Selasa, 08 Sep 2026

Sekolah Swasta di Jakarta Lakukan Kekerasan saat MOS

Selasa, 04 Agu 2015 18:46
okezone.com
Ilustrasi
JAKARTA - Kematian siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Flora, Bekasi, Evan Chistopher Situmorang (12) setelah mengikuti masa orientasi sekolah (MOS) menambah panjang daftar aksi kekerasan terhadap siswa baru. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan menyebut masa orientasi peserta didik (MOPD) atau MOS di Ibu Kota berjalan aman, meskipun masih ditemukan adanya bentuk kekerasan.

"DKI satu-satunya dinas yang mengeluarkan surat edaran yang melarang kekerasan. Kita bersyukur di DKI tidak ada ekses sampai jatuh korban seperti itu," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) DKI Jakarta Arie Budiman kepada wartawan di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah mendapatkan laporan ada kekerasan visual pada saat MOS di beberapa sekolah swasta yang ada di Jakarta. Perlahan pihaknya akan menghimbau ke seluruh sekolah agar jangan melakukan tindak kekerasan saat MOS.

"Kita dapat laporan, tapi enggak keras misalnya pakai topi, nametag-nya kegedean. Ini namanya kekerasan visual. Ada kekerasan verbal seperti dilecehkan dan kekerasan fisik seperti dipukul, digampar, disuruh push up dan segala macam. Saya sudah minta Kasudin untuk menghimbau kepala sekolahnya. Kan saya enggak bisa hukum guru-guru swasta," tutur Arie.

Menurut Arie, MOS bermanfaat mengenalkan siswa baru kepada sekolahnya, mengenalkan guru-gurunya hingga fasilitas yang ada di sekolah. Begitu juga dengan senior melalui kegiatan ekskul. Namun kegiatan ini, sepenuhnya harus dipegang oleh guru sekolah, jangan dikendalikan siswa senior.

Arie menambahkan, tugas guru bukan hanya menghentikan kekerasan di periode MOS saja tetapi harus dilakukan sepanjang masa sekolah. Bahkan kalau ada kegiatan ekskul yang dilakukan di luar sekolah, guru juga harus mendampingi.

"Kepada guru dan kepala sekolah, saya sudah sampaikan dari indikator kinerja mereka. Kalau mereka lalai, mereka enggak peduli akan ada sanksi. Orangtua juga saya sampaikan di mana mereka punya standar ganda. Artinya, gerakan melawan kekerasan sudah dimulai di tahun ajaran 2015-2016," kata Arie.
(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Senin, 07 Sep 2026 21:07

    Pemko Pekanbaru Optimalkan Posko Siaga Karhutla dan Imbau Warga Lapor ke 112

    PEKANBARU â€" Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat koordinasi lintas sektor guna melaksanakan Instruksi Wali Kota Pekanbaru tentang Peningkatan Kesiapsiagaan, Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran H

  • Senin, 07 Sep 2026 21:03

    Dorong Prestasi Terukur, DPRD Pekanbaru Minta Siswa Rumah Tahfiz Ikuti MTQ

    PEKANBARU - Minat masyarakat Kota Pekanbaru menitipkan pendidikan agama anak-anaknya ke rumah tahfiz terus mengalami peningkatan. Merespons tren positif tersebut, Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Nofrizal

  • Senin, 07 Sep 2026 21:01

    Agrinas Palma Nusantara Luncurkan Program Makan Bergizi dan Salurkan Bantuan Pendidikan di Rokan Hulu

    ROKAN HULU- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) meluncurkan Program Makan Bergizi, menyerahkan bantuan fasilitas belajar berupa buku bacaan

  • Senin, 07 Sep 2026 20:58

    Pemprov Riau Minta Solusi Adil Terkait Pembatasan Truk CPO Tol Pekanbaru-Dumai

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama PT Hutama Karya (HK) memusyawarahkan pembatasan angkutan Crude Palm Oil (CPO) di Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Dumai untuk menemukan jalan tengah bagi

  • Senin, 07 Sep 2026 20:55

    Gunakan Pengeras Suara, Polisi Imbau Jaga Kamtibmas dan Peduli Lingkungan

    PELALAWAN â€" Polsek Ukui terus menggencarkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan turun langsung ke tengah masyarakat melalui kegiatan woro-woro menggunakan pengeras suara ata

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki