Sabtu, 01 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Ibu di Blitar Gantung Diri Karena Depresi di Dekat Bayinya

Peristiwa

Ibu di Blitar Gantung Diri Karena Depresi di Dekat Bayinya

Sabtu, 04 Mei 2019 11:12
Detik.com
Jenazah setelah diturunkan
BLITAR - Warga Kepanjen kidul Kota Blitar dikejutkan dengan seorang perempuan yang ditemukan tewas tergantung di kayu kusen pintu dapur rumahnya. Tangisan anaknya yang masih berusia 5 bulan membuat kerabatnya mendatangi rumah korban.

Si kerabat menemukan sang ibu telah meninggal dalam kondisi mengenaskan. Hermin Setyoningsih memilih mengakhiri hidup dengan cara menggantung dirinya.

Tali tampar plastik biru sepanjang dua meter dan sebuah kursi plastik, jadi saksi bisu peristiwa memilukan itu.

Wanita berusia 45 tahun itu, hanya tinggal dengan anaknya yang masih balita di Jalan Ciliwung No 302 Kelurahan Tanggung. Beberapa kerabat, tinggal berdekatan dengan rumah yang dihuninya.

"Sekitar jam lima tadi, saya dengar kok anaknya bayi nangis terus. Saya bangkit, lalu saya bangunkan saudara saya yang tinggal berdekatan dengan rumah Bulik . Tapi pas lewat depan pintu dapurnya, saya kaget. Ternyata Bulik sudah gantung diri di kusen pintu itu," kesaksian Agung (19) pada polisi di lokasi kejadian, Sabtu (4/5/2019).

Para kerabat dan warga sekitar melaporkan kejadian ini ke polisi. Dari hasil olah kejadian di lokasi, petugas tidak menemukan ada unsur kekerasan. Pun dengan hasil pemeriksaan luar fisik korban oleh tim medis Puskesmas Tanggung. Mereka tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh Hermin.

"Hasil pemeriksaan, ini murni gantung diri. Keluarga korban juga menolak diotopsi," kata Kasat Reskrim Polresta Blitar AKP Heri Sugiono dikonfirmasi detikcom.

Menurut keterangan beberapa kerabat korban, lanjut Heri, Hermin diketahui mengalami depresi. Dia bahkan sudah enam kali dibawa ke RSJ Lawang, untuk pengobatan gangguan kejiwaan.

Korban sebenarnya pernah menikah. Namun pada tahun 2009 pasangan ini bercerai. Sejak itulah, Hermin mengalami depresi, apalagi kedua orang tuanya meninggal dunia.

Beban hidup Hermin makin berat. Ketika seorang lelaki menghamilinya, namun tidak mau bertanggung jawab. Sampai melahirkan, Hermin harus menjalani kehidupan berat itu seorang diri.

"Kami dapat informasi juga, korban dihamili orang tidak bertanggung jawab. Melahirkan bulan Desember lalu. Sejak itu, sering ngomong sendiri. Korban ini juga tidak bekerja. Makan sehari-hari dikasih beberapa kerabat yang tinggal berdekatan dengan rumahnya," ungkap Heri.

Saat ini, jenazah Hermin telah dikremasi. Kerabat dan warga sekitar telah mempersiapkan proses pemakamannya. Sementara, anak balitanya akan dirawat bersama-sama oleh kerabat dekat mereka.



Sumber: detik.com
Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 01 Agu 2026 11:04

    Kapolda Riau Luncurkan Ekspedisi Merah Putih Presisi, Jangkau 17 Daerah 3T

    PEKANBARU-Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meluncurkan program Ekspedisi Merah Putih Presisi sebagai upaya menghadirkan negara hingga ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Provinsi

  • Sabtu, 01 Agu 2026 10:25

    SMA Negeri Plus Riau Gelar Rakor dengan Komite dan Paguyuban Kelas, Perkuat Sinergi untuk Mutu Pendidikan 2026/2027

    PEKANBARU-SMA Negeri Plus Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi bersama Komite Sekolah dan Paguyuban Kelas pada Jumat (31/7/2026) di Ruang TRC sekolah. Pertemuan tersebut bertujuan menyamakan perse

  • Sabtu, 01 Agu 2026 10:20

    FIFA Tak Peduli Ancaman Boikot, Tetap Lanjutkan Rencana Jual Saham

    SWISS-FIFA memastikan tetap melanjutkan proses konsultasi terkait rencana masuknya investasi swasta ke pengelolaan Piala Dunia dan turnamen lainnya, meski mendapat ancaman boikot dari UEFA beserta 55

  • Sabtu, 01 Agu 2026 10:01

    Pilot Malaysia Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Indonesia, Manfaatkan Jalur Khusus Kru Pesawat

    JAKARTA-Jaringan narkotika internasional diduga memanfaatkan jalur khusus awak penerbangan untuk menyelundupkan sekitar 70.114 butir ekstasi atau sekitar 26 kilogram melalui Bandara Internasional Soek

  • Sabtu, 01 Agu 2026 09:58

    3,5 Tahun Dampingi Dua Anak 'Tulang Kaca', RS Bhayangkara Polda Riau Beri Penanganan Komprehensif Tanpa Biaya

    PEKANBARU-Di sebuah rumah sederhana di Jalan Sidomulyo, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, dua bocah menjalani masa kecil yang berbeda dari anak seusianya. Bukan karena kuran

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki