Sabtu, 25 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Gunung Merapi Muntahkan 9 Guguran Lava, Status Siaga Belum Berubah

Peristiwa,

Gunung Merapi Muntahkan 9 Guguran Lava, Status Siaga Belum Berubah

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 28 Jul 2025 09:35
Berita satu.com
Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Selama 24 jam pengamatan pada Minggu (27/7/2025), tercatat sembilan kali guguran lava pijar yang mengarah ke barat daya dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter. Aktivitas ini mempertegas bahwa Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, dalam keterangan resminya pada Senin (28/7/2025).

"Teramati sembilan kali guguran lava ke arah barat daya menuju Kali Sat atau Kali Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter," ujar Agus.

Potensi Bahaya Masih Mengancam di Sektor Selatan-Barat Daya
BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya utama saat ini adalah guguran lava dan awan panas, khususnya di sektor selatan-barat daya. Area yang harus diwaspadai meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km dari puncak.

Secara visual, puncak Merapi terpantau cukup jelas, meski sesekali tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih dengan tekanan lemah, intensitas tipis, dan ketinggian sekitar 10 meter di atas puncak masih terlihat selama masa pengamatan.

Aktivitas Seismik dan Suplai Magma Masih Berlangsung
Dari sisi seismik, Gunung Merapi mencatatkan aktivitas yang cukup tinggi. Selama periode pengamatan terdapat 84 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-29 mm dan durasi antara 39,57 hingga 190,4 detik.

Dicatat pula 108 gempa hybrid atau fase banyak, serta empat gempa tektonik jauh.

Agus Budi Santoso menambahkan, data seismik dan visual menunjukkan bahwa suplai magma ke permukaan masih berlangsung, yang berpotensi memicu awan panas guguran jika intensitas meningkat.

Warga Diminta Waspada
BPPTKG kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan rawan bencana, khususnya di wilayah potensi guguran lava dan awan panas. Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap ancaman lahar hujan dan abu vulkanik, terutama saat cuaca buruk.

"Suhu udara di sekitar Gunung Merapi berkisar antara 16,5 hingga 26,4 derajat celsius, dengan kelembaban 70 hingga 99,7%," tambah BPPTKG.

Tekanan udara tercatat antara 873,3 hingga 919,2 mmHg, sementara cuaca umumnya berawan hingga mendung, dengan angin bertiup tenang ke arah timur.

Status Siaga Akan Dievaluasi Jika Aktivitas Meningkat
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi tetap berada di Level III atau Siaga. Namun, BPPTKG menegaskan bahwa status ini akan ditinjau kembali jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.

Gunung Merapi dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, dan pergerakan geologisnya terus menjadi perhatian utama bagi masyarakat di sekitarnya maupun otoritas kebencanaan nasional.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Jumat, 24 Apr 2026 18:45

    4 Cara Bikin Tummy Time Jadi Momen Seru, Bukan Drama!

    EMPAT cara bikin tummy time jadi momen seru akan diulas Okezone dalam artikel ini. Tummy time atau sesi melatih bayi tengkurap sering kali menjadi momen yang menantang bagi or

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:43

    Wisatawan Indonesia Mulai Lirik Australia, Tren Sportcation Ikut Meningkat

    JAKARTA â€" Minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Australia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Consumer Demand Project 2025 dari Tou

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:40

    Penelitian Ungkap Risiko Kehilangan Massa Otot pada Penggunaan Obat Diet

    JAKARTA â€" Studi terbaru menyoroti adanya perbedaan dampak dari penggunaan obat penurun berat badan (diet) terhadap kondisi tubuh, khususnya terkait massa otot. Temuan ini menunjukkan bahwa penu

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:38

    Mitos atau Fakta: Tubuh Terkilir dan Bengkak Gara-Gara Cedera Sebaiknya Langsung Diurut?

    BANYAK orang masih percaya bahwa cedera seperti terkilir atau bengkak sebaiknya langsung diurut agar cepat sembuh. Praktik ini sudah lama menjadi kebiasaan turun-temurun di ma

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:33

    Pekerja Waspada! Kemenkes Ungkap Demam Berdarah Dengue Bisa Terjadi di Tempat Kerja

    JAKARTA - Demam Berdarah Dengue (DBD) sering kali identik dengan lingkungan rumah atau permukiman padat. Padahal, risiko penularan penyakit yang disebabkan virus dengue ini juga dapat terjadi di

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.