Rabu, 24 Jun 2026
Peristiwa,
Atlet Tinju Jadi Korban Penganiayaan Brutal di Lampung
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 24 Jun 2026 11:15
Jakarta - Seorang atlet tinju Lampung yang telah memastikan tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 di Manado diduga menjadi korban penganiayaan brutal di kawasan Kompleks Gedung Olahraga (GOR) PKOR Way Halim, Kota Bandar Lampung, Selasa (23/6/2026).
Korban bernama Ikhwan Azzahro (20) mengalami luka di bagian kepala dan tangan setelah diduga diserang oleh sejumlah orang saat berada di kawasan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) PKOR.Pelatih tinju Lampung, Cikal Farrah Labita, mengungkapkan insiden tersebut diduga merupakan buntut dari perselisihan yang terjadi beberapa hari sebelumnya antara salah satu atlet binaannya dengan sekelompok warga di sekitar warung depan area gantangan burung PKOR.
Menurut Cikal, permasalahan bermula pada Sabtu malam, 20 Juni 2026. Saat itu seorang atlet bernama Abi melintas menggunakan sepeda motor untuk mengambil perlengkapan latihan.
Ketika melintasi polisi tidur, motor yang dikendarainya menghentak dan memicu komentar dari beberapa orang yang berada di lokasi.
“Abi merasa tidak terima karena mendapat ucapan kasar. Saat berhenti, dia melihat beberapa orang hendak menghampirinya sehingga memilih pergi karena jumlah mereka lebih banyak,” kata Cikal saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026).
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pelatih. Cikal mengaku sempat berupaya menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dengan mendatangi lokasi, namun tidak berhasil karena warung yang menjadi tempat berkumpul kelompok tersebut sudah tutup.
Situasi kembali memanas pada Senin (22/6/2026) malam ketika sejumlah atlet mendatangi lokasi untuk meminta penjelasan terkait ucapan yang diterima Abi. Namun menurut Cikal, saat itu hanya terjadi adu mulut tanpa adanya kontak fisik.
Puncaknya terjadi pada Selasa siang. Saat Abi menjemput Ikhwan yang tinggal di asrama PPLP PKOR, keduanya diduga diadang oleh empat orang.
Cikal menyebut para pelaku membawa sejumlah senjata dan alat berbahaya seperti cangkul, parang, serta kayu.
“Atlet kami, Abi, menjemput Ikhwan yang tinggal di PPLP. Ternyata mereka diadang empat orang. Korban kemudian dianiaya menggunakan cangkul hingga mengalami luka di kepala dan tangan,” tuturnya.
Akibat kejadian tersebut, Ikhwan mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
Cikal berharap aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat.
Dia menilai aksi kekerasan itu tidak hanya merugikan korban secara pribadi, tetapi juga berdampak terhadap pembinaan olahraga prestasi di Lampung.
Menurutnya, Ikhwan merupakan atlet potensial yang telah lolos seleksi dan dipersiapkan untuk memperkuat Lampung pada ajang PON Bela Diri 2026 di Manado.
“Kami berharap pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Korban adalah atlet yang sudah lolos PON Bela Diri 2026. Kejadian ini sangat merugikan atlet, keluarga, pelatih, dan Pengprov Pertina Lampung,” tegasnya.
Pelaku Diamankan
Kapolsek Sukarame Kompol HD Pandiangan membenarkan adanya insiden penganiayaan yang melibatkan seorang atlet tinju di kawasan PKOR Way Halim, Bandar Lampung.
Menurutnya, pihak kepolisian menerima informasi terkait keributan tersebut pada Selasa pagi sekitar pukul 08.30 WIB saat jajaran Polsek Sukarame sedang melaksanakan apel konsolidasi.
“Mendapat laporan adanya keributan di sekitar PKOR Way Halim, anggota langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan mengendalikan situasi,” kata Pandiangan.
Ia menuturkan, korban yang diketahui merupakan atlet tinju segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dialaminya.
Selain itu, polisi juga telah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Petugas turut menyita barang bukti berupa sebuah cangkul yang diduga digunakan saat aksi penganiayaan terjadi.
“Satu orang terduga pelaku sudah diamankan beserta barang bukti cangkul. Untuk motif kejadian masih kami dalami,”(liputan6)
Sumber: https://berita.liputan6.com/regional/read/7928250/atlet-tinju-jadi-korban-penganiayaan-brutal-di-lampung
komentar Pembaca