Jumat, 15 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Harga sawit dan karet anjlok, petani di Riau malas panen

Peristiwa

Harga sawit dan karet anjlok, petani di Riau malas panen

Minggu, 06 Sep 2015 06:40
Jonathan Surbakti
Ilustrasi petaani sawi di Rokan Hilir, Riau
Anjloknya harga karet dan sawit membuat duka para petani di Riau yang memang mata pencahariannya dia dua komoditi itu. Para petani di sejumlah daerah pun malas memetik hasil panen karena biaya tidak sesuai dengan hasil panennya.

"Harga cuma Rp 600 rupiah loh bang, gimana mau panen, kalau kebun kami luasnya ratusan hektar ya mungkin bisa seimbang dengan biaya transport. Tapi kebun kami gak sampai 5 hektar, malah rugi kalau kami panen," ujar Yanto Efendi, warga kecamatan Rengat Barat kabupaten Indragiri Hulu, Riau  Sabtu (5/9).

Selama sebulan ini, harga tandan buah sawit di Riau berkisar Rp 625 hingga Rp 600 per kilogramnya. Kondisi seperti ini membuat para petani sawit malas untuk pergi ke kebun mereka.

"Hari ini seharusnya saya memanen, karena harga sawit anjlok, saya jadi malas untuk pergi ke kebun lagi," kata Suyadi, petani lainnya yang mengaku memiliki lahan sawit 2 hektare.

Menurut Suyadi, sebulan lalu harga sawit masih berkisar seharga Rp 1500 per kilogramnya. Namun, saat ini harga tersebut mengalami penurunan yang cukup drastis mencapai Rp 625 per kilonya.

"Sangat gila, dengan harga sawit yang turun drastis, gimana lagi kehidupan masyarakat," keluhnya.

Akibat merosotnya harga sawit tersebut, tentunya membuat para petani di Riau menderita. Sebab, dua komoditi (karet dan sawit) yang merupakan sumber penghasilan petani saat ini sudah tidak lagi memiliki nilai jual.

"Jika harga sawit seperti ini terus, mau makan apa anak dan istri kami, apalagi harga bahan sembako sekarang cukup tinggi, " sesal Suyadi.

Baik Yanto, Suyadi maupun petani di Riau lainnya berharap agar pemerintah dapat mencarikan jalan keluar untuk semua ini, baik pemerintah kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat, sehingga penderitaan rakyat kecil bisa berakhir.
[merdeka.com]
Peristiwa
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.