Selasa, 11 Agu 2026

Sekolah Swasta di Jakarta Lakukan Kekerasan saat MOS

Selasa, 04 Agu 2015 18:46
okezone.com
Ilustrasi
JAKARTA - Kematian siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Flora, Bekasi, Evan Chistopher Situmorang (12) setelah mengikuti masa orientasi sekolah (MOS) menambah panjang daftar aksi kekerasan terhadap siswa baru. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan menyebut masa orientasi peserta didik (MOPD) atau MOS di Ibu Kota berjalan aman, meskipun masih ditemukan adanya bentuk kekerasan.

"DKI satu-satunya dinas yang mengeluarkan surat edaran yang melarang kekerasan. Kita bersyukur di DKI tidak ada ekses sampai jatuh korban seperti itu," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) DKI Jakarta Arie Budiman kepada wartawan di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah mendapatkan laporan ada kekerasan visual pada saat MOS di beberapa sekolah swasta yang ada di Jakarta. Perlahan pihaknya akan menghimbau ke seluruh sekolah agar jangan melakukan tindak kekerasan saat MOS.

"Kita dapat laporan, tapi enggak keras misalnya pakai topi, nametag-nya kegedean. Ini namanya kekerasan visual. Ada kekerasan verbal seperti dilecehkan dan kekerasan fisik seperti dipukul, digampar, disuruh push up dan segala macam. Saya sudah minta Kasudin untuk menghimbau kepala sekolahnya. Kan saya enggak bisa hukum guru-guru swasta," tutur Arie.

Menurut Arie, MOS bermanfaat mengenalkan siswa baru kepada sekolahnya, mengenalkan guru-gurunya hingga fasilitas yang ada di sekolah. Begitu juga dengan senior melalui kegiatan ekskul. Namun kegiatan ini, sepenuhnya harus dipegang oleh guru sekolah, jangan dikendalikan siswa senior.

Arie menambahkan, tugas guru bukan hanya menghentikan kekerasan di periode MOS saja tetapi harus dilakukan sepanjang masa sekolah. Bahkan kalau ada kegiatan ekskul yang dilakukan di luar sekolah, guru juga harus mendampingi.

"Kepada guru dan kepala sekolah, saya sudah sampaikan dari indikator kinerja mereka. Kalau mereka lalai, mereka enggak peduli akan ada sanksi. Orangtua juga saya sampaikan di mana mereka punya standar ganda. Artinya, gerakan melawan kekerasan sudah dimulai di tahun ajaran 2015-2016," kata Arie.
(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Senin, 10 Agu 2026 16:46

    Kepergok Drone Saat Angkut 21 Karung Berondolan Sawit, 3 Pelaku Curat Ditangkap di Pelalawan

    PELALAWAN - Aksi pencurian berondolan sawit di areal perkebunan PT PMBN, Desa Lubuk Ogong, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Riau, berhasil digagalkan setelah aktivitas mencurigakan pa

  • Senin, 10 Agu 2026 16:41

    Demo Jalan Lintas Bono Rusak Parah, Pemprov Riau Tawarkan Solusi Cepat Semenisasi

    PEKANBARU-Kerusakan parah Jalan Lintas Bono yang menghubungkan sejumlah desa di Kabupaten Pelalawan kembali menjadi sorotan. Kondisi jalan yang berlumpur dan menyerupai kubangan dinilai telah menggang

  • Senin, 10 Agu 2026 16:39

    Dihadiri Dua Gubernur, HUT Perdana Kodam Tuanku Tambusai Tegaskan Pengabdian Bersama Rakyat

    PEKANBARU - Peringatan HUT ke-1 Komando Daerah Militer (Kodam) XIX Tuanku Tambusai digelar secara sederhana. Syukuran dengan tema Manunggal Bersama Rakyat, Mengabdi untuk Negeri itu, di gelar di Gedun

  • Senin, 10 Agu 2026 16:18

    Plt Bupati Kuansing Ekspos Persiapan Even Pacu Jalur Sudah 85 Persen

    PEKANBARU - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pacu Jalur 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19-23 Agustus 2026. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati

  • Senin, 10 Agu 2026 16:14

    Lapas Pekanbaru Sambut Peserta Pemagangan Nasional 2026, Kalapas: Momentum Belajar dan Bentuk Karakter

    PEKANBARU-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menyambut peserta Pemagangan Nasional Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Tahun 2026 Angkatan I Batch 2, Senin (10/8/2026).Kegiatan peny

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki