Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Pemkab Rohul Komitmen Kembangkan PAUD Holistik Integratif

Pemkab Rohul Komitmen Kembangkan PAUD Holistik Integratif

Admin
Kamis, 12 Nov 2020 15:58
Riauterkini.com
Keterangan Foto: Ketua 1 TP PKK Rohul Hj Netty Herawati, mengikuti Rakor Penguatan Peran Lembaga atau Pemangku Kepentingan PAUD tingkat kabupaten/ kota secara virtual di pendopo Rumah Dinas Pjs Bupati Rokan Hulu.
PASIRPENGARAIAN- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, terus berupaya meningkatkan dan mendorong Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI).

Salah satu cara dilakukan yakni terus meningkatkan kompetensi melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas penyelenggaraan PAUD HI yang ada di Kabupaten Rokan Hulu.

Pjs Ketua Tim Penggerak PKK Rokan Hulu, diwakili Ketua satu TP PKK Rokan Hulu Hj Netti Herawati, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Peran Lembaga atau Pemangku Kepentingan PAUD tingkat kabupaten/ kota secara virtual di pendopo rumah dinas Pjs Bupati Rokan Hulu pada Kamis (12/11/2020).

Rakor lanjutan Penyelenggaraan Pengembangan PAUD HI secara virtual ini diikuti Direktorat PAUD Kemendikbud RI, perwakilan Kementerian PDTT, Bunda PAUD Provinsi Riau, 72 peserta dari 12 kabupaten/ kota se-Provinsi Riau.

Pada pemaparannya, pihak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat PAUD menyarankan setiap daerah membuat strategi kebijakan, sehingga OPD punya landasan berpijak sebagai manuver kebijakan agar kebijakan bisa tersimpul di satuan pendidikan.
Hal itu bisa didorong dengan Peraturan Bupati terkait layanan Holistik Integratif dan wajib PAUD satu tahun pra sekolah dasar. Jika peraturan sudah ada, SKPD perlu mengalokasikan sumberdaya dalam mendukung program PAUD Holistik Integratif, tidak membutuhkan biaya besar, namun membutuhkan usaha untuk menyimpul serta mengkonversi.

Penyelenggaraan PAUD HI juga tertuang di Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang PAUD HI, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin terpenuhinya hak tumbuh kembang anak usia dini dalam hal pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, serta perlindungan, dan kesejahteraan anak.

Secara umum, tujuan PAUD HI agar terselenggaranya layanan PAUD HI menuju terwujudnya anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia.

Secara khusus, tujuannya adalah agar terpenuhinya kebutuhan esensial anak usia dini, terlindunginya anak dari segala bentuk kekerasan, penelantaran, perlakuan yang salah, dan eksploitasi di manapun anak berada.

Usai mengikuti Rakor virtual, Wakil Ketua satu TP PKK Rokan Hulu Netti Herawati, berterima kasih atas pemaparan dari narasumber dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, melalui Direktorat PAUD.

Netti berharap melalui Rakor virtual, PAUD di Kabupaten Rokan Hulu banyak mendapat pengetahuan dan gambaran untuk mengembangkan PAUD HI.

"Kalau di Rokan Hulu, secara kelembagaan dan Gugus Tugas PAUD HI sudah terbentuk yang terintegrasi dari berbagai sektor. Bukan hanya dari Dinas Pendidikan, namun beberapa OPD terkait, seperti Bappeda (Perencanaan Anggaran), Dinsos P3A (Perlindungan Anak), Dinas Kesehatan (Pemenuhan Gizi anak), Dinas PMPD (Anggaran di Desa), dan melibatkan instansi lainnya," ungkap Netti, dan mengaku TP PKK Rokan Hulu akan mengadakan pertemuan dengan OPD terkait.

Diakuinya, tugas Bunda PAUD semakin kompleks saat ini. Namun adanya Pokja Bunda PAUD dan kebersamaan tentunya pekerjaan akan maksimal dalam pengembangan PAUD HI.

Sementara, Kabid PAUD Disdikpora Rokan Hulu, Supangat, mengatakan Gugus Tugas PAUD Holistik Integratif di Negeri Seribu Suluk sudah terbentuk sejak 2019, bahkan lebih dulu terbentuk dari Provinsi Riau.

"Jadi kita tinggal meng-koordinasikan dan mengembangkan PAUD HI ke seluruh lembaga pendidikan di Rokan Hulu," jelas Supangat, dan mengaku Rokan Hulu satu-satunya daerah di Riau yang mendapatkan bantuan 100 Lembaga PAUD, dan mendapat Bimtek tentang PAUD HI dari Kemendikbud.

Supangat mengungkapkan PAUD HI adalah penanganan anak usia dini secara menyeluruh mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan, serta pengasuhan termasuk perlindungan upaya mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.***(zal)


Sumber: Riauterkini.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.