Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Siswa Diancam Tak Naik Kelas Jika Ortu Tak Ambil Rapor, Kepsek Minta Maaf

Pendidikan

Siswa Diancam Tak Naik Kelas Jika Ortu Tak Ambil Rapor, Kepsek Minta Maaf

Selasa, 18 Jun 2019 14:35
Detik.com
SD Negeri 07 Kepanjen
MALANG - Pihak SD Negeri 07 Kepanjen meminta maaf atas surat undangan pengambilan rapor yang menjadi polemik. Menurut sang Kepala Sekolah Yuni Isnani, surat itu dibuat untuk mencuri perhatian wali murid agar datang mengambil rapor.

"Sebelumnya kami mohon maaf soal redaksi kata yang menjadikan tidak berkenan. Saya akui khilaf soal itu. Yang kami inginkan hanya ada komunikasi antara orang tua dengan sekolah," ujar Yuni saat ditemui detikcom di SD Negeri 07 Kepanjen Jalan Sumedang, Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (18/6/2019).

Menurutnya, paling tidak dalam satu tahun ada waktu bagi orang tua, untuk berkomunikasi secara langsung dengan sekolah. Terutama dengan guru terkait perkembangan pendidikan anaknya di sekolah.

"Selama ini bisa dikatakan minim dan terkesan kurang peduli. Yang kami inginkan ada waktu satu jam, sesuai undangan itu. Ada pembicaraan antara orang tua dan wali kelas, bisa secara spesifik terkait anak-anak di sekolah," imbuh wanita berjilbab itu.

Yuni mengaku kaget ketika sejumlah orang tua yang menerima undangan justru menanyakan kepada pihak yang tak mengetahui jelas maksud dan tujuan dari undangan tersebut. Sehingga ada perbedaan dalam penafsiran dan menilai negatif SD Negeri 07 Kepanjen.

"Entah tanya di mana hingga mendapatkan jawaban yang seperti itu. Beda dengan sejumlah wali murid yang langsung datang ke sini, kami jelaskan dan mereka bisa memahami. Itulah miss komunikasi yang terjadi di sini," tambahnya.

Menurutnya pihak sekolah nggak mungkin tidak menaikan siswa yang rapornya tidak diambil seperti yang diterangkan dalam surat undangan. Karena rapat kenaikan kelas sudah digelar jauh hari sebelum agenda rapor diberikan.

"Iya itu sangat tidak mungkin (naik kelas). Memang kurang tepat kalimatnya, kami hanya ingin orang tua lebih peduli. Di sini, tengah semester ketika nilai anak kurang, orang tua kami panggil, agar bisa dilakukan perbaikan bersama untuk mendongkrak nilai mata pelajaran yang kurang. Tujuannya agar naik kelas," lanjutnya.

Yuni menambahkan, pihaknya telah memberikan klarifikasi terkait kebijakan yang dikeluarkan kepada pengawas sekolah beserta pimpinan di atasnya (Korwil Diknas Pendidikan), setelah surat undangan itu viral di media sosial.

"Kami sudah berikan klarifikasi terkait undangan itu," pungkasnya.

Saat ditemui detikcom, Yuni tidak mengatakan akan merevisi atau menarik kembali surat undangan penerimaan rapor yang telah dibagikan. Namun belakangan muncul berita acara yang dikeluarkan Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Kepanjen, yang berisi pencabutan surat undangan tersebut. Surat itu ditanda tangani Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Kepanjen, Abdullah.

Sebelumnya diberitakan, undangan pengambilan rapor SD Negeri 7 Kepanjen, Kabupaten Malang mengejutkan banyak pihak. Dalam undangan tersebut, siswa diancam tidak naik kelas jika wali murid tidak mengambil rapor sesuai waktu yang ditentukan, yakni pada Kamis (20/6).


Sumber: detik.com

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 13 Jun 2026 18:14

    Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad Kembali Ukir Prestasi, Gagalkan Penyelundupan 21,4 Kg Sabu dan Amankan WNA di Entikong

    Entikong - Satgas Pamtas RIâ€"Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad kembali menorehkan prestasi gemilang dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika. Personel P

  • Sabtu, 13 Jun 2026 18:13

    Taekwondo Indonesia Loloskan 3 Atlet ke Asian Games Nagoya 2026, Siap Tantang Raksasa Asia

    Jakarta - Tidak semua kemenangan diumumkan dari atas podium. Sebagian datang lebih dahulu melalui lembar hasil pertandingan, akumulasi poin, dan keputusan resmi yang memastikan sebuah negara berhak me

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:24

    Liquid Narkoba Beredar di Pekanbaru, dr. Nining: Jangan Pernah Mencoba Kalau Tidak Mau Kecanduan

    Jangan pernah mencoba, sebab isi pod getar bukan seperti vape yang isinya hanya sekadar nikotin.Tapi pod getar ini memang dikaitkan dengan zat yang isi di dalamnya itu adalah mengandung etomidat.Sekar

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:06

    Antusias Warga dan Personel Polling Dukung Tim Jagoan,

    PEKANBARU - Antuasias Piala Dunia 2026 tampak di seluruh Polsek Polres Dumai, Sabtu (13/6/2026).Bersama dengan warga, semangat perhelatan sepakbola dunia empat tahunan tersebut begitu terasa lewat keg

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:02

    KPK Sita Dokumen Penting Terkait Kasus Suap Pengadaan di Muara Enim

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyitaan sejumlah dokumen penting terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Tindakan ini merupakan bag

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.