Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Siswa SD Negeri di Pandeglang Belajar Beralaskan Tanah sejak 2016

Pendidikan,

Siswa SD Negeri di Pandeglang Belajar Beralaskan Tanah sejak 2016

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 08 Agu 2025 09:20
Berita satu.com
Potret buram dunia pendidikan kembali terungkap. Kali ini datang dari SD Negeri Curug 1 yang berlokasi di Kampung Curug, Desa Curug, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sejak dibangun pada akhir 2016, dua ruang kelas yang digunakan untuk siswa kelas 3 dan 5 masih beralaskan tanah.

Pantauan Beritasatu.com pada Kamis (7/8/2025) memperlihatkan kondisi bangunan sekolah yang sangat memprihatinkan. Plafon mulai rusak dan menggantung di beberapa titik, sementara dinding kelas terlihat retak dan tidak kokoh. Ruang belajar tak memiliki keramik atau lapisan semen, hanya tanah keras yang menjadi alas para siswa dalam menimba ilmu.

Meski fasilitas sangat terbatas dan jauh dari kata layak, para siswa tetap antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Mereka duduk di kursi reyot, menulis di meja usang, dan belajar di bawah atap yang sewaktu-waktu bisa ambruk. Ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman justru menyimpan potensi bahaya.

Salah satu siswi kelas 5, Dina Lutfiah, mengaku tak nyaman belajar di kelas tersebut, terutama saat musim hujan dan kemarau.

"Saya belajar seperti ini enggak nyaman, karena lantainya belum dikeramik. Kalau musim hujan becek, kalau musim kemarau berdebu," kata Dina saat ditemui di sela-sela kegiatan belajar, Kamis (7/8/2025).

Dina pun menyampaikan harapannya agar sekolahnya dapat segera diperbaiki supaya lebih layak.

Guru SDN Curug 1, Apip Wirawan, membenarkan bahwa kondisi tersebut sudah terjadi hampir satu dekade.

"Jadi untuk dua kelas itu pembangunannya dari tahun 2016 akhir. Bangunannya masih beralaskan tanah, plafonnya juga baru sebagian, dan dinding belum diplester," jelas Apip.

Ia menambahkan, pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan kepada pemerintah daerah, tetapi hingga kini belum ada tanggapan.

"Kami sangat berharap agar ruang kelas ini bisa segera selesai dibangun agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman," ungkapnya.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:02

    KPK Sita Dokumen Penting Terkait Kasus Suap Pengadaan di Muara Enim

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyitaan sejumlah dokumen penting terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Tindakan ini merupakan bag

  • Sabtu, 13 Jun 2026 15:50

    Blak-blakan Dirut Pertamina Ungkap Alasan Penyesuaian Harga Pertamax, Pastikan BBM Subsidi Tak Naik

    Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri mengatakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan. Hal ini dikatakan untuk memberikan kepastian mengenai nasi

  • Sabtu, 13 Jun 2026 15:46

    Kasus Pencurian Ringan dan Revisi KTP Selesai Cepat Lewat Sidang Keliling di Kandis Siak

    SIAK - Sebanyak delapan perkara hukum berhasil diselesaikan dalam satu hari melalui program sidang keliling yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Siak. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Camat Kand

  • Sabtu, 13 Jun 2026 15:41

    Kuansing Kerahkan Ratusan Personel Amankan MTQ ke-44 Riau dan Pacu Jalur Rayo II

    TELUKKUANTAN â€" Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengerahkan 481 personel gabungan untuk mengamankan dua acara besar, yakni Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XLIV Provinsi Riau 2026 dan

  • Sabtu, 13 Jun 2026 15:37

    Atasi Kelangkaan LPG 3 kg, Pemkab Morowali Gencarkan Operasi Pasar dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

    Pemerintah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menggencarkan operasi pasar dan pasar murah untuk mengatasi kelangkaan tabung LPG 3 kilogram di wilayahnya. Langkah ini diambil menyusul laporan mengena

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.