Minggu, 31 Mei 2026
- Home
- Pendidikan
- Pertama Antar Anak Sekolah di Masa Pandemi Corona Serasa Tahun Ajaran Baru
Pertama Antar Anak Sekolah di Masa Pandemi Corona Serasa Tahun Ajaran Baru
Admin
Selasa, 17 Nov 2020 16:25
Riauterkini.com
Sebenarnya sekolah tatap muka terbatas di Pekanbaru sudah dimulai kemarin, namun anak saya, Muhammad Ridwan Abdullah mendapat jadwal mulai hari ini. Dia sekolah tiga hari dalam sepekan. Selasa, Kamis dan Sabtu. Dari Pukul 8.00 WIB sampai 11.30 WIB. Tiga hari yang kain jadwal murid dengan nomer abseb 1-15. Dengab jam belajar yang sama.
Setengah jam sebelum waktu masuk, anak saya sudah siap. Sebelum berangkat saya cek kelengkapan yang disyarakat pihak sekolah untuk mencegah penularan Covid-19. Ada hand sanitazer, penutup wajah dan masker. Lengkap. Kami pun berangkat menuju sekolah, SDIT Imam Syafi'i di Jalan Delima, Pekanbaru. Perjalanan ini serasa mengantar anak masuk pertama di tahun ajaran baru, setelah libur panjang. Bahkan seperti mengantar anak untuk kali pertama masuk sekolah Kelas I.
Sekitar 10 menit, kami sampai. Iwan, begitu putra ketiga saya disapa, saya antar sampai pintu gerbang. Dua gurunya sudah menyambut dengan tes suhu badan. 34 Derajat Celcius. Iwan sehat dan peralatannya lengkap. Langsung diizinkan masuk.
Kepada pihak guru yang menyambut saya bertanya, bagaimana kalau ada murid yang alat cegah Covid-19-nya tak lengkap. Apakah tak boleh masuk dan ikut belajar?
"Insyaallah tetap bisa ikut belajar. Kami menyediakan masker dan tempat cuci tangan yang memadai," ujar guru yang saya lupa menanyakan namanya.
Saya melihat Iwan begitu ceria bisa bertemu teman-temannya, meskipun hanya separo dari seluruh temannya. Demikian juga dengan teman-temannya. Mereka nampak bermain sebelum bel masuk berbunyi. Sesekali ada guru yang mengingatkan agar anak-anak tetap jaga jarak dan tak melepas masker.
Sebelum pulang, saya pamit ke para guru dan mendoakan semoga proses belajar tatap muka terbatas lancar dan aman. Mereka serempak mengaminkan. Aamiin.
Saya melihat Iwan begitu ceria bisa bertemu teman-temannya, meskipun hanya separo dari seluruh temannya. Demikian juga dengan teman-temannya. Mereka nampak bermain sebelum bel masuk berbunyi. Sesekali ada guru yang mengingatkan agar anak-anak tetap jaga jarak dan tak melepas masker.
Sebelum pulang, saya pamit ke para guru dan mendoakan semoga proses belajar tatap muka terbatas lancar dan aman. Mereka serempak mengaminkan. Aamiin.
Sumber: Riauterkini.com
komentar Pembaca