Cara Kemendikbud Cegah Penularan Covid-19 di Sekolah
admin
Jumat, 14 Agu 2020 11:46
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengizinkan satuan pendidikan di zona hijau dan kuning Covid-19 untuk mengadakan belajar tatap muka di kelas. Banyak pihak mengkhawatirkan keputusan tersebut akan menyebabkan timbulnya klaster baru Covid-19 di sekolah.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Dirjen Paudasmen) Kemendikbud menerangkan langkah teknis yang dilakukan pihaknya guna meminimalisir terjadinya hal tersebut. Salah satunya dengan tak mengizinkan guru dan siswa yang tengah batuk pilek datang ke sekolah.
"Makanya ini ada mekanisme petunjuk teknis yang kami sebarkan ke sekolah-sekolah. Bahwa untuk guru-guru yang mengalami reaktif tidak diperkenankan untuk masuk sekolah. Bahkan untuk bapak ibu guru yang mengalami batuk pilek dan sakit itu tidak diperkenankan datang ke sekolah," ucap Jumeri dalam Bincang Sore Kemendikbud secara daring, Jumat (14/8).
Selain itu sekolah juga diwajibkan untuk mengecek suhu para siswa yang hendak masuk ke dalam area sekolah.
"Agar yang lebih dari 37 tidak boleh masuk ke sekolah. Ini filter-filter yang kita berikan," ucapnya.
Para siswa yang bermukim di zona merah Covid-19 sedangkan sekolahnya berada di zona kuning atau hijau disarankan untuk tidak datang ke sekolah. Hal ini untuk mencegah potensi penularan di dalam sekolah.
"Memang ini tidak bisa (mencegah) 100 persen. Kami mengakui bahwa di-scan saja, kemarin penumpang pesawat di-scan saja lolos. Memang ini bagian dari risiko yang harus kita waspadai," ucapnya.
Sediakan Ruang Isolasi di Sekolah
Jumeri juga meminta pihak sekolah untuk menyediakan ruang isolasi jika kedapatan ada siswa atau pengajar yang mengalami sakit di sekolah.
"Sampai di sekolah panas, suhu badannya tinggi, batuk pilek maka dia diisolasi di ruang tersebut," paparnya.
Jumeri juga meminta agar Dinas Pendidikan setempat untuk berkoordinasi dengan layanan fasilitas kesehatan di sekitar sekolah untuk membantu jika terjadi kejadian yang tak diinginkan.