Hendra Dedi Syahbudi
Proses penemuan mayat
RIMBAMELINTANG - Diduga kuat sebagai korban penganiayaan, seorang pria bernama Manotar Marojahan Simamora (26) warga jalan Perumahan Guru, kecamatan Tambusai Utara (Tambut) kabupaten Rokan Hulu ditemukan tewas mengambang dialiran sungai Rokan.
Berdasarkan data yang berhasil dirangkum spiritriau.com, Rabu (30/11) menyebutkan, bahwa penemuan mayat tersebut terjadi pada Selasa (29/11) kemarin. Dan pada saat ditemukan kondisi korban sudah mengambang.
Dan pencarian terhadap korban ini dilakukan oleh pihak kepolisian bersama warga masyarakat berdasarkan adanya laporan polisi dari istri korban, yakni Martiana Br Parangin-angin (31) warga jalan Imam Bonjol kepenghuluan Bagan Batu Barat, kecamatan Bagan Sinembah pada Selasa (29/11) sekitar pukul 12.30 wib.
Dimana dalam laporannya itu disebutkan, bahwa pada hari Ahad (27/11) sekira pukul 22.00 wib korban bersama dengan istrinya berangkat dari Bagan Batu menuju Bagan Siapiapi dengan menggunakan satu unit mobil Toyota Agya nopol BM 1217 PG miliknya.
Dan pada Senin (28/11) malam sesampainya di kepenghuluan Jumrah tepatnya di areal jembatan Jumrah pelapor menghentikan mobil yang dikendarainya untuk beristirahat sejenak dan buang air kecil.
Setelah selesai istirahat, kemudian sekira pukul 02.00 wib ketika berjalan hendak kembali ke mobil tiba-tiba istri korban terkejut mendengar suaminya berteriak seperti orang kesakitan, lalu dirinya menoleh kebelakang dan melihat suaminya sudah tergeletak di tanah.
Setelah melihat hal itu, dirinya ketakukan dan berlari kearah mobil dan langsung mengendarai mobil menuju Bagan Siapiapi. Sekira pukul 02.30 wib pelapor kembali ke TKP dan tidak menemukan suaminya lagi.
Mengetahui hal tersebut dirinya langsung mengendarai mobilnya kearah Ujung Tanjung. Dan sekira pukul 04.00 wib dini hari dirinya menelepon orang tua korban untuk memberitahukan hal tersebut dan berjanji akan bertemu.
Setelah bertemu dengan orang tua korban di KM 6 Balam Kecamatan Bangko Pusako, istri korban bersama dengan mertuanya itu melakukan pencarian disekitar jembatan Jumrah. Namun tetap tidak menemukan keberadaan korban. Dan atas kejadian tersebut kemudian istrinya membuat Laporan Polisi di Mapolsek Rimba Melintang.
Pada Selasa (29/11) tepatnya setelah diterimanya Laporan Polisi tersebut Personil Polsek Rimba Melintang yang dipimpin oleh Kapolsek Rimba Melintang melakukan pencarian dengan keluarga korban dibantu oleh masyarakat kepenghuluan Jumrah.
Dan sekira pukul 16.30 wib upaya pencarian itu pun terhenti ketika masyarakat menemukan sesosok mayat laki-laki yang terapung di sungai Rokan. Selanjutnya korban langsung digiring ketepi menggunakan pompong dan diangkat keatas permukaan.
Kemudian Kapolsek Rimba Melintang memanggil istri bersama dengan keluarga korban untuk memastikan mayat yang ditemukan tersebut. Dan setelah melihat kemudian istri dan keluarga korban membenarkan bahwa mayat tersebut adalah korban.
Setelah itu jenazah dibawa ke Puskesmas Rimba Melintang untuk dibersihkan. Dan guna mengetahui penyebab meninggalnya korban tersebut kemudian sekira pukul 23.00 wib jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan Otopsi.
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Henry Posma Lubis Sik MH yang dikonfirmasikan melalui Kapolsek Rimba Melintang, Ipda Boy Setyawan SAP kemarin membenarkan adanya penemuan mayat disekitaran aliran sungai Rokan.
" Ya berdasarkan laporan dari istri korban, kemudian kita bersama dengan masyarakat setempat melakukan pencarian terhadap korban disekitar lokasi. Dan, Alhamdulillah akhirnya kita berhasil menemukan korban sudah menjadi mayat, " jelasnya.
Dan guna pengusutan kasus tersebut, lanjut Kapolsek lagi pihaknya membawa mayat korban ke RS Bhayangkara. " Jenazah korban akan kita otopsi terlebih dahulu. Semua ini guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan, karena istri korban melaporkan bahwa korban telah dianiaya orang tak dikenal," terang Boy Setyawan kembali. (asg)
Peristiwa