Sabtu, 01 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Aksi Mahasiswa Unpad Warnai Demo DPR 5 September 2025

Peristiwa,

Aksi Mahasiswa Unpad Warnai Demo DPR 5 September 2025

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 05 Sep 2025 15:18
Berita satu.com
Suasana di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (5/9/2025) sore berubah menjadi lautan manusia penuh warna. Ratusan mahasiswa mengikuti aksi bertajuk “Piknik Rakyat Nasional”, sebuah demonstrasi damai yang menuntut pemenuhan 17+8 Tuntutan Rakyat.

Pantauan di lapangan menunjukkan mayoritas massa berasal dari Universitas Padjadjaran (Unpad). Mereka melakukan long march dari depan Gedung TVRI di Jalan Gerbang Pemuda menuju gerbang utama DPR RI di Jalan Gatot Subroto.

Lebih dari 400 mahasiswa hadir dengan membawa bendera sambil menyanyikan lagu perjuangan seperti Halo-Halo Bandung hingga Buruh Tani, dan menyerukan pekik perlawanan.

“Sekarang telah menjadi Lautan Aksi! Mari bung, rebut kembali!” teriak salah seorang orator, yang langsung disambut gemuruh peserta aksi.

Meski sempat diguyur rintik hujan, semangat massa tetap menyala.

Berbeda dengan demo mahasiswa biasanya, aksi kali ini tampil unik dengan atribut berwarna pink, hijau, dan biru. Warna mencolok itu diklaim sebagai simbol keberagaman gerakan rakyat.

“Memang temanya colorful kali ini, makanya pink pink. Brave pink. Sesuai sama yang lagi ramai kan, tetapi dipakaiin almamater saja,” ujar seorang mahasiswa.

Di depan gerbang DPR, massa membentuk lingkaran besar dan melakukan orasi bergantian menggunakan pengeras suara.

Aksi ini diinisiasi oleh Koalisi Masyarakat Sipil dan diumumkan melalui akun Instagram BEM Kema Unpad (@bem.unpad) sejak dini hari.

Poster berwarna pink dan hijau mengajak masyarakat ikut serta dalam demo DPR 5 September 2025 bertajuk "Piknik Rakyat Nasional", dengan pesan mendesak pemerintah memenuhi tuntutan rakyat.

Isu-isu utama yang diusung, antara lain:

  1. Perbaikan kondisi ekonomi di tengah kenaikan harga bahan pokok.
  2. Jaminan hak-hak buruh dan petani, termasuk penolakan kebijakan yang merugikan.
  3. Penguatan demokrasi serta penolakan upaya pelemahan lembaga independen.
  4. Perlindungan terhadap kelompok rentan, termasuk perempuan, mahasiswa, dan masyarakat adat.

Tambahan delapan tuntutan khusus juga diarahkan pada kebijakan baru di sektor lingkungan hingga tata kelola pemerintahan yang dinilai bermasalah.

Bagi mahasiswa, DPR tetap menjadi simbol sekaligus pintu utama penyampaian aspirasi rakyat.

“Ini bukan sekadar aksi, tetapi peringatan bahwa rakyat menuntut janji-janji pemerintah yang hingga kini belum dipenuhi,” tegas seorang koordinator lapangan.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 01 Agu 2026 09:58

    3,5 Tahun Dampingi Dua Anak 'Tulang Kaca', RS Bhayangkara Polda Riau Beri Penanganan Komprehensif Tanpa Biaya

    PEKANBARU-Di sebuah rumah sederhana di Jalan Sidomulyo, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, dua bocah menjalani masa kecil yang berbeda dari anak seusianya. Bukan karena kuran

  • Sabtu, 01 Agu 2026 09:56

    Malaria Masih Hantui Sinaboi, Warga Rohil Minta Pemerintah Lebih Serius

    SINABOI-Ancaman malaria yang masih berulang di Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), mendorong masyarakat meminta pemerintah daerah mengubah pola penanganan dari sekadar respons terhadap k

  • Sabtu, 01 Agu 2026 09:51

    Gaji ke-13 ASN Rohil-Inhu Beres, Pemprov Riau Masih Kawal Hak Pegawai di Daerah

    PEKANBARU-Kabar baik datang bagi aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan pembayaran gaji ke-13 ba

  • Sabtu, 01 Agu 2026 09:48

    20 Organisasi dan Institusi Bersatu, Koalisi Baru Ini Bidik Masa Depan Jurnalisme Indonesia

    JAKARTA - Masa depan jurnalisme Indonesia memasuki babak baru setelah sejumlah organisasi pers, perusahaan media, lembaga bantuan hukum, serikat pekerja, akademisi, hingga perguruan tinggi sepakat mem

  • Sabtu, 01 Agu 2026 09:46

    Usut Kasus Suhardiman Amby, KPK Panggil Istri, Anggota DPRD, hingga Tujuh Tenaga Ahli Bupati

    PEKANBARU " Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah saksi dalam penyidikan perkara yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif, Suhardiman Amby.Juru

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki