- Home
- Pendidikan
- Ternyata Medsos Jadi Pemicu Depresi Generasi Milenial
kampus
Ternyata Medsos Jadi Pemicu Depresi Generasi Milenial
Jumat, 11 Mei 2018 15:52
JAKARTA - Aktivitas di media sosial ternyata bisa menjadi salah satu pemicu depresi pada remaja. Bagaimana tidak, hampir setiap hari para generasi milenial tak lepas dari telepon genggam.
"Sosial media sejak lama sebenarnya menjadi faktor penting. Persoalannya sosial media itu bisa positif bisa negatif. Saat ini masing-masing individu tidak terlalu selektif dalam melihat informasi itu sehingga banyak negatifnya itu lebih diserap oleh anak-anak sekarang," ujar pakar kesehatan masyarakat, Prof. Siswanto Agus Wilopo, dalam acara Pre-Convention on Depression and Culture : "The Untold Story" yang merupakan pembuka dari rangkaian agenda Public Mental Health Weeks (PMHW) 2018, di Fakultas Psikologi UGM, seperti dikutip dari situs UGM, Jumat (11/5/2018).
Dia memaparkan melalui media sosial remaja memperoleh akses terhadap berbagai macam informasi. Tanpa kemampuan untuk menyaring informasi tersebut, keberadaan informasi ini justru dapat memberikan dampak buruk pada kondisi psikologis remaja.
"Kalau terlalu banyak informasi yang masuk tapi tidak ada filter, ini salah satu hal yang bisa menjadikan stres," jelasnya.
Salah satu sumber tekanan dari media sosial yang ia maksud berkaitan dengan pemahaman remaja terhadap gambaran diri atau body image. Banyak orang kini menjadikan konten-konten media sosial sebagai standar nilai sosial, khususnya yang berkaitan dengan penampilan.
Standar-standar yang muncul dari media sosial sering kali menimbulkan tekanan pada remaja untuk menampilkan diri mereka sedemikian rupa sesuai dengan apa yang ia lihat di media sosial, dan membuat mereka kehilangan kepercayaan diri jika tidak mampu memenuhi standar tersebut.
Untuk menghindari efek tersebut, Siswanto menekankan bahwa setiap remaja perlu memiliki kepekaan untuk memilah informasi positif dan negatif, serta resiliensi atau daya lenting agar tidak mudah terpengaruh oleh tekanan sosial yang muncul dari media sosial.
"Kalau kita menggunakan pengalaman anak remaja sekarang, yang
namanya cantik itu di dalam pikiran mereka kan seperti model-model yang
badannya kurus, dan lainnya. Dalam hal ini kuncinya adalah ketahanan
dari masing-masing individu, bagaimana kita menghadapi informasi yang
buruk dan tidak membiarkannya mempengaruhi diri kita," jelasnya.
Selain daya lenting dari pribadi remaja itu sendiri, ia menyebutkan bahwa salah satu upaya pencegahan depresi pada remaja terletak pada peran orang tua. Orang tua, menurutnya, perlu menjalin komunikasi yang baik dengan anak remajanya.
"Peran orang tua secara langsung harus menjalin komunikasi. Orang tua juga harus bisa melihat indikator-indikator apakah anaknya itu positif atau negatif," kata Siswanto.
Berkaitan dengan hal tersebut, pakar psikologi klinis, Prof. Sofia Retnowati, memaparkan beberapa tanda depresi, di antaranya perubahan dalam sikap dan perilaku, turunnya rasa percaya diri, serta adanya kesulitan untuk berkonsentrasi.
Sofia menuturkan selain sosial media, situasi sehari-hari yang dihadapi individu dapat menjadi pemicu stres. Pemicu ini, ujarnya, bukan sesuatu yang bisa dihindari. Agar tidak berujung pada depresi, seorang individu perlu menemukan cara untuk menghadapi pemicu tersebut dengan baik dan menciptakan kondisi yang baik bagi kesehatan mental, misalnya dengan berolahraga atau meningkatkan interaksi sosial.
"Saat ini orang bisa duduk bersama tapi sibuk dengan gadget mereka masing-masing, bukannya saling berinteraksi, padahal dukungan sosial ini yang perlu kita tingkatkan. Selain itu, olahraga juga bisa menangkal depresi," kata dosen Fakultas Psikologi UGM ini.
(okezone.com)
Aksi WN Hong Kong Selundupkan Ketamin Rp 10,9 Miliar
Jakarta - Polisi mengungkap upaya penyelundupan narkoba jaringan internasional senilai Rp 10,9 miliar. Aksi tersebut dilakukan seorang perempuan berinisial WNK, warga negara Hong Kong, yang diduga ber
Aktivis Usul Program Makan Bergizi Gratis Disetop 30 Hari
Jakarta - Aktivis Usul Program Makan Bergizi Gratis Disetop 30 HariPeneliti Transparency International Indonesia (TII), Agus Sarwono, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasio
SSK II Pekanbaru Buka Penerbangan Pekanbaru - Malaka
PEKANBARU-Guna memperkuat konektivitas internasional, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II mulai hari ini, Rabu (10/06/26) menambah rute penerbangan int
Kolaborasi Bersama Mahasiswa, Satlantas Polres Inhu Bagikan Bibit Pohon
RENGAT-Dukung program green policing dan pelestarian lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas,Satlantas Polres Indragiri Hulu (Inhu) berkolaborasi bersama
Polda Riau Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ratusan Liquid Etomidate
PEKANBARU â€" Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau memusnahkan berbagai barang bukti narkotika hasil pengungkapan 22 kasus dengan total 24 tersangka. Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari sabu,