Jumat, 15 Mei 2026

Kampus

Tips Menghindari Plagiasi di Kalangan Akademik

Rabu, 03 Jan 2018 12:53

JAKARTA – Era digital menawarkan kemudahan yang sering membuat penggunanya terlena. Maka tidak heran, bila pertumbuhannya beriringan dengan munculnya masalah-masalah baru ke permukaan yang jarang dilihat orang.

Dalam dunia akademis, masalah plagiasi menjadi yang paling sering ditimbulkan perkembangan teknologi digital. Menilik masalah tersebut, Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mengeluarkan aturan pengecekan karya ilmiah menggunakan software tertentu. Hasil pengecekan yang bisa ditoleransi harus di bawah angka 20%.

"Akan tetapi, tidak sedikit kaum akademik yang merasa kesulitan untuk memenuhi persyaratan tersebut. Semakin tinggi pendidikan yang ditempuh maka persyaratan tentang penggunaan jurnal di dalam sebuah penelitian semakin bertambah, yang kemudian tidak menutup kemungkinan meningkatkan tingkat plagiasi," jelas Dosen Magister Manajemen Pascasarjana UMY, Dr. Nuryakin, MM, seperti dilansir dari laman UMY, Senin (1/1/2018).

Kendati demikian, ada sedikit tips agar karya ilmiah terhindar dari plagiasi. Hal pertama yang harus dilakukan, yaitu memahami bagaimana sistem ini bekerja.

"Untuk mengatasi hal tersebut maka jangan lakukan kutipan secara langsung yang sama persis. Lihatlah terlebih dahulu kata kunci dari kalimat yang akan dikutip, lalu kemudian buatlah paraphrase dari kalimat tersebut sehingga tidak akan mengubah makna dari kalimat," imbuhnya.

Ada lagi hal penting yang tidak boleh dilupakan, yakni kajian pustaka. Kemajuan teknologi sangat diperlukan dalam hal ini, sebab sangat mungkin bagi peneliti untuk membuat perpustakaan maya sendiri.

Tambah Dr. Nuryakin, semua itu harus dikemas dalam proses menulis kreatif. Proses ini memerlukan perujukan, penegasan, dan penguatan dari para pendahulu, atau sumber-sumber kuat penelitian sebagaimana mestinya karya ilmiah.

Terakhir, ia mengingatkan agar para peneliti tak perlu terlalu banyak menulis pendahuluan yang bertele-tele. "Banyak mahasiswa membuat parade jurnal dengan alasan supaya karya ilmiahnya terlihat banyak dan tebal. Padahal sebenarnya hal tersebut justru menjadikan nilai jual jurnal turun dan memang itu tidak seharusnya dilakukan," tegasnya.

(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.