Senin, 06 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • 5 Orang Terduga Teroris Yang Diamankan Densus 88 di Kampar Bergelagat Baik, Ini Kata Kepala Desa

5 Orang Terduga Teroris Yang Diamankan Densus 88 di Kampar Bergelagat Baik, Ini Kata Kepala Desa

admin
Kamis, 13 Agu 2020 16:00

 BANGKINANG - Kepala Desa Suka Mulya Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar benarkan tentang adanya penangkapan 5 orang warganya.

Kelima warga itu diamankan oleh Densus 88, Selasa (11/8/2020) karena diduga teroris.

Kepala Desa Suka Mulya, Sugianto, Kamis (13/8) membeberkan bahwa dirinya mengetahui kejadian penangkapan dari Babinsa di desa. Penangkapan dilakukan saat pagi hari.

"Kelima orang terduga teroris ditangkap dilokasi yang berbeda menurut keterangan yang saya dapat," ungkapnya.

Sugianto menuturkan dua orang diantaranya ditangkap di rumah dan di Rumah Toko tempat bekerja.

Sementara itu tiga orang lagi ditangkap saat hendak pergi bekerja mendodos sawit.

Menurutnya dari lima terduga teroris tersebut, empat diantaranya merupakan warga tempatan. Satu lagi yang ditangkap merupakan pendatang.

"Selama ini kelima terduga tersebut tiada gelagat mencurigakan keliatan sehari-hari. Terlebih lagi kepada salah satu warga yang ditangkap," ungkapnya.

Ia mengatakan salah seorang yang ditangkap termasuk warga yang aktif bermasyarakat dan selalu ikut membantu berbagai program di desa.

"Kita tidak menyangka dia juga ikut kena tangkap," ungkapnya.


Sugianto menghimbau agar tidak menyebarkan informasi yang keliru.

"Warga kita masih terduga statusnya jadi jangan sebar informasi yang salah. Selain itu kita himbau warga pendatang melapor," ungkapnya.


Sementara itu orang tua terduga teroris berinisial LR bernama Linggarjati mengaku tidak mengerti dan mengetahui kenapa anaknya ditangkap.

"Saya tau ada penangkapan, tetapi saya tidak tau pasti kenapa anak saya ditangkap," ungkapnya.

Menurutnya penangkapan yang dilakukan tiada barang bukti berbahaya dibawa, melainkan hanya HP dan tanda pengenal milik anaknya.

"Usai penangkapan saya sempat pergi ke Polda Riau untuk mencari tahu kejelasan tentang anak saya, namun pihak Polda Riau tidak memberitahu. Pihak Polda Riau menyuruh saya menanyakan ke Mabes Polri," ungkapnya.

Ia mengaku menerima penangkapan anaknya jika memang salah, tetapi juga memohon untuk dijelaskan kenapa anaknya ditangkap.

Linggar Jati mengatakan sehari-hari perilaku anaknya biasa saja, tiada yang mencurigakan.

"Anak saya bahkan aktif di masyarakat dan bahkan sempat menjadi Ketua Komite MTS," katanya.

Menurutnya, sehari-hari anaknya tiada menunjukkan adanya paham yang salah dianutnya sehingga menjurus ke teroris.

Sebelumnya Polres Kampar keluarkan rilis terkait adanya peristiwa penangkapan terduga teroris di Kampar.

Rilis tertulis ini disampaikan melalui pesan Whats App Group oleh Kasubag Humas Polres Kampar, Iptu Deni Yusra, Rabu (12/8) malam.

Disampaikan, rilis ini dikeluarkan atas persetujuan tim yang terlibat.

Rilis tertulis ini dikeluarkan sehari setelah pernyataan Polda Riau bahwa pihak kepolisian melakukan penangkapan teroris di Kampar.

Dalam rilis itu dijelaskan Tim Densus 88 Anti Teror Polri bersama Jajaran Polda Riau dan Polres Kampar kembali mengamankan 5 orang terduga teroris, kelima orang ini diamankan, Selasa (11/8) di wilayah Desa Suka Mulya Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar.

Penangkapan para terduga teroris oleh Tim Densus 88 bersama Jajaran Polda Riau dan Polres Kampar ini dilakukan dalam waktu yang hampir berdekatan, kelimanya merupakan warga asli Kabupaten Kampar, yaitu SU, TJ, SY, LR dan TW.


Para terduga teroris yang diamankan aparat Kepolisian ini semuanya tergabung dalam jaringan teror Jamaah Anshorut Daulah (JAD).

Jaringan ini menganggap sistem negara demokrasi adalah kafir sehingga pada saat Pilpres tahun 2019 lalu, sebagian kelompok ini merusak baliho dan bendera salah satu Parpol di Kabupaten Kampar dengan cara merobeknya.

Penangkapan terduga teroris ini karena keterlibatannya dalam menyembunyikan dan memberikan fasilitas terhadap DPO (Daftar Pencarian Orang) terkait Tindak Pidana Terorisme yaitu NW, yang lebih dulu ditangkap Tim Densus 88 di rumah kontrakannya di Perawang pada, Sabtu (1/8) lalu.

NW sebelumnya terlibat kasus Tindak Pidana Terorisme, terkait pembuatan bahan peledak dan perencanaan amaliyah untuk meledakkan bom bunuh diri di gereja - gereja yang ada di Kota Pekanbaru, bersama dengan 4 orang rekannya, yaitu AZ, ZZ, AM dan KH yang diamankan 21 Juni 2020 lalu.

Berdasarkan pengakuan tersangka (NW), bahwa ia akan melakukan amaliyah dengan cara meletakan Bom di Gerobak Cilok yang biasa digunakannya untuk berjualan, kemudian akan meledakan bom bunuh diri di Markas Kepolisian Polres Kampar, namun sebelum mereka beraksi, Tim Densus 88 berhasil mengetahui rencana mereka dan mengamankan para pelaku.




Sumber: tribunpekanbaru.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor