Selasa, 30 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Sulit Jaringan, 7.438 Siswa di Sumbar Tak Bisa Ikut UNBK

pendidikan

Sulit Jaringan, 7.438 Siswa di Sumbar Tak Bisa Ikut UNBK

Senin, 09 Apr 2018 14:17
okezone.com

PADANG - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/MA mulai berlangsung hari ini serentak mulai 9-12 April 2018. Namun, beberapa sekolah masih belum bisa mengikuti UNBK, mereka hanya bisa mengikuti Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

Seperti di Sumatera Barat, pelaksanaan UN SMA di Sumbar masih 13 persen menggunakan UNKP, sebanyak 6.542 peserta dengan 54 sekolah dan UN MA 896 peserta di 53 sekolah.

Sementara Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA diikuti 40.252 peserta dengan 262 sekolah dan UNBK MA 9.352 peserta di 171 sekolah.

"Pelaksanaan UN SMA di Sumbar masih ada 13 persen," kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit disela sela kunjungan peninjauan UN di SMA Negeri 2 Sumbar, Koto Gaek Guguk, SMA Negeri 1 Talang Kabupaten Solok, Senin (9/4/2018).

Nasrum mengatakan, penyebab banyak siswa yang belum bisa ikut UNBK dikarenakan kondisi daerah yang belum memiliki fasilitas jaringan listrik, jaringan telekomunikasi dan berada di daerah terisolir. "Terutama di Kabupaten Kepulauan Mentawai dan beberapa masih terpencil jauh dari pusat kota kabupaten. Terhadap kondisi demikian UN masih tetap dilakukan di SMA tersebut dengan kertas dan pensil," terang Nasrul.

Kondisi seperti ini, kata Nasrul, akan tetap menjadi perhatian pemerintah provinsi Sumatera Barat agar dapat meningkatkan fasilitas jaringan listrik dan jaringan telekomunikasi pada daerah terisolir tersebut.

"Contoh di Mentawai berbagai perencanaan dan pelaksanaan pembangunan percepatan tengah dilakukan baik oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten maupun oleh investor. Begitu juga dengan daerah lainnya di Sumatera Barat, melengkapi sarana dan prasarana komputer dan lainnya dan kita berharap tahun depan semua telah UNBK," terangnya.

Kadis Pendidikan Sumatera Barat Burhasman Bur menambahkan, pelaksanaan UNBK atau UNKP oleh siswa SMA dengan mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, matematika, dan satu mata pelajaran jurusan.

Burhasman mengatakan siswa bisa memilih satu mata pelajaran tergantung jurusannya. Misal, siswa jurusan IPA bisa memilih biologi, fisika, atau kimia. Hal itu untuk menguji passion atau minat siswa.

"Ada pilihan mapel misalnya anak IPA bisa memilih salah satu aja, bisa biologi saja atau kimia. Kenapa satu mapel kita ingin passionnya di situ lah yang akan menekuni di situlah akan diuji," kata Burhasman.

(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Selasa, 30 Jun 2026 16:47

    Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan

    JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:12

    Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda

    PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:09

    LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha

    JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:05

    Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir

    Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d

  • Selasa, 30 Jun 2026 15:37

    OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market

    Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor