depan dan hal radikalisme harus dicegah dan jangan terlupakan.

"Konsepnya adalah membangun general education. Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa pentingnya ilmu pengetahuan, mencakup masalah nasionalisme, budaya, harus kita tumbuhkan," tandas Nasir.

 (Liputan6.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 15:13

    Istana Targetkan Perbaikan Tata Kelola MBG Rampung Sebulan Usai Dadan Cs Ditangkap

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bicara soal perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Proses perbaikan ditargetkan rampung satu bulan."Kita target awal satu bulan i

  • Kamis, 11 Jun 2026 14:42

    Israel Gempur Lebanon Selatan, 12 Orang Tewas

    Beirut-Serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon menewaskan sedikitnya 12 orang pada Rabu (10/6/2026) menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, Perdana Men

  • Kamis, 11 Jun 2026 13:45

    Kejagung Analisis 3 Barang Penting Ungkap Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah barang bukti dari enam lokasi penggeledahan di Jakarta. Kejagung telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Ma

  • Kamis, 11 Jun 2026 13:24

    Mahasiswa Jabodetabek Demo di Bundaran HI Besok

    Jakarta - Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai universitas di Jabodetabek bakal turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dinilai semakin m

  • Kamis, 11 Jun 2026 13:17

    Edarkan Ganj, Dua Buruh di Pangkalan Lesung, Pelalawan Ditangkap

    PELALAWAN â€" Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) PolrePelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis daun ganja kering di wilayah Kecamatan Pangkalan Lesung. Dalam pengungkapan tersebut, pol

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.