(FotoGoriau.com)
SELATPANJANG - Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Meranti dipastikan masih dalam kondisi aman. Pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus memantau distribusi BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan SE, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok BBM di dua SPBU utama di Selatpanjang masih mencukupi untuk melayani masyarakat.
"Berdasarkan pemantauan yang kami lakukan, ketersediaan BBM di Meranti masih aman dan masyarakat tidak perlu khawatir. Distribusi juga terus berjalan seperti biasa," ujar Marwan
Ia menjelaskan, data terbaru menunjukkan stok BBM di SPBU Alahair saat ini sekitar 270 kiloliter. Sementara itu, SPBU Imam Bonjol memiliki ketersediaan sekitar 80 kiloliter untuk kebutuhan hari ini.
"Stok yang ada di SPBU Alahair sekitar 270 kiloliter, sedangkan di SPBU Imam Bonjol sekitar 80 kiloliter untuk hari ini. Jumlah ini masih cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Marwan menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar serta tidak terjadi gangguan dalam penyaluran di lapangan.
"Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar pasokan tetap lancar dan tidak terjadi gangguan dalam penyalurannya," tambahnya.
Selain itu, Disperindag juga mengingatkan kepada pengecer agar tidak melakukan penimbunan, setelah mendapatkan minyak hendaknya langsung dijual kembali.
"Kami mengimbau kepada masyarakat pengencer agar jangan menyimpan atau menimbun minyak, kalau sudah dapat minyak langsung dijual saja," tegas Marwan.
Ia menegaskan bahwa praktik penimbunan dapat mengganggu distribusi dan berpotensi menimbulkan kelangkaan di tengah masyarakat.
"Kalau ada yang menimbun tentu akan berdampak pada distribusi dan bisa memicu kelangkaan. Karena itu kami minta semua pihak bersama-sama menjaga agar pasokan BBM tetap stabil," pungkasnya.
Marwan, turut menyoroti antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU di Selatpanjang dalam beberapa hari terakhir. Ia mengatakan pemerintah daerah akan berupaya mencari solusi agar pelayanan pengisian BBM kepada masyarakat bisa lebih optimal.
Menurutnya, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan pihak pengelola SPBU terkait kemungkinan penambahan jam operasional, sehingga masyarakat memiliki waktu yang lebih luas untuk melakukan pengisian bahan bakar.
"Kami akan menyurati pihak SPBU secara resmi untuk meminta agar jam operasional pengisian BBM bisa ditambah," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, juga telah turun langsung melakukan monitoring ke sejumlah SPBU di Selatpanjang guna memastikan pasokan BBM tetap tersedia dan distribusinya berjalan lancar.
Dari hasil pemantauan di lapangan, yang berlangsung Jumat (6/3/2026), Muzamil menyebutkan stok BBM masih dalam kondisi aman dan masyarakat diminta tidak perlu khawatir.
"Kami turun langsung untuk memastikan ketersediaan BBM di SPBU dan melihat kondisi di lapangan. Dari hasil pemantauan, stok masih tersedia dan distribusi berjalan dengan baik," ujar Muzamil.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan ada tambahan pasokan BBM yang masuk ke Kabupaten Kepulauan Meranti untuk memperkuat stok yang ada.
"InsyaAllah pada tanggal 11 nanti akan masuk lagi pasokan minyak sekitar 300 kiloliter. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan terus berjalan," jelasnya.
Muzamil juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau menyimpan BBM dalam jumlah besar karena hal tersebut dapat mengganggu distribusi bagi masyarakat lainnya.
"Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penimbunan. Pemerintah daerah terus memantau agar distribusi BBM tetap lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi," tambahnya.
Di tingkat nasional, pemerintah pusat juga memastikan ketersediaan BBM tetap aman meski situasi geopolitik di Timur Tengah memanas dan berdampak pada penutupan Selat Hormuz.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa sebagian impor minyak mentah Indonesia memang berasal dari kawasan Timur Tengah, sekitar 20-25 persen. Namun pemerintah telah mengantisipasi dengan menambah pasokan dari wilayah lain seperti Afrika, Australia, dan Amerika Serikat agar suplai untuk kilang dalam negeri tetap terjaga.
"Kita sudah mengalihkan sumber pasokan ke Amerika atau ke daerah negara-negara yang tidak melalui Selat Hormuz. Sementara menyangkut BBM, yang kita impor bensin dan itu dari Asia Tenggara, tidak ada dari Timur Tengah," kata Bahlil dalam keterangan resminya, Kamis (5/3/2026).
Ia juga memastikan cadangan BBM nasional saat ini berada pada level aman, yakni sekitar 23 hari kebutuhan dan selalu dijaga di atas 21 hari. Pemerintah pun menjamin masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi, termasuk menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri aman, termasuk dengan LPG. Jadi tidak perlu ada keraguan sekalipun terjadi dinamika global," ujarnya.
Bahlil juga memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Lebaran. "Saya pastikan bahwa sampai dengan hari raya tidak ada kenaikan," tegasnya.
Sumber: GoRiau.com
Peristiwa