- Home
- Pendidikan
- Sulit Jaringan, 7.438 Siswa di Sumbar Tak Bisa Ikut UNBK
pendidikan
Sulit Jaringan, 7.438 Siswa di Sumbar Tak Bisa Ikut UNBK
Senin, 09 Apr 2018 14:17
PADANG - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/MA mulai berlangsung hari ini serentak mulai 9-12 April 2018. Namun, beberapa sekolah masih belum bisa mengikuti UNBK, mereka hanya bisa mengikuti Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).
Seperti di Sumatera Barat, pelaksanaan UN SMA di Sumbar masih 13 persen menggunakan UNKP, sebanyak 6.542 peserta dengan 54 sekolah dan UN MA 896 peserta di 53 sekolah.
Sementara Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA diikuti 40.252 peserta dengan 262 sekolah dan UNBK MA 9.352 peserta di 171 sekolah.
"Pelaksanaan UN SMA di Sumbar masih ada 13 persen," kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit disela sela kunjungan peninjauan UN di SMA Negeri 2 Sumbar, Koto Gaek Guguk, SMA Negeri 1 Talang Kabupaten Solok, Senin (9/4/2018).
Nasrum mengatakan, penyebab banyak siswa yang belum bisa ikut UNBK dikarenakan kondisi daerah yang belum memiliki fasilitas jaringan listrik, jaringan telekomunikasi dan berada di daerah terisolir. "Terutama di Kabupaten Kepulauan Mentawai dan beberapa masih terpencil jauh dari pusat kota kabupaten. Terhadap kondisi demikian UN masih tetap dilakukan di SMA tersebut dengan kertas dan pensil," terang Nasrul.
Kondisi seperti ini, kata Nasrul, akan tetap menjadi perhatian pemerintah provinsi Sumatera Barat agar dapat meningkatkan fasilitas jaringan listrik dan jaringan telekomunikasi pada daerah terisolir tersebut.
"Contoh di Mentawai berbagai perencanaan dan pelaksanaan pembangunan percepatan tengah dilakukan baik oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten maupun oleh investor. Begitu juga dengan daerah lainnya di Sumatera Barat, melengkapi sarana dan prasarana komputer dan lainnya dan kita berharap tahun depan semua telah UNBK," terangnya.
Kadis Pendidikan Sumatera Barat Burhasman Bur menambahkan, pelaksanaan UNBK atau UNKP oleh siswa SMA dengan mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, matematika, dan satu mata pelajaran jurusan.
Burhasman mengatakan siswa bisa memilih satu mata pelajaran tergantung jurusannya. Misal, siswa jurusan IPA bisa memilih biologi, fisika, atau kimia. Hal itu untuk menguji passion atau minat siswa.
"Ada pilihan mapel misalnya anak IPA bisa memilih salah satu aja, bisa biologi saja atau kimia. Kenapa satu mapel kita ingin passionnya di situ lah yang akan menekuni di situlah akan diuji," kata Burhasman.
(okezone.com)
Pendidikan
Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa
267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan
TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S
2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik
Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di
Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis
BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara
Truk Kaca Tabrak Truk Bermuatan Pasir di Tol Dalam Kota, Satu Kernet Meninggal Dunia.
JAKARTA-Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua truk bermuatan terjadi di Ruas Tol Dalam Kota Km 02+200B, Jumat (15/5/2026) pagi.Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Brata Manggala men