Kamis, 11 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Presiden Jokowi Ungkap Susahnya Cari Lahan untuk Kampus UIII

Kampus

Presiden Jokowi Ungkap Susahnya Cari Lahan untuk Kampus UIII

Selasa, 05 Jun 2018 16:19
Okezone.com
Presiden Jokowi resmikan peletakan batu pertama Kampus UIII.

DEPOK - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengusulkan pembangunan gedung Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dibangun di luar Pulau Jawa, namun usulan tersebut ditolak oleh tim pembangunan.

"Saya arahkan di luar Pulau Jawa, tapi semua tim menyampaikan tidak setuju, ya sudah carikan lahan yang mendekati 1.000 hektare ternyata susah mencari lahan sebesar itu," ucap Jokowi, Selasa (5/6/2018).

Presiden menilai, desain kampus UIII sangat futuristik. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini berharap UIII bisa menjadi pusat kajian dan penelitian peradaban Islam di Indonesia. Menurutnya, Indonesia selama ini dikenal dunia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar.

"Setelah dicari akhirnya dapat 142 hektare di sini dan saat saya lihat ternyata sangat luas saya enggak bayangkan kalau dapat 1.000 hektare," paparnya.

Sebelumya, Presiden Joko Widodo meresmikan proses pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Komplek Radio Republik Indonesia (RRI), Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Peresmian tersebut ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali dan peletakan batu pertama oleh Jokowi Widodo.

Pada kempatan itu, nampak hadir Wapres Jusuf Kalla, Ketua Komisi VIII DPR, Mentri Agama Lukman Hakim Saifudin dan para pimpinan dan anggota lembaga Negara, Duta Besar Negara-negara sahabat, Menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jawa Barat, Walikota Depok, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pimpinan Perguruan Tinggi.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya letakkan batu pertama pembangunan UIII," ucap Presiden.

Sebelum peletakan batu pertama, Presiden dan para tamu udangan disuguhkan sejumlah penampilan dari paduan suara kampus UIN Syarif Hidayatullah dan tayangan video desain bangunan UII.

"Ini sudah digodok dan dimatangkan sejak dua tahun. Tapi nyari lahannya tidak mudah. Saya tidak mau setengah-setengah. Awalnya, saya minta lahannya 1.000 hektare, tapi susah mencarinya di Jawa dan kita mendapatkan 142 hektare. Memang jauh dari 1.000 hektare, tapi ternyata 142 hektare juga sangat luas. Alhamdulillah," imbuhnya.

(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 15:13

    Istana Targetkan Perbaikan Tata Kelola MBG Rampung Sebulan Usai Dadan Cs Ditangkap

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bicara soal perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Proses perbaikan ditargetkan rampung satu bulan."Kita target awal satu bulan i

  • Kamis, 11 Jun 2026 14:42

    Israel Gempur Lebanon Selatan, 12 Orang Tewas

    Beirut-Serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon menewaskan sedikitnya 12 orang pada Rabu (10/6/2026) menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, Perdana Men

  • Kamis, 11 Jun 2026 13:45

    Kejagung Analisis 3 Barang Penting Ungkap Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah barang bukti dari enam lokasi penggeledahan di Jakarta. Kejagung telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Ma

  • Kamis, 11 Jun 2026 13:24

    Mahasiswa Jabodetabek Demo di Bundaran HI Besok

    Jakarta - Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai universitas di Jabodetabek bakal turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dinilai semakin m

  • Kamis, 11 Jun 2026 13:17

    Edarkan Ganj, Dua Buruh di Pangkalan Lesung, Pelalawan Ditangkap

    PELALAWAN â€" Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) PolrePelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis daun ganja kering di wilayah Kecamatan Pangkalan Lesung. Dalam pengungkapan tersebut, pol

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.