Sabtu, 08 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Cerita Horor di Balik Tembok Tinggi Rupbasan Blitar

Peristiwa

Cerita Horor di Balik Tembok Tinggi Rupbasan Blitar

Kamis, 13 Des 2018 10:58
Detik.com
Wulandari dan salah satu kendaraan barang bukti kecelakaan lantas.
Blitar - Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Blitar yang terletak di Jalan Sumatera 187 ini selalu terlihat sepi. Temboknya pun menjulang tinggi, seakan-akan menutup cerita-cerita horor di baliknya.

Saat masuk ke halaman belakang Rupbasan, detikcom hanya melihat puluhan kendaraan sitaan atau barang bukti kecelakaan lalu lintas yang terhampar di lahan seluas dua hektare tersebut.

Namun yang menarik adalah cerita horor di balik barang-barang yang disimpan di kantor ini. Menurut Kasubsie Administrasi dan Pengelolaan Rupbasan Blitar, Wulandari, kesaksian janggal sering mereka dengar dari aparat kepolisian yang mengantarkan mobil barang bukti laka lantas ke kantor ini.

"Teman-teman polisi itu sering lihat ada orang berdiri di atas gedung ini, seperti menyambut mereka. Woo.. gaya ndadak disambut barang, wong mobil remek ae. Padahal semua staf sedang berada di lantai bawah. Kami ya saling memandang sambil senyum aja kalau mereka bilang seperti itu," tutur Wulandari membuka cerita, Kamis (13/12/2018).

Diakui Wulandari, mobil-mobil yang menjadi barang bukti laka lantas tak semuanya datang dalam keadaan utuh. Bahkan banyak juga yang masih ditemukan darah segar di beberapa bagian mobil, termasuk cuilan tubuh korban.

"Namanya barang bukti ya nggak boleh berubah kondisinya. Justru ketika datang kami catat secara detail bagaimana kondisi ketika datang. Jadi ketika dijadikan barang bukti, ya sama seperti waktu kejadian," jelasnya.

Wulandari melanjutkan, dari cerita para staf yang berjaga selama 24 jam, banyak yang melihat mesin mobil yang tiba-tiba menyala sendiri meski kondisi luarnya sudah hampir hancur. Ada juga yang lampunya menyala sendiri atau berjalan tanpa mesin menyala.

"Sering kalau staf sini bawa putranya yang masih balita, itu banyak yang nangis histeris. Ada anaknya yang bilang, itu ada orang jelek banyak darahnya di sana, sambil tangannya menunjuk ke arah mobil BB (barang bukti) laka lantas," ujar wanita asli kelahiran Blitar ini.

Di balik tembok gedung yang dibangun sejak tahun 2003 ini, para staf juga menceritakan pengalaman mereka saat memeriksa beberapa gudang tempat menyimpan aset atau barang sitaan.

"Pernah suatu malam, petugas memantau kondisi dalam gedung melalui CCTV. Kalau muncul gambar putih bersliweran itu sudah biasa bagi kami. Tapi ini anehnya, kondisi CCTV tiba-tiba posisinya terbalik. Petugas langsung lari menuju lokasi penempatan CCTV itu kan, khawatir sengaja diputar oleh penyusup begitu, nah pas sampai di tempat lho posisi CCTV itu tetap seperti semula. Bolak-balik begitu, kesannya menggoda," papar Wulandari.

Kejadian aneh pun tak hanya ditemukan di malam hari, namun di siang bolong. Menurut Wulandari, suatu ketika seluruh staf mendengar seorang wanita menyanyikan lagu berbahasa Hokian. Suaranya berasal dari salah satu gudang di sisi utara.

Mereka langsung bergegas membuka gudang dan memeriksa setiap sudut ruangan. Namun meski para staf dikerahkan untuk mencari sumber suara itu selama berjam-jam, nyatanya mereka tak menemukan siapa-siapa.

"Saya baru sadar ini bukan hal biasa. Teman-teman saya suruh menutup gudang kembali. Dan lama kelamaan suara itu hilang sendiri," pungkas wanita yang dianggap pawang makhluk sakral di tempat itu.



(detik.com)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 08 Agu 2026 13:45

    Banyak Tidak Tahu, Bapenda Diminta Gencar Sosialisasi Program Pemutihan PKB

    PEKANBARU-Anggota DPRD Riau, Andi Darma Taufik, meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau untuk gencar melakukan sosialisasi keringanan-keringanan pajak yang diberikan kepada masyarakat.Salah sat

  • Sabtu, 08 Agu 2026 13:43

    Ketidakpastian Regulasi Bisa Hambat Investasi Sawit

    BALIKPAPAN â€" Implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2025 tentang tata cara pengenaan sanksi administratif di bidang kehutanan diharapkan mampu memberikan kepastian hukum tanpa mengorb

  • Sabtu, 08 Agu 2026 13:40

    10.876 Warga Binaan di Riau Diusulkan Terima Remisi HUT RI 2026

    PEKANBARU-Sebanyak 10.876 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Provinsi Riau diusulkan mendapatkan remisi umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pad

  • Sabtu, 08 Agu 2026 13:36

    Lapas Kelas IIA Pekanbaru Panen 1,5 Ton Ikan Patin dan Tebar 1.500 Benih Lele

    PEKANBARU - Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru kembali menghasilkan produk perikanan. Warga binaan berhasil memanen sekitar 1,5 ton ikan patin dari kol

  • Sabtu, 08 Agu 2026 13:34

    Kemendagri Tegaskan HGB Ruko STC Tak Bisa Diperpanjang, DPRD Pekanbaru: Pemko Sudah Sesuai Aturan

    PEKANBARU â€" Polemik Hak Guna Bangunan (HGB) ruko di kawasan Sukaramai Trade Center (STC) mulai menemukan titik terang. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan kebijakan Pemerintah Kota Peka

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki