Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Diterjang Air Pasang, Jembatan di Meranti Roboh, Murid SD hingga SMA di Desa Bokor Terpaksa Libur

Diterjang Air Pasang, Jembatan di Meranti Roboh, Murid SD hingga SMA di Desa Bokor Terpaksa Libur

Admin
Jumat, 15 Jul 2022 09:04
pekanbaru.tribunnews.com

KEPULAUAN MERANTI - Jembatan Tanah Kuning yang terletak di Dusun Manggis Desa Bokor roboh diterjang air pasang malam yang arusnya sangat deras.

Robohnya jembatan kayu ini mengakibatkan sejumlah aktivitas masyarakat terkendala.

Bahkan gegara jembatan roboh, murid SD hingga SMA yang tinggal di Desa Bokor harus libur.

Guru SDN 17 Bokor dan siswa SMPN 1 Rangsang Barat, MTS N sungai Cina, MTs Al Huda Bokor dan SMA Pemda Peranggas dan SMAN 1 Rangsang Barat yang tinggal di Dusun Manggis Bokor tak bisa menuju sekolah hingga terpaksa libur.

Jembatan ini roboh pada malam hari waktu air pasang malam yang arusnya begitu deras.

Mendengar kejadian tersebut, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti Sopandi,S.Sos langsung terjun ke tempat kejadian.

Anggota dewan dari Fraksi PAN ini berharap kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti agar jembatan tersebut diswakelolakan dalam pembangunannya.

"Sebelum bangunannya permanen kami minta agar jembatan tersebut diswakelola terlebih dahulu, mengingat ramainya aktivitas masyarakat di sini baik dari segi kesehatan, pendidikan dan sosial," urainya.

"Kalau tidak diswakelolakan maka akan bertambah parah nantinya," imbuhnya.

Sopandi menuturkan, selama ini kondisi jembatan hanya ditopang oleh sebatang kayu, dan hal ini masih cukup berisiko dilewati.

Walaupun mau tidak mau sebagian masyarakat tetap menggunakannya karena tidak punya pilihan lain.

Sementara itu, Kepala Desa Bokor Irianto yang dikonfirmasi membenarkan jembatan tersebut memang roboh malam sebelumnya karena dihempas air pasang.

Dirinya juga mengatakan saat ini pihak dusun dan masyarakat tengah melakukan perbaikan secara swadaya agar bisa dilewati.

Mengingat kondisi tersebut juga membuat sekolah yang terdampak menjadi libur.

"Saat ini memang sedang diperbiki secara swadaya oleh pihak dusun dan masyarakat, paling tidak agar bisa dulu dilewati," ungkapnya.

"Karena sekolah juga jadi libur karena robohnya jembatan itu," imbuh Irianto.

Dirinya mengatakan sebelumnya pihak desa sempat akan menganggarkan pembangunan jembatan tersebut melalui APBDes, hanya terkendala karena pandemi Covid-19.

Walaupun demikian dirinya juga berharap pemerintah daerah juga ikut campur tangan untuk solusi dari jembatan tersebut.

Dengan harapan jembatan yang ada bisa lebih dibuat lebih baik dan terjamin.

"Sebenarnya kita juga berharap kepada pemda sejak lama, dengan harapan jembatan yang ada nantinya bisa lebih baik dan kokoh," tuturnya.

Kepala Dusun Manggis, Musteris yang bersama Sopandi juga meminta agar pemerintah daerah mau membangun jembatan ini.

Musteris juga sampaikan apresiasi terkait hal ini langsung direspon oleh pihak legislatif.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Sopandi yang sudah membantu kami dan mau datang langsung ke lapangan melihat kondisi jembatan tanah Kuning ini." ujar Musteris.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup, Sihazah ST yang dikonfirmasi lewat telepon seluler mengaku akan menampung persoalan tersebut.

Dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan survey ke lapangan.

"Sampai sekarang kita belum dapat informasi dan belum ada laporannya. Jika memang terjadi, kita akan melakukan survei terlebih dahulu," ungkapnya.

Selain itu, agar pihaknya bisa membantu memperbaikinya, Sihazah mengharapkan agar dibuat usulan secara tertulis dari desa.

Sehingga bisa ditindaklanjuti secepatnya.

"Kita butuh usulan dari desa agar kita bisa turun membantu memperbaikinya," tuturnya.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.