- Home
- Pendidikan
- Soal Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka, Ini Keputusan Pemkab Bengkalis
Soal Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka, Ini Keputusan Pemkab Bengkalis
Admin
Kamis, 19 Nov 2020 09:35
BENGKALIS - Sekolah Dasar (SD) di Bengkalis sampai saat ini masih melakukan kegiatan pembelajaran secara Daring.
Belum dipastikan kapan siswa SD ini bisa melakukan pembelajaran tatap muka.
Hal ini diungkap Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Bengkalis Randi Fernanda kepada media, Rabu (18/11) pagi.
Meskipun belum memastikan kapan akan memulai pembelajaran tatap muka, pihaknya akan berkonsultasi dengan Pj Bupati Bengkalis dalam waktu dekat.
Kosultasi dilakukan terkait kemungkinan Bengkalis bisa melakukam pembelajaran tatap muka. Menurut dia, kondisi saat ini Bengkalis masih dalam status zona merah.
Zona merah terjadi karena beberapa kecamatan seperti Mandau, Bathin Solapan masih terus bertambah kasus positif Covid 19.
"Kalau secara umum kita memang masih zona merah karena beberapa kecamatan kasus Covid 19 bertambah terus. Tetapi masih ada beberapa kecamatan yang saat ini sudah nihil kasus Covidnya," terang Rendi.
Menurut dia, daerah yang sudah nihil kasus Covid 19 tersebut sudah bisa untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.
Kondisi ini yang akan disampaikan pihaknya nant saat berkonsultasi dengan Pj Bupati Bengkalis dalam waktu dekat.
Perlunya pembelajaran tatap muka ini dilaksanakan karena setelah dilakukan evaluasi sistem pembelajaran secara daring hasilnya tidak maksimal.
Namun dengan kondisi Pandemi saat ini pemebelajaran Daring inilah yang bisa dilakukan.
"Meskipun belajar Daring ini hasilnya tidak maksimal, tetapi ini tetap dilakukan karena di masa pandemi pembelajaran seperti ini yang bisa dilaksanakan," tambahnya.
Pemko Pekanbaru Hentikan Pembelajaran Tatap Muka
Sementara itu, di Kota Pekanbaru sudah mulai diberlakukan pembelajaran tatap muka sejak awal pekan ini.
Namun kebijakan itu kini dihentikan sementara.
Keputusan ini usai Walikota Pekanbaru rapat evaluasi bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru, Rabu (18/11/2020).
Rapat di Ruang Multimedia Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru membahas evaluasi belajar tatap muka secara terbatas.
Penerapannya baru berlangsung satu hari yakni pada, Senin (16/1/2020) kemarin.
Belajar tatap muka secara terbatas ini dihentikan sementara karena Kota Pekanbaru masih zona oranye penyebaran covid-19.
Kementerian Pendidikan hanya membolehkan belajar tatap muka di zona kuning.
Walikota Pekanbaru, Firdaus menyebut penerapan belajar tatap muka terbatas pada Senin kemarin hanya uji coba. Mereka mengujinya satu hari.
"InsyaAllah Minggu depan setelah pemetaan Tim Satgas Covid-19 keluar, maka kita lanjutkan uji coba tatap muka memperkuat pembelajaran jarak jauh," ujarnya kepada Tribun, Rabu (18/11/2020).
Menurutnya, satgas akan membagikan masker bagi peserta didik yang bakal masuk pekan depan.
Guru dan pegawai sekolah juga mendapat masker yang dibagikan.
BPBD Kota Pekanbaru bakal menyalurkan masker yang ada. Sedangkan rapid test bagi peserta didik dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.
"Rapid test nantinya tidak dibebankan ke sekolah atau orangtua," ujarnya.
Hasil rapat tersebut juga disampaikan bahwa bahwa SOP dalam belajar tatap muka secara terbatas di Kota Pekanbaru sudah cukup baik. Pelaksanaannya mendapat apresiasi dari Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru.
"Secara umum dalam uji coba pertemuan itu, memperkuat proses belajar jarak jauh selama pandemi covid-19," paparnya.
Firdaus mengatakan bahwa belajar di sekolah pada pekan depan disebut sebagai pertemuan terbatas.
Peserta didik datang ke sekolah bukan untuk belajar tapi membahas mata pelajaran yang sulit dimengerti.
Pertemuan terbatas ini hanya bagi peserta didik kelas IX di SMPN.
Hal ini memperkuat peserta didik tersebut mengikuti pembelajaran di semester genap.