Sabtu, 08 Agu 2026
Peristiwa,
Lapas Kelas IIA Pekanbaru Panen 1,5 Ton Ikan Patin dan Tebar 1.500 Benih Lele
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 08 Agu 2026 13:36
PEKANBARU - Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru kembali menghasilkan produk perikanan. Warga binaan berhasil memanen sekitar 1,5 ton ikan patin dari kolam budidaya di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Pekanbaru.
Panen ikan patin tersebut dilakukan pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan penebaran 1.500 benih ikan lele sebagai bagian dari pengembangan budidaya perikanan di lingkungan SAE Lapas Pekanbaru.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau Rudi Fernando Sianturi, Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan Yusuf Gunawan, serta Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto.
Program budidaya ikan ini dikelola Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pekanbaru di bawah Kepala Seksi Kegiatan Kerja, David Susilo. Warga binaan terlibat langsung dalam seluruh proses budidaya, mulai dari pembibitan, pemberian pakan, pemeliharaan kolam hingga proses panen.
Hasil panen yang mencapai 1,5 ton menunjukkan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas pembinaan, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi dipasarkan kepada masyarakat.
Panen Patin Jadi Hasil Pembinaan Warga Binaan
Kakanwil Ditjenpas Riau Rudy Fernando Sianturi mengapresiasi kegiatan budidaya ikan yang dikembangkan Lapas Pekanbaru.
Menurutnya, keterbatasan lahan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk menciptakan kegiatan produktif bagi warga binaan.
"Di lahan yang sangat terbatas, kreativitas tidak pernah terbatas. Saya sangat mengapresiasi dan bangga kepada jajaran Lapas Pekanbaru yang terus mengembangkan berbagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan," ujar Rudy.
Ia mengatakan, kegiatan seperti budidaya ikan memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
Pembinaan kemandirian tersebut diharapkan membuat warga binaan tidak hanya memiliki keterampilan selama berada di dalam lapas, tetapi juga mempunyai bekal untuk menjalankan kegiatan produktif ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
Selain itu, budidaya ikan juga dinilai sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan pemasyarakatan.
1.500 Benih Lele Mulai Dibudidayakan
Setelah proses panen ikan patin selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penebaran 1.500 benih ikan lele ke kolam yang berbeda.
Penebaran benih tersebut menjadi langkah lanjutan Lapas Pekanbaru untuk mengembangkan budidaya perikanan sekaligus memperluas pilihan kegiatan bagi warga binaan.
Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto mengatakan pengembangan budidaya lele dilakukan setelah pihaknya melihat hasil positif dari budidaya ikan patin.
"Setelah melihat keberhasilan budidaya ikan patin, kami mulai mengembangkan budidaya ikan lele. Harapannya, ke depan hasilnya juga dapat sesuai dengan yang diharapkan dan menjadi sarana asimilasi yang memberikan pengalaman serta keterampilan bagi warga binaan," kata Yuniarto.
Menurutnya, keberhasilan panen patin menjadi motivasi bagi jajaran Lapas Pekanbaru untuk terus mengembangkan kegiatan kerja yang produktif.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada aspek pembelajaran, tetapi secara bertahap juga mampu memberikan manfaat ekonomi.
"Harapan kami, program ini ke depan tidak hanya memberikan manfaat edukasi dan keterampilan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan," ujarnya.
Dari Budidaya hingga Pemasaran
Dalam program tersebut, warga binaan tidak hanya dilibatkan ketika ikan sudah siap dipanen. Mereka juga mengikuti proses budidaya sejak awal.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan kemandirian karena warga binaan mendapatkan pengalaman langsung mengenai pengelolaan usaha perikanan.
Mulai dari menyiapkan kolam, merawat ikan, memberikan pakan, menjaga kondisi ikan hingga melakukan panen menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Dengan demikian, kegiatan di SAE Lapas Pekanbaru dapat menjadi tempat warga binaan mempelajari keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi setelah kembali ke masyarakat.
Hasil panen ikan patin yang mencapai 1,5 ton juga membuka peluang agar kegiatan tersebut terus dikembangkan secara lebih luas, termasuk dari sisi pemasaran dan pengelolaan hasil produksi.
Tidak Hanya Budidaya Ikan
Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pekanbaru juga mengembangkan sejumlah kegiatan produktif lainnya. Salah satunya produksi roti yang dikerjakan warga binaan.
Dalam kunjungannya, Rudy Fernando Sianturi turut mencicipi produk olahan roti hasil karya warga binaan yang masih dikelola melalui Seksi Kegiatan Kerja.
Pengembangan berbagai kegiatan tersebut menunjukkan pembinaan di Lapas Pekanbaru tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar bekerja dan menghasilkan produk.
Panen 1,5 ton ikan patin dan penebaran 1.500 benih lele menjadi salah satu gambaran upaya Lapas Pekanbaru membangun kegiatan pembinaan yang produktif.
Ke depan, SAE Lapas Pekanbaru diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan program asimilasi, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja sebagai bekal sebelum kembali ke tengah masyarakat.(Tribun Pekanbaru)
Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/pekan-life/1111466/lapas-kelas-iia-pekanbaru-panen-15-ton-ikan-patin-dan-tebar-1500-benih-lele?page=2
komentar Pembaca