- Home
- Pendidikan
- Mimpi Tiffani, Kuliah di UGM dan Miliki Restoran
Pendidikan
Mimpi Tiffani, Kuliah di UGM dan Miliki Restoran
Sabtu, 25 Jun 2016 11:58
JAKARTA - Berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi kebanggaan tersendiri bagi Tiffani Febriana. Bagaimana tidak, gadis asal Wonosobo itu hanyalah anak seorang penjaga toko. Bahkan rumahnya berada di bawah jembatan dan berukuran 100 meter persegi saja.
Tiffani, begitu dia akrab disapa, diterima di Program Studi Pariwisata, Fakultas Ilmu Budaya UGM melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016. Dia merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. Dengan niat yang besar, alumnus SMAN 1 Wonosobo itu bercita-cita ingin memiliki restoran dan mengembangkan wisata Dieng.
"Terus belajar dan belajar, itu yang saya lakukan. Ya kondisi saya seperti ini, tapi saya harus kuat untuk terus bisa sekolah," ujarnya disitat dari laman UGM, Sabtu (25/6/2016).
Di rumahnya yang berdinding kayu, Tiffani tinggal bersama ibu dan adiknya, Denita Triwardani. Orangtuanya bercerai sejak 2011 silam. Sedangkan sang kakak, Dety Mulyaningrum melanjutkan kuliah di Jakarta dengan beasiswa.
"Kakak memberi motivasi, saya pun ingin mengikuti jejaknya kuliah dengan mendapat beasiswa agar orangtua tidak terlalu berat membiayai," tuturnya.
Sejak berada di bangku SMA, Tiffani merupakan siswa berprestasi. Dengan keterbatasannya, dia berjuang untuk tidak ketinggalan pelajaran. Caranya, Tiffani memanfaatkan fasilitas buku yang ada di sekolah dan tidak malu meminjam buku pada teman-temannya.
Hasilnya, putri dari Ani Sugiarti itu mendapat nilai rata-rata di atas delapan untuk semua mata pelajaran. Berkat prestasinya, Tiffani juga mendapat beasiswa pendidikan di SMA-nya. Bahkan, saat kelas XII teman dekatnya menawarkan bimbingan belajar gratis.
"Saya mendapat korting 75 persen, karenanya saya hanya membayar 25 persen atau Rp50 ribu per bulan. Selain itu, saya mendapat beasiswa BSM Rp1 juta per tahun," ucapnya.
Gadis kelahiran 24 Februari 1998 itu sangat bersyukur bisa diterima sebagai salah satu mahasiswa UGM, apalagi tanpa harus mengeluarkan biaya. Sebab, dengan pendapatan sang ibu yang hanya Rp1,2 per bulan, untuk membiayai hidup keluarga sehari-hari pun sudah terlalu berat.
"Saya bekerja di dua toko, pagi sampai siang saya menjaga toko buku dan di siang hingga sore menjaga toko asesoris," imbuh sang ibu.
Ani mengaku, gaji sebesar itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Meski begitu, dia merasa bersyukur karena ada saudara dan komunitas gereja yang terkadang memberi beras dan sembako.
"Puji Tuhan, saya bersyukur. Saya berharap Tiffani bisa kuliah dengan baik dan lancar. Saya sangat berdoa ia nantinya berhasil di bidang akademis dan rohani," pungkasnya. (okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh