Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Bupati Diminta Tegas, Banyak Perencanaan Proyek di Bengkalis Asal Buat

Peristiwa

Bupati Diminta Tegas, Banyak Perencanaan Proyek di Bengkalis Asal Buat

Laporan: Afdal Aulia
Senin, 28 Nov 2016 16:45
Internet
ilustrasi

BENGKALIS-Perencanaan yang baik menjadi salah satu syarat untuk penataan pembangunan yang benar dan tepat sasaran. Banyak produk pembangunan yang dihasilkan, karena perencanaan tidak tepat maka produk tersebut mubazir atau tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Terkait persoalan tersebut, sejumlah elemen masyarakat dan pelaku konstruksi meminta Bupati Bengkalis, Amril Mukminin untuk bertindak tegas, meminta seluruh rekanan konsultan perencana turun lapangan, agar memahami kondisi di mana proyek pembangunan dilakukan.

"Banyak contoh yang bisa kita lihat ketika perencanan yang dilakukan tidak sesuai dengan kondisi lapangan sehingga terkesan asal buat saja. Proyek yang dihasilkan tidak maksimal dan bahkan terkesan hanya menggerogoti keuangan daerah," ujar Hendrik salah seorang kontraktor di Bengkalis, Senin (28/11/2016).

Ia mencontohkan jembatan Sungai Liong di kecamatan Bantan karena konsultan tidak menguasai medan atau demi memenuhi keinginan pemesan, jembatan dibangun tanpa memperdulikan kontur tanah  yang labil. Belum apa-apa jembatan sudah turun. Banyak lagi contoh yang lain yang bisa kita lihat. Hal-hal semacam ini mestinya tidak perlu terjadi lagi kalau pengambil kebijakan bersikap tegas.

Begitupun kasus pelabunan roro II Air Putih Bengkalis. Karen perencanaan yang tidak matang, proyek milyaran rupiah tersebut tidak bisa digunakan dengan maksimal. Sejatinya hal-hal semacam itu tidak terjadi lagi.

Perencanaan untuk proyek di Kembung Luar atau Teluk Lancar misalnya, kata Hendrik tidak bisa disamakan dengan kondisi di Ibu Kota Kecamatan atau di pinggiran kota. Karena perencanaan yang tidak tepat, tidak jarang ada rekanan yang terpaksa menyelesaikan pekerjaan, walau harus menanggung kerugian.

Selain itu kata Hendrik, PPTK dan KPA diminta juga harus tahu kondisi di lapangan. Tidak begitu saja menerima laporan dari rekanan atau konsultan, tanpa mengecek kondisi di lapangan.

"Efesiensi anggaran itu menurut saya buka hanya soal tepat tidaknya anggaran yang kita gunakan, tapi juga soal output dari pekerjaan yang kita hasilkan. Misalnya, anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan jembatan,  memang sudah tepat karena sangat dibutuhkan, hanya saja jembatannya  cuma bisa digunakan beberapa tahun saja, karena bangunan atau kondisi tanahnya yang tidak bagus. Disanalah saya lihat perencanan itu menjadi sebuah keniscayaan," sebut Hendrik lagi.

Untuk itu, dirinya meminta kepala daerah tegas terkait persoalan perencanaan. Tidak ada lagi perencanaan tembak atas kuda, tapi benar-benar turun ke lapangan dan mengetahui kondisi yang ada.(afd)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.