Rabu, 08 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Berkedok Penelitian 'Swinger', Dosen di Yogya Lecehkan Sejumlah Wanita

Berkedok Penelitian 'Swinger', Dosen di Yogya Lecehkan Sejumlah Wanita

admin
Senin, 03 Agu 2020 13:44
BA lecehkan wanita dengan kedok penelitian. ©2020 Merdeka.com/istimewa
Seorang dosen yang sempat mengajar di sebuah kampus swasta di Yogyakarta membuat sebuah pengakuan yang kontroversial. Dosen berinisial BA ini merekam pengakuannya telah melakukan pelecehan seksual dengan kedok penelitian swinger atau tukar pasangan.

Pengakuan direkam dalam bentuk video dan diunggah oleh BA di akun media sosialnya. Dalam video itu, BA mengaku telah melakukan pelecehan seksual kepada sejumlah perempuan.

Pelecehan seksual ini berawal ketika BA menghubungi sejumlah perempuan. Berdalih sedang melakukan penelitian tentang swinger atau tukar pasangan, BA justru menggiring agar perempuan yang dihubunginya ini mendengarkan fantasi seksual BA.

Dalam video yang dibuatnya, BA juga meminta maaf kepada pihak UGM dan NU yang telah dicatut namanya. BA mengaku telah menggunakan nama UGM dan NU untuk melancarkan aksinya.

BA Minta Maaf

Berikut ini isi pengakuan BA dalam video yang diunggah di akun media sosialnya pada Minggu (2/8). Hanya saja akun medsos BA pada Senin (3/8) diketahui telah dihapus:

'Terimakasih temen-teman yang sudah mau mendengarkan video ini. Saya membuat rekaman ini dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari siapapun. Saya BA (nama diinisial) ingin menjelaskan bahwa pernyataan saya mengenai rencana penelitian tentang swinger kepada banyak perempuan adalah bohong, karena sesungguhnya saya lebih ingin berfantasi swinger secara virtual semata.

Hal itu dikarenakan kata swinger sering menghantui saya disetiap waktu. Selain berfantasi secara virtual tentang swinger, saya juga pernah melakukan pelecehan secara fisik.

Secara khusus saya meminta maaf kepada seluruh korban baik dari kampus UGM Bulaksumur maupun yang lain yang pernah menjadi korban pelecehan saya baik secara fisik, tulisan maupun verbal sehingga menimbulkan trauma.

Saya juga minta maaf kepada NU dan UGM karena selama ini menyalahgunakan nama NU dan UGM dalam mencari target. Secara umum saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan berjanji tidak lagi melakukan kebohongan ini.

Apa yang saya lakukan selama ini tidak diketahui oleh Istri saya. Setelah ini saya akan menceritakan kepada istri saya dan meminta dia mendampingi saya dalam melakukan terapi secara intensif ke Psikolog maupun Psikater agar bisa terbebas dari penyimpangan ini. Kemudian terakhir saya berjanji untuk tidak melakukan hal ini lagi dan bila terbukti melakukan lagi saya siap menerima semuala konsekuensi hukum.'

Hingga saat ini, BA belum bisa dikonfirmasi. Merdeka.com hingga saat ini terus berupaya untuk mengkonfirmasi BA terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukannya.

UGM Tak Ikut Campur

Terkait pengakuan BA yang mencatut nama UGM dalam aksinya, Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani pun angkat bicara. Mengenai hal itu, Iva menyebut adalah tanggung jawab pribadi BA dan tak ada hubungannya dengan UGM.

"Karena itu merupakan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan UGM maka menjadi tanggung jawab pribadi. Tidak ada kaitannya dengan UGM sebagai institusi," ujar Iva saar dihubungi, Senin (3/8).

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor