- Home
- Pendidikan
- Sekolah akan Dibuka Juli, Puan Minta Keselamatan Siswa dan Guru Harus Diutamakan
Sekolah akan Dibuka Juli, Puan Minta Keselamatan Siswa dan Guru Harus Diutamakan
Admin
Jumat, 02 Apr 2021 14:16
Pemerintah menargatkan untuk memulai Pembelajaran Tatap Muka terbatas pada bulan Juli 2021. Rencana tersebut pertama kali dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena ia ingin, vaksinasi guru selesai pada bulan Juni 2021. Hal itu diungkapkannya saat meninjau vaksinasi para guru di SMAN 70 Jakarta Selatan (24/2).
Ketua DPR RI Puan Maharani berpesan kepada pemerintah agar berhati-hati dalam melaksanakan kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah pada masa pandemi Covid-19 ini. Pasalnya, kata dia, muncul klaster sekolah di beberapa daerah yang sudah menguji coba pembelajaran tatap muka.
“Prinsipnya harus mengutamakan keselamatan siswa, pendidik dan tenaga pendidik, sehingga perlu keseimbangan antara aspek keselamatan dan pembelajaran siswa,” kata Puan dalam keterangan resminay, Jumat (2/4).
Politisi PDIP itu pun mendorong pemerintah untuk bisa mengantisipasi penyebaran Covid-19 di sekolah. Menurutnya, pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah harus mendapatkan izin dari orang tua murid.
Selain itu, dia juga ingin pemerintah bisa memastikan para siswa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat sejak sebelum berangkat ke sekolah di rumah, hingga tiba di sekolah.
“Harus seizin orang tua karena orang tua yang mengetahui kondisi siswa, harus menerapkan protokol kesehatan ketat sejak dari rumah sampai di sekolah,” terangnya.
Sehingga, jika ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya kembali belajar di sekolah, menurutnya hal it tidak perlu dipermasalahkan. Yang penting kata dia, seluruh siswa yang tetap memilih Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) harus dipastikan tetap terakomodasi dan terpantau oleh sekolah, tetap mengikuti rencana kebijakan pemerintah, yaiu Kemendikbud.
“Pastikan semua sekolah dan orang tua paham bahwa anak-anak tetap bisa memilih pembelajaran jarak jauh jika orang tua menginginkan. Jangan sampai apa yang sudah diputuskan Kemendikbud tidak tersosialisasi dengan baik di lapangan,” pesannya.
Mengingat para siswa sudah memulai pembelajaran tatap muka, Puan juga ingin agar segera dilaksanakan uji coba keamanan vaksin untuk anak-anak usia di bawah 18 tahun.
"Segera ada uji coba keamanan vaksin untuk anak-anak. Sehingga, para siswa mendapat prioritas untuk vaksinasi covid-19," pintanya.