Senin, 06 Jul 2026
Peristiwa,
7 Warga Riau Meninggal akibat Rabies, Pemilik Hewan Diminta Jangan Tunda Vaksinasi
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 06 Jul 2026 11:27
PEKANBARU - Rabies masih menjadi ancaman serius di Provinsi Riau. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, tujuh warga Riau meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan melalui gigitan hewan tersebut.
Kondisi itu menjadi pengingat penting bagi para pemilik hewan peliharaan agar tidak menunda vaksinasi rabies.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan berdasarkan data Pemerintah Provinsi Riau, sepanjang periode 2021 hingga 2025 terdapat tujuh kasus kematian akibat rabies. Meski demikian, hingga pertengahan tahun 2026 belum ada laporan korban meninggal dunia.
"Dalam periode 2021 sampai 2025, tercatat tujuh orang meninggal dunia akibat rabies. Kita bersyukur, pada tahun 2026 ini belum terdapat laporan meninggal dunia akibat rabies. Data ini menjadi dasar bagi kita untuk terus memperkuat langkah pencegahan agar kondisi tersebut dapat kita pertahankan," kata SF Hariyanto, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, salah satu langkah paling efektif mencegah rabies adalah memastikan seluruh hewan penular rabies, seperti anjing, kucing, dan kera, mendapatkan vaksinasi secara rutin.
Ia mengingatkan, rabies merupakan penyakit yang hampir selalu berakibat fatal apabila gejalanya sudah muncul. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari hewan peliharaan sebagai sumber utama penularan.
"Vaksinasi hewan penular rabies harus menjadi perhatian utama, terutama pada wilayah yang memiliki risiko penularan," ujarnya.
SF Hariyanto juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini 11 dari 12 kabupaten/kota di Riau masih berstatus tertular rabies. Hanya Kabupaten Kepulauan Meranti yang telah dinyatakan bebas rabies.
Melihat kondisi tersebut, ia mengajak seluruh pemilik hewan peliharaan agar lebih bertanggung jawab dengan membawa hewannya mengikuti vaksinasi rabies dan menjaga kesehatannya secara berkala.
Selain vaksinasi, masyarakat juga diminta tidak mengabaikan kasus gigitan hewan. Menurut SF Hariyanto, setiap korban gigitan harus segera mendatangi fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.
"Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas tentang apa yang harus dilakukan, ke mana harus melapor, dan bagaimana mendapatkan penanganan awal. Ini penting agar setiap risiko dapat ditangani sedini mungkin," katanya.
Sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran rabies, Pemerintah Provinsi Riau saat ini tengah menggelar Bulan Vaksinasi Rabies 2026. Program vaksinasi gratis tersebut berlangsung hingga September dan menargetkan 22.000 hewan penular rabies mendapat vaksin.
"Pemerintah Provinsi Riau akan terus memperkuat upaya pengendalian rabies melalui kerja sama lintas sektor sebagai bagian dari dukungan terhadap target Indonesia Bebas Rabies 2030," kata SF Hariyanto. (Tribunpekanbaru)
Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/riau-region/1108717/7-warga-riau-meninggal-akibat-rabies-pemilik-hewan-diminta-jangan-tunda-vaksinasi?utm_content=headline-primary&utm_medium=widget-homepage&u
komentar Pembaca