Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Diduga Dianiaya, Warga Rohul Ditemukan Tewas di Sungai Jumrah

PERISTIWA

Diduga Dianiaya, Warga Rohul Ditemukan Tewas di Sungai Jumrah

Laporan : Anggi Sinaga
Rabu, 30 Nov 2016 14:37
Hendra Dedi Syahbudi
Proses penemuan mayat
RIMBAMELINTANG - Diduga kuat sebagai korban penganiayaan, seorang pria bernama Manotar Marojahan Simamora (26) warga jalan Perumahan Guru, kecamatan Tambusai Utara (Tambut) kabupaten Rokan Hulu ditemukan tewas mengambang dialiran sungai Rokan.

Berdasarkan data yang berhasil dirangkum spiritriau.com, Rabu (30/11) menyebutkan, bahwa penemuan mayat tersebut terjadi pada Selasa (29/11) kemarin. Dan pada saat ditemukan kondisi korban sudah mengambang.

Dan pencarian terhadap korban ini dilakukan oleh pihak kepolisian bersama warga masyarakat berdasarkan adanya laporan polisi dari istri korban,  yakni Martiana Br Parangin-angin (31) warga jalan Imam Bonjol kepenghuluan Bagan Batu Barat, kecamatan Bagan Sinembah pada Selasa (29/11) sekitar pukul 12.30 wib.

Dimana dalam laporannya itu disebutkan, bahwa pada hari Ahad (27/11) sekira pukul 22.00 wib korban bersama dengan istrinya berangkat dari Bagan Batu menuju Bagan Siapiapi dengan menggunakan satu unit mobil Toyota Agya nopol BM 1217 PG miliknya. 

Dan pada Senin (28/11) malam sesampainya di kepenghuluan Jumrah tepatnya di areal jembatan Jumrah pelapor menghentikan mobil yang dikendarainya untuk beristirahat sejenak dan buang air kecil. 

Setelah selesai istirahat, kemudian sekira pukul 02.00 wib ketika berjalan hendak kembali ke mobil tiba-tiba istri korban terkejut mendengar suaminya berteriak seperti orang kesakitan, lalu dirinya menoleh kebelakang dan melihat suaminya sudah tergeletak di tanah. 

Setelah melihat hal itu, dirinya ketakukan dan berlari kearah mobil dan langsung mengendarai mobil menuju Bagan Siapiapi. Sekira pukul 02.30 wib pelapor kembali ke TKP dan tidak menemukan suaminya lagi. 

Mengetahui hal tersebut dirinya langsung mengendarai mobilnya kearah Ujung Tanjung. Dan sekira pukul 04.00 wib dini hari dirinya menelepon orang tua korban untuk memberitahukan hal tersebut dan berjanji akan bertemu. 

Setelah bertemu dengan orang tua korban di KM 6 Balam Kecamatan Bangko Pusako, istri korban bersama dengan mertuanya itu melakukan pencarian disekitar jembatan Jumrah. Namun tetap tidak menemukan keberadaan korban. Dan atas kejadian tersebut kemudian istrinya membuat Laporan Polisi di Mapolsek Rimba Melintang. 

Pada Selasa (29/11) tepatnya setelah diterimanya Laporan Polisi tersebut Personil Polsek Rimba Melintang yang dipimpin oleh Kapolsek Rimba Melintang melakukan pencarian dengan keluarga korban dibantu oleh masyarakat kepenghuluan Jumrah. 

Dan sekira pukul 16.30 wib upaya pencarian itu pun terhenti ketika masyarakat menemukan sesosok mayat laki-laki yang terapung di sungai Rokan. Selanjutnya korban langsung digiring ketepi menggunakan pompong dan diangkat keatas permukaan.

Kemudian Kapolsek Rimba Melintang memanggil istri  bersama dengan keluarga korban untuk memastikan mayat yang ditemukan tersebut. Dan setelah melihat kemudian istri dan keluarga korban membenarkan bahwa mayat tersebut adalah korban.  

Setelah itu jenazah dibawa ke Puskesmas Rimba Melintang untuk dibersihkan. Dan guna mengetahui penyebab meninggalnya korban tersebut kemudian sekira pukul 23.00 wib jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan Otopsi.

Kapolres Rokan Hilir, AKBP Henry Posma Lubis Sik MH yang dikonfirmasikan melalui Kapolsek Rimba Melintang, Ipda Boy Setyawan SAP kemarin membenarkan adanya penemuan mayat disekitaran aliran sungai Rokan.

" Ya berdasarkan laporan dari istri korban,  kemudian kita bersama dengan masyarakat setempat melakukan pencarian terhadap korban disekitar lokasi. Dan,  Alhamdulillah akhirnya kita berhasil menemukan korban sudah menjadi mayat, " jelasnya. 

Dan guna pengusutan kasus tersebut, lanjut Kapolsek lagi pihaknya membawa mayat korban ke RS Bhayangkara. " Jenazah korban akan kita otopsi terlebih dahulu. Semua ini guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan, karena istri korban melaporkan bahwa korban telah dianiaya orang tak dikenal," terang Boy Setyawan kembali. (asg) 
Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:32

    One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung

    JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:42

    Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat

    PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:00

    KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun

    JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:55

    Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026

    JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:23

    Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.