Sabtu, 01 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Absen Mengaji, 9 Santriwati Tasikmalaya Dipukul Hingga 57 Kali

Peristiwa

Absen Mengaji, 9 Santriwati Tasikmalaya Dipukul Hingga 57 Kali

Sabtu, 20 Apr 2019 13:46
Detik.com
TASIKMALAYA - Sembilan orang santriwati di Tasikmalaya, Jawa Barat, dianiaya oknum guru mengaji sekaligus keamanan salah satu pondok pesantren (ponpes) tempat mereka belajar. Diduga pemicu penganiayaan adalah korban absen saat mengaji.

Dari sembilan orang, empat santriwati didampingi orang tuanya kemudian melaporkan kejadian itu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya pada Sabtu (20/4/2019) siang.

"Iya, ada empat orang tua santriwati dari Cianjur, Karawang dan Tasikmalaya datang ke kantor kami untuk melaporkan kejadian yang menimpa anaknya. Keempat korban diduga dianiaya guru ngaji sekaligus pengaman ponpes di Tasikmalaya," ujar Ketua KPAID Tasikmalaya Ato Rinanto.

Para korban, kata Ato, mengaku diancam dan dipukuli menggunakan kayu hingga puluhan kali. Korban akan menerima tiga kali pukulan di betis dan paha setiap tidak masuk mengaji. Korban adalah santriwati setingkat SMA yang kini duduk dibangku kelas 3.

"Gara-garanya absen mengaji. Satu kali (tidak masuk), dipukul 3 kali. Bahkan ada yang dipukul sampai 57 kali karena abses 19 kali," katanya.

Akibatnya korban mengalami lebam di bagian yang dipukul. Bahkan keempatnya sampai tidak bisa jalan selama empat hari karena mengalami pecah pembuluh darah.

Salah satu korban mengaku absen mengaji karena kelelahan usai mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah umum. "Saya enggak ngaji karena kecapean ujian sama giat ekstrakurikuler," ujar korban berinisial Ku ini.

Sementara orang tua salah satu korban, Imas Sudiawati, baru mengetahui anaknya menjadi korban penganiayaan setelah bertemu usai Pemilu 2019. Saat itu anaknya pulang ke rumah dan mengeluh sakit.

"Awalnya anak saya pulang nangis saja. Anak saya jalannya kayak entog (bebek). Astagfirullah, saya sakit hati karena akan saya bukannya dididik malah disiksa," ujarnya.

Kasus ini sendiri saat ini masih didalami oleh KPAID Tasikmalaya. Sehingga KPAID belum bisa mengambil tindakan lebih lanjut sebelum mendalami laporan tersebut.


Sumber: detik.com
Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 01 Agu 2026 16:50

    Polda Metro Siapkan Pengamanan 47 Kegiatan di Jakarta dan Sekitarnya

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengamankan 47 kegiatan yang berlangsung di wilayah hukumnya hari ini. Kegiatan terdiri dari tiga penyampaian pendapat di muka umum dan 44 kegiatan masyarakat.Kabid Humas Po

  • Sabtu, 01 Agu 2026 16:20

    Purbaya Janji Nggak Ada Kenaikan Pajak, tapi Kejar Penunggak

    Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak meski berupaya meningkatkan penerimaan negara. Langkah yang ditempuh adalah mengoptimalkan penagi

  • Sabtu, 01 Agu 2026 16:17

    AXIS Nation Cup 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pembinaan Talenta Futsal Pelajar di 40 Kota

    JAKARTA-PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui brand AXIS kembali menghadirkan AXIS Nation Cup (ANC) 2026, turnamen futsal antarpelajar jenjang SMA dan SMK yang memasuki tahun keempat peny

  • Sabtu, 01 Agu 2026 16:14

    Mulai 3 Agustus, Ribuan UMKM Bisa Urus NIB hingga Sertifikat Halal Gratis di DPMPTSP Riau

    PEKANBARU - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin mengurus legalitas usaha secara gratis diminta memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap sebelum mendatangi lokasi pela

  • Sabtu, 01 Agu 2026 16:12

    Jenguk Pasien RSUD Dorak, Bupati Asmar Pastikan Mutu Layanan Meranti

    MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti Asmar mengunjungi tokoh masyarakat Katan beserta sejumlah warga yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dorak, Selatpanjang, Jumat (31/7/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki