Soal Pesangon Tak Jelas
Eks Karyawan PT.BLJ Mengadu ke Wakil Ketua DPRD
Laporan: Afdal Aulia
Senin, 28 Nov 2016 16:50
BENGKALIS-Hingga saat ini, penyertaan modal Pemkab. Bengkalis untuk membayar pesangon 64 eks karyawan PT. BLJ tidak kunjung ada kabarnya. Meskipun sempat dianggarkan di APBD Bengkalis, tetapi tidak direalisasikan oleh Pemkab Bengkalis.
Puluhan eks karyawan perusahaan semi plat merah tersebut mengadu pada Wakil Ketua DPRD Bengkalis Indra Gunawan PHd, Senin (28/11/16) soal nasib mereka yang terkatung-katung akibat tidak menerima pesangon sesuai peraturan perundang-undangan yang ada.
Puluhan karyawan eks PT. BLJ dengan diwakili Muhadi dan Indra Kurniawan menyampaikan pada Wakil Ketua DPRD Indra Gunawan, supaya mendesak Pemkab Bengkalis melakukan pencairan di tahun 2016 ini.
Sebab, alasan mereka, anggaran penyertaan modal melalui
APBD-P 2016 telah dianggarkan mencapai R p8 Milyar lebih. Namun karena
Pemkab Bengkalis belum menyerahkan Ranperda ke Dewan untuk dibahas dan
diparipurnakan, berakibat penyertaan modal tersebut belum bisa
dicairkan.
"Seharusnya Ranperda penyertaan modal itu jauh-jauh hari sudah
diserahkan ke dewan untuk dibahas, tetapi sampai sekarang tak kunjung
diserahkan. Sementara tahun anggaran 2016 hanya sebulan lagi akan
berakhir,"kata Muhadi.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Bengkalis dari fraksi Golkar ini menyampaikan, bahwa akan memperjuangkan hak-hak seluruh karyawan PT, BLJ yang di PHK mencapai 64 orang. Akan tetapi tentu harus melalui koridor dan keranka hukum yang ada, sehingga tidak menabrak aturan main.
"Akan kita perjuangkan hak-hak saudara-suadara. Hari ini (kemarin,red) akan kita rapatkan dengan Ketua DPRD beserta Komisi III, dengan dihadiri perwakilan dari eks karyawan PT. BLJ, "ujar pria dengan panggilan Eet ini.
Artinya, lanjut Eet, bila memang aturannya bisa dibayar, segeralah dilakukan prosesnya, tapi jika tidak bisa, maka perlu ada alasannya kenapa. "Kita dorong kepada eksekutif untuk mencari solusi pencairan anggaran pesangon yang sudah tersedia di APBD itu,"tukas Eet lagi.
Dari pantauan dilapangan, selain puluhan eks karyawan PT. BLJ mengadu pada Wakil Ketua Indra Gunawan, juga terlihat hadir Direktur Perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (PT. BLJ) Abdul Rahman.(afd)
Peristiwa
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura
TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)
Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa
267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan
TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S
2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik
Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di
Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis
BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara