Minggu, 14 Jun 2026

Pendidikan

Unik, Sekolah Ini Bayar SPP Cukup Setor Anyaman Bambu

Senin, 01 Apr 2019 09:48
Detik.com
Anyaman bambu untuk bayar SPP
TULUNGAGUNG - Setiap orang tua memiliki strategi mengatur keuangan keluarga sehingga bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Apalagi jika memiliki anak di usia sekolah. Di Tulungagung ada sebuah sekolah yang justru memiliki cara unik untuk menarik biaya SPP. Yakni hanya menggunakan anyaman bambu.

Saat detikcom mengunjugi TK Creative di Desa Kiping, Kecamatan Gondang, Tulungagung, sejumlah orang tua siswa tampak asik bercengkerama sambil memainkan jari jemarinya menganyam bambu dengan berbagi bentuk dan model.

Pemandangan ini mungkin asing bagi sekolah di lainnya, namun bagi TK Creative, aktivitas itulah yang justru memberikan manfaat besar bagi orang tua maupun anak didik mereka, kok bisa ?

Kepala TK Creative, Imroatus, mengatakan kegiatan pembuatan kerajinan dari anyaman bambu tersebut merupakan salah satu program pemberdayaan yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Hasil kerajinan tersebut nantinya akan disetorkan ke sekolah untuk mendapatkan upah.

"Nah, upah itulah digunakan untuk membayar SPP, kalau ada sisa bisa ditabung atau digunakan untuk kebutuhan rumah tangga," kata Imroatus, Senin (1/4/2019).

Upah yang diterima oleh orang tua siswa berbeda-beda, tergantung jenis kerajinan yang dikerjakan, sebab masing-masing kerajinan memiliki harga yang berbeda pula. Untuk anyaman pincuk dihargai Rp 1500 per buah, besek kecil untuk wadah sambal pecel Rp 1000/pasangnya, besek besar untuk tempat kue Rp 4 ribu/ buahnya. Sedangkan keranjang botol madu Rp 3 ribu/buah.

"Setelah dipotong biaya bahan, ada yang dapat Rp 60 ribu, nah kalau misalkan dapat Rp 60 ribu nantinya yang Rp 40 ribu digunakan untuk bayar sekolah, sedangkan Rp 20 sisanya bisa dibawa pulang," ujarnya.

Ide pemberdayaan orang tua siswa tersebut awalnya terinspirasi masa kecilnya yang sering membantu orang tuanya untuk menganyam bambu. Dari situlah kemudian Imroatus mencoba menawarkan pada para wali murid, responsnya pun cukup bagus, mereka antusias untuk mengikuti kegiatan itu.

"Sambil menunggu anak, orang tua bisa berkarya. Kami juga mempersilakan untuk dikerjakan di rumah masing-masing," imbuh Imroatus.

Aneka kerajinan berbahan dasar bambu tersebut selanjutnya dipasarkan melalui melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang ada di Kecamatan Ngantru, serta melalui reseller yang ada di luar kota.

Kini dari 69 murid yang ada di sekolahnya, 80 persen orang tuanya mengikuti program itu, sedangkan sisanya membayar menggunakan uang seperti biasa. "Tidak semuanya bisa ikut program, karena ada beberapa orang tua yang sibuk dengan pekerjaan rutin, seperti menjadi PNS atau pekerjaan rutin lainnya," jelasnya.


Sumber: detik.com
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 13 Jun 2026 18:14

    Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad Kembali Ukir Prestasi, Gagalkan Penyelundupan 21,4 Kg Sabu dan Amankan WNA di Entikong

    Entikong - Satgas Pamtas RIâ€"Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad kembali menorehkan prestasi gemilang dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika. Personel P

  • Sabtu, 13 Jun 2026 18:13

    Taekwondo Indonesia Loloskan 3 Atlet ke Asian Games Nagoya 2026, Siap Tantang Raksasa Asia

    Jakarta - Tidak semua kemenangan diumumkan dari atas podium. Sebagian datang lebih dahulu melalui lembar hasil pertandingan, akumulasi poin, dan keputusan resmi yang memastikan sebuah negara berhak me

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:24

    Liquid Narkoba Beredar di Pekanbaru, dr. Nining: Jangan Pernah Mencoba Kalau Tidak Mau Kecanduan

    Jangan pernah mencoba, sebab isi pod getar bukan seperti vape yang isinya hanya sekadar nikotin.Tapi pod getar ini memang dikaitkan dengan zat yang isi di dalamnya itu adalah mengandung etomidat.Sekar

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:06

    Antusias Warga dan Personel Polling Dukung Tim Jagoan,

    PEKANBARU - Antuasias Piala Dunia 2026 tampak di seluruh Polsek Polres Dumai, Sabtu (13/6/2026).Bersama dengan warga, semangat perhelatan sepakbola dunia empat tahunan tersebut begitu terasa lewat keg

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:02

    KPK Sita Dokumen Penting Terkait Kasus Suap Pengadaan di Muara Enim

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyitaan sejumlah dokumen penting terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Tindakan ini merupakan bag

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.