Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Gunung Semeru Erupsi, 59 Kali Gempa Letusan dalam 24 Jam

Peristiwa,

Gunung Semeru Erupsi, 59 Kali Gempa Letusan dalam 24 Jam

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 19 Jul 2025 10:05
Berita satu.com
Gunung Semeru kembali erupsi pada Sabtu (19/7/2025). Kolom abu setinggi 500 meter membumbung dari puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, menandai aktivitas vulkanik yang semakin meningkat.

Sekitar pukul 07.43 WIB, letusan terekam jelas oleh pos pantau milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Menurut laporan resmi yang disampaikan oleh Mukdas Sofian, pengamat Gunung Api Semeru, abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke wilayah selatan serta barat daya.

“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 115 detik,” tulis Mukdas dalam laporan tertulisnya.

Dalam 24 jam terakhir, PVMBG mencatat 59 kali gempa letusan dengan amplitudo berkisar 10-22 milimeter. Setiap gempa berlangsung antara 60 hingga 150 detik, menunjukkan peningkatan tekanan dari dalam perut gunung.

Tak hanya itu, juga terjadi lima kali gempa guguran, dengan amplitudo antara 4-11 milimeter dan durasi 51-157 detik. Meskipun belum ada laporan dampak signifikan terhadap permukiman atau warga, aktivitas vulkanik ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat sekitar.

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level II (Waspada). Namun, para petugas meminta masyarakat untuk tetap waspada karena potensi bahaya bisa datang sewaktu-waktu, terutama jika terjadi erupsi susulan yang lebih besar.

PVMBG telah menetapkan sejumlah zona rawan yang wajib dijauhi warga. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 8 kilometer dari pusat erupsi, serta 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran lahar, khususnya Besuk Kobokan.

“Masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak,” tegas Mukdas.

Wilayah Besuk Kobokan memang dikenal sebagai salah satu jalur lahar dan awan panas yang paling aktif saat Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas. Potensi bahaya ini menjadi pertimbangan utama dalam penentuan zona aman oleh PVMBG.

Warga yang tinggal di sekitar lereng Gunung Semeru, khususnya di jalur aliran lahar, diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari PVMBG. Meskipun letusan kali ini belum menimbulkan kerusakan atau korban, sejarah panjang Semeru menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas dapat berkembang dengan cepat.***(Berita satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.