Peristiwa
Cerita Horor di Balik Tembok Tinggi Rupbasan Blitar
Kamis, 13 Des 2018 10:58
Saat masuk ke halaman belakang Rupbasan, detikcom hanya melihat puluhan kendaraan sitaan atau barang bukti kecelakaan lalu lintas yang terhampar di lahan seluas dua hektare tersebut.
Namun yang menarik adalah cerita horor di balik barang-barang yang disimpan di kantor ini. Menurut Kasubsie Administrasi dan Pengelolaan Rupbasan Blitar, Wulandari, kesaksian janggal sering mereka dengar dari aparat kepolisian yang mengantarkan mobil barang bukti laka lantas ke kantor ini.
"Namanya barang bukti ya nggak boleh berubah kondisinya. Justru ketika datang kami catat secara detail bagaimana kondisi ketika datang. Jadi ketika dijadikan barang bukti, ya sama seperti waktu kejadian," jelasnya.
Wulandari melanjutkan, dari cerita para staf yang berjaga selama 24 jam, banyak yang melihat mesin mobil yang tiba-tiba menyala sendiri meski kondisi luarnya sudah hampir hancur. Ada juga yang lampunya menyala sendiri atau berjalan tanpa mesin menyala.
"Sering kalau staf sini bawa putranya yang masih balita, itu banyak yang nangis histeris. Ada anaknya yang bilang, itu ada orang jelek banyak darahnya di sana, sambil tangannya menunjuk ke arah mobil BB (barang bukti) laka lantas," ujar wanita asli kelahiran Blitar ini.
Di balik tembok gedung yang dibangun sejak tahun 2003 ini, para staf juga menceritakan pengalaman mereka saat memeriksa beberapa gudang tempat menyimpan aset atau barang sitaan.
"Pernah suatu malam, petugas memantau kondisi dalam gedung melalui CCTV. Kalau muncul gambar putih bersliweran itu sudah biasa bagi kami. Tapi ini anehnya, kondisi CCTV tiba-tiba posisinya terbalik. Petugas langsung lari menuju lokasi penempatan CCTV itu kan, khawatir sengaja diputar oleh penyusup begitu, nah pas sampai di tempat lho posisi CCTV itu tetap seperti semula. Bolak-balik begitu, kesannya menggoda," papar Wulandari.
Mereka langsung bergegas membuka gudang dan memeriksa setiap sudut ruangan. Namun meski para staf dikerahkan untuk mencari sumber suara itu selama berjam-jam, nyatanya mereka tak menemukan siapa-siapa.
Banyak Tidak Tahu, Bapenda Diminta Gencar Sosialisasi Program Pemutihan PKB
PEKANBARU-Anggota DPRD Riau, Andi Darma Taufik, meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau untuk gencar melakukan sosialisasi keringanan-keringanan pajak yang diberikan kepada masyarakat.Salah sat
Ketidakpastian Regulasi Bisa Hambat Investasi Sawit
BALIKPAPAN â€" Implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2025 tentang tata cara pengenaan sanksi administratif di bidang kehutanan diharapkan mampu memberikan kepastian hukum tanpa mengorb
10.876 Warga Binaan di Riau Diusulkan Terima Remisi HUT RI 2026
PEKANBARU-Sebanyak 10.876 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Provinsi Riau diusulkan mendapatkan remisi umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pad
Lapas Kelas IIA Pekanbaru Panen 1,5 Ton Ikan Patin dan Tebar 1.500 Benih Lele
PEKANBARU - Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru kembali menghasilkan produk perikanan. Warga binaan berhasil memanen sekitar 1,5 ton ikan patin dari kol
Kemendagri Tegaskan HGB Ruko STC Tak Bisa Diperpanjang, DPRD Pekanbaru: Pemko Sudah Sesuai Aturan
PEKANBARU â€" Polemik Hak Guna Bangunan (HGB) ruko di kawasan Sukaramai Trade Center (STC) mulai menemukan titik terang. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan kebijakan Pemerintah Kota Peka