Selasa, 23 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Diserang Harimau Sumatera, Remaja 12 Tahun di Indragiri Hilir Tewas

Diserang Harimau Sumatera, Remaja 12 Tahun di Indragiri Hilir Tewas

Admin
Rabu, 03 Nov 2021 16:34
merdeka.com

Konflik satwa liar dengan manusia kembali terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Seorang remaja 12 tahun berinisial MS tewas setelah diserang harimau sumatera di areal HTI atau kebun akasia PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa (MSK).

Serangan terjadi di Desa Teluk Kabung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Minggu (31/10) dini hari. Saat itu korban sedang ikut kedua orang tuanya yang merupakan pekerja PT UBF melakukan penanaman di lokasi itu.

Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Riau M Mahfud mengatakan, awalnya korban bersama ibunya tengah tidur di barak tempat mereka beristirahat. Sekitar pukul 00.05 Wib, ibu korban terbangun setelah mendengar teriakan anaknya meminta tolong.

"Namun kondisi yang gelap membuat membuat penglihatannya terganggu untuk melihat anaknya tersebut. Akhirnya ia masuk dalam dan mencari senter," ujar Mahfud, Rabu (3/11).

Ibu korban lantas mencari keberadaan korban yang sudah tak bersuara lagi. Akhirnya sekitar 60 meter dari barak, korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan bekas luka cakaran dan gigitan di bagian kepala serta tengkuknya.

"Ibu korban langsung meminta tolong pekerja lain yang berada di satu lokasi yang sama," jelasnya.

Saat kejadian, korban hanya berdua dengan ibunya di barak itu. Sementara sang ayah tengah membeli perbekalan untuk kebutuhan kerja. Laki-laki itu baru mengetahui anaknya meninggal dunia setelah dihubungi rekannya yang berada di lokasi.

Kejadian itu juga diinformasikan ke PT MSK yang kemudian datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban. "Dari hasil visum pihak kepolisian dan medis, diagnosis awal kematian korban akibat gigitan binatang buas. Korban sudah makamkan oleh pihak keluarga," katanya.

Seusai kejadian, tim BBKSDA Riau bersama pihak perusahaan dan TNI Polri melakukan mitigasi konflik satwa di lokasi itu. Mereka menemukan bekas cakaran di dinding pondok dan jejak yang diduga milik harimau sumatera.

Tim juga melakukan sosialisasi serta imbauan kepada karyawan yang ada di sekitar lokasi agar hati-hati dan waspada. Mereka diminta tidak melakukan aktivitas pada waktu pagi dan sore hari.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi kejadian juga diimbau tidak memasang jerat atau melakukan tindakan anarkistis terhadap satwa liar dilindungi, termasuk harimau sumatera.

"Pihak perusahaan kita imbau untuk menghentikan aktivitas sementara dan memindahkan seluruh pekerja yang berada di TKP dan sekitarnya ke camp induk PT MSK. Selanjutnya kita memasang camera trap d lokasi kejadian sebanyak 3 unit," tandasnya.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.