Sabtu, 08 Agu 2026

Peristiwa

Bocah SD Ambruk Ditikam Pelajar SMP

Rabu, 12 Des 2018 10:49
okezone.com

MAKASSAR - Pelaku penikaman bocah laki-laki inisial MF (12) akhirnya ditangkap oleh Anggota Resmob Polsek Makassar bersama Tim Jatanras Polrestabes Makassar.

Pelakunya inisial F (14) ditangkap bersama temannya tidak kurang dari empat jam setelah menikam korban di Jalan Gunung Bawakaraeng, Kota Makassar Selasa (11/12/2018)

Kapolsek Makassar Kompol Usman mengatakan, setelah menerima laporan dari ibu korban, selanjutnya memerintahkan tim Resmob Polsek Makassar untuk melakukan penyelidikan serta pengejaran terhadap pelaku.

F diamankan saat bersama rekannya berinisial IM setelah sebelumnya usai menikam ia sempat pulang ke rumah keluarganya makan siang.

Setelah makan siang pelaku pulang melewati jalan Karuwisi melalui Jalan Inpeksi Kanal Kerung-kerung Makassar kemudian dicegat oleh anggota kepolisian.

Hanya empat jam pasca kejadian tersebut polisi akhirnya menangkap pelaku sekitar pukul 16.00 Wita.

"Saya perintahkan Kanit Reskrim. Dan selama 4 jam sudah ditangkap. Untuk sementara saya perintahkan anggota untuk diamankan. Namun hasilnya nanti setelah peyelidikan," kata Usman kepada Okezone, Selasa (11/12/2018).

Dijelaskan Usman, penikaman bermula saat MF dan FK bertemu di depan SDN Bawakaraeng. Pelaku datang ke sekolah bertujuan menjemput adiknya sementara korban yang tengah berada juga dilokasi itu bertemu dengan pelaku sampai terlibat cekcok.

"Ketika korban dan pelaku bertemu keduanya terlibat cekcok saat itulah pelaku menikam korban. Tapi kami masih dalami lagi motifnya, sambil menunggu kondisi korban membaik," jelas Usman

Pelaku tiba di Mapolsek Makassar dalam kawalan petugas kepolisian dengan menumpangi mobil tim kejahatan dan kekerasan (Jatanras) Polrestabes Makassar. Kemudian dibawa ke sebuah ruang untuk menjalani pemeriksaan awal.

Kepada polisi F mengaku masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia mengaku jika dirinya sampai menikam korban lantaran korban hendak mengeroyoknya.

"Sebenarnya saya hanya mau menjemput adikku di Sekolah SDN Bawakaraeng. Saat saya berada disana, ia (korban) berencana mengeroyok saya, dia kemudian mengejarku saat itulah saya mengeluarkan badik dan saya tidak memalak uangnya pak," akuinya saat ditemui.

Rencana setelah menjalani pemeriksaan awal pelaku akan diserahkan ke pihak Perlinduangan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar.


(okezone.com)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 08 Agu 2026 14:52

    PEKANBARU-Booth PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung pada gelaran Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2026 yang berlangsung di SKA Convention and Exhibition

  • Sabtu, 08 Agu 2026 13:45

    Banyak Tidak Tahu, Bapenda Diminta Gencar Sosialisasi Program Pemutihan PKB

    PEKANBARU-Anggota DPRD Riau, Andi Darma Taufik, meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau untuk gencar melakukan sosialisasi keringanan-keringanan pajak yang diberikan kepada masyarakat.Salah sat

  • Sabtu, 08 Agu 2026 13:43

    Ketidakpastian Regulasi Bisa Hambat Investasi Sawit

    BALIKPAPAN â€" Implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2025 tentang tata cara pengenaan sanksi administratif di bidang kehutanan diharapkan mampu memberikan kepastian hukum tanpa mengorb

  • Sabtu, 08 Agu 2026 13:40

    10.876 Warga Binaan di Riau Diusulkan Terima Remisi HUT RI 2026

    PEKANBARU-Sebanyak 10.876 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Provinsi Riau diusulkan mendapatkan remisi umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pad

  • Sabtu, 08 Agu 2026 13:36

    Lapas Kelas IIA Pekanbaru Panen 1,5 Ton Ikan Patin dan Tebar 1.500 Benih Lele

    PEKANBARU - Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru kembali menghasilkan produk perikanan. Warga binaan berhasil memanen sekitar 1,5 ton ikan patin dari kol

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki