Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Benarkah 5 Agustus Bakal Jadi Hari Terpendek? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Peristiwa,

Benarkah 5 Agustus Bakal Jadi Hari Terpendek? Ini Penjelasan Ilmiahnya

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 04 Agu 2025 16:51
Berita satu.com
Fenomena percepatan rotasi Bumi kembali menjadi perhatian publik. Salah satu tanggal yang diprediksi terdampak adalah Selasa (5/8/2025), yang disebut-sebut sebagai hari terpendek dalam setahun.

Disitat dari Live Science, pada tanggal tersebut Bumi akan menyelesaikan satu rotasi penuh sedikit lebih cepat dari biasanya. Hari itu diperkirakan akan berlangsung lebih singkat sekitar 1,25 hingga 1,52 milidetik dibandingkan durasi standar satu hari, yaitu 86.400 detik (24 jam).

Meski perbedaan waktunya sangat kecil, para ilmuwan menanggapinya dengan serius karena mencerminkan dinamika kompleks yang terjadi dalam sistem rotasi Bumi.

Peningkatan kecepatan rotasi seperti ini bukanlah hal baru. Sebelumnya, rekor hari terpendek terjadi pada 5 Juli 2024 dengan percepatan rotasi sebesar 1,66 milidetik. Fenomena serupa juga tercatat pada 9 Juli dan 22 Juli 2025.

Kendati nyata, perubahan ini tidak akan dirasakan langsung oleh manusia dalam aktivitas sehari-hari. Matahari tetap terbit dan terbenam seperti biasa, dan hari akan terasa berlangsung dengan durasi yang normal.

Namun, perbedaan waktu sekecil ini sangat penting bagi sistem yang membutuhkan presisi tinggi, seperti satelit navigasi, jam atom, dan infrastruktur teknologi lainnya. CNN melaporkan jika tren percepatan ini terus berlanjut, para ilmuwan kemungkinan akan mempertimbangkan penerapan detik kabisat negatif sekitar 2029.

Artinya, satu detik akan dihapus dari sistem waktu global untuk menyesuaikan dengan kecepatan rotasi Bumi, langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Beberapa faktor alami menjadi penyebabnya seperti berikut ini.

1. Tarikan gravitasi bulan
Posisi Bulan yang lebih jauh dari ekuator atau lebih dekat ke kutub dapat memengaruhi gaya tarik-menarik yang bekerja pada Bumi. Tarikan ini dapat mempercepat rotasi, menyebabkan durasi satu hari menjadi lebih singkat.

2. Perubahan dinamika inti bumi
Pergerakan inti cair Bumi, yang terdiri dari logam cair seperti besi dan nikel, turut memengaruhi kecepatan rotasi. Aktivitas seismik dan pergeseran massa internal juga berperan dalam fluktuasi ini.

3. Mencairnya es kutub
Perubahan distribusi massa akibat mencairnya es di kutub utara dan selatan berdampak pada momentum rotasi. Ketika es mencair, air menyebar ke area yang lebih luas dan mengubah keseimbangan rotasi Bumi.

4. Perubahan atmosfer musiman
Pola angin, tekanan atmosfer, dan fenomena seperti El Nino dan La Nina memengaruhi distribusi massa di atmosfer, memberikan efek kecil tetapi terukur pada rotasi Bumi.

Dampak Hari Terpendek di Indonesia
Perubahan durasi hari yang hanya lebih pendek dalam hitungan milidetik sebenarnya tidak akan terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Aktivitas, seperti bekerja, tidur, atau bepergian tetap berlangsung seperti biasa tanpa gangguan yang signifikan.

Namun, di sisi lain, sistem teknologi modern yang bergantung pada ketepatan waktu dapat mengalami dampak tertentu. Misalnya, sistem GPS dan navigasi satelit sangat bergantung pada sinkronisasi waktu yang sangat presisi. Gangguan sekecil apa pun bisa memengaruhi akurasi data lokasi.

Jaringan telekomunikasi, termasuk teknologi seperti 5G, juga membutuhkan ketepatan waktu hingga mikrodetik agar berfungsi optimal. Selain itu, sistem kelistrikan nasional memanfaatkan waktu yang akurat untuk mengatur distribusi energi dan menjaga stabilitas beban.

Selain aspek ilmiah, fenomena hari terpendek ini juga mengangkat kesadaran akan isu lingkungan. Salah satu penyebab percepatan rotasi adalah mencairnya es di kutub akibat perubahan iklim. Sebagai negara kepulauan yang rawan terhadap kenaikan permukaan laut, Indonesia berpotensi terdampak secara langsung.

Oleh karena itu, peristiwa ini bisa menjadi pengingat akan pentingnya pelestarian lingkungan, pengurangan emisi karbon, dan aksi nyata dalam mitigasi perubahan iklim.

Hari terpendek pada 5 Agustus 2025 merupakan fenomena ilmiah yang benar-benar terjadi, meskipun tidak berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia. Meski begitu, dampaknya hanya akan lebih terasa pada sistem teknologi yang membutuhkan presisi waktu tinggi.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.