Jumat, 15 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Karhutla Masih Membara di Kampar, Titik Panas Riau Terbanyak Kedua di Sumatera

Peristiwa,

Karhutla Masih Membara di Kampar, Titik Panas Riau Terbanyak Kedua di Sumatera

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 08 Jul 2025 12:14
RIAU POS.CO
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) " Kebakakaran hutan dan lahan masih terjadi di Kabupaten Kampar. Api masih menyala di Desa Sungai Jalau, Kecamatan Kampar Utara. Tim gabungan dari TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Manggala Agni saat ini masih melakukan pemadaman.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Riau Jim Gafur mengatakan, karhutla di Desa Sungai Jalau ini merupakan titik baru. “Titik api masih ada di Kampar, tepatnya di desa Sungai Jalau. Saat ini masih dilakukan pemadaman oleh tim gabungan,” katanya, Senin (7/7).

Selain itu, sekitar 0,25 hekate lahan semak belukar dekat perumahan di Batu Belah, Kecamatan Kampar, juga terbakar, Senin (7/7). Kepala Pelaksana BPBD Kampar Agustar melalui Kasi Logistik Edison mengatakan, belum diketahui penyebab kebakaran di lokasi ini.

‘’Tim BPBD Kampar langsung ke lokasi kebakaran. Api yang membakar lahan warga sudah berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke lainnya,’’ jelas Edison.
Sebelumnya, karhutla juga terjadi di Kabupaten Kampar, tepatnya di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung. “Untuk karhutla di Desa Karya Indah masih dilakukan pendinginan karena lokasinya merupakan lahan gambut sehingga masih ditemukan adanya asap tipis,” sebut Kabid Kedaruratan BPBD dan Damkar Riau Jim Gafur.

Tersangka Pembakaran Diringkus
Tim Satreskrim Polres Kampar yang dipimpin Kasatreskrim AKP Gian Wiatma Jonimandala berhasil meringkus terduga pelaku pembakaran lahan di tepi Tol Bangkinang-Tanjung Alai Km 46, Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Ahad (6/7).

Kapolres Kampar AKBP Mihardi Mirwan melalui Kasatreskrim, AKP Gian Wiatma Jonimandala menyampaikan, saat melakukan patroli, tim melihat asap yang berasal dari salah satu kebun atau lahan yang baru dibuka. Tim segera menuju lokasi dan menemukan lahan seluas 1 hektare, di mana sekitar 0,5 hektare sudah terbakar.

“Di lokasi kejadian, tim mengamankan seorang pelaku bernama AS (59), warga Desa Sipungguk. AS diduga sebagai pelaku pembakaran lahan tersebut,” jelas Kasatreskrim.

Dari TKP juga diamankan beberapa barang bukti yang menunjukkan adanya aktivitas pembakaran seperti kayu bekas terbakar, satu kantong plastik berisi tanah bekas terbakar, dan korek api. Saksi mata, AR memberikan keterangan penting dalam proses penyelidikan. Laporan resmi juga telah dibuat oleh Bripka LF, Banit Satreskrim Polres Kampar.

“Atas perbuatannya, AS dijerat dengan Pasal 108 Jo Pasal 69 Ayat (1) UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan. Kasus ini menunjukkan keseriusan Polres Kampar dalam menangani kasus pembakaran lahan dan melindungi lingkungan,” jelasnya.


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi adanya sebaran 21 titik panas di tiga daerah Provinsi Riau, Senin (7/7). Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Deby C menjelaskan, ketiga daerah tersebut yaitu Kampar dan Kuantan Singingi terdeteksi masing-masing dua titik panas serta Rokan Hulu terbanyak dengan 17 titik panas.

Tak hanya itu, di Pulau Sumatera terpantau 81 titik panas. Dari jumlah ini, Riau menempati posisi kedua di bawah Sumatera Utara dengan 25 titik panas. Diikuti Aceh 18,  Sumatera Barat  6, Sumatera Selatan  5, Lampung  3,   Jambi  2,   dan Kepulauan Riau 1.

17 Titik Panas di Rohul, Sore Nihil
Sebanyak 17 hotspot atau titik panas terpantau di wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dari data satelit Terra dan SNPP Stasiun Meteorologi Kelas 1 Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Senin (7/7) pukul 07.00 WIB. Namun, sore harinya, belasan titik panas yang terdeteksi tersebut sudaha menghilang.

Titik panas tersebut sebelumnya terdeteksi di tiga kecamatan yakni 11 di Rambah, lima di Rokan IV Koto, dan 1 di Kecamatan Tambusai. Kalaksa BPBD Rohul H Ridarmanto SIP MIp melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Boy Arta SIP mengatakan langsung mengerahkan tim ke lapangan untuk melakukan verifikasi terhadap koordinat yang terdeteksi oleh satelit.

“Langkah awal kita adalah verifikasi lapangan, terutama titik kordinat yang terdekat di Kecamatan Rambah yang dalam beberapa hari terakhir ini memang rawan karhutla. Tim kami menyisir lokasi-lokasi yang sesuai dengan data koordinat untuk memastikan kebenarannya,” jelas Boy Arta.

‘’Hingga petang ini (Senin, red), dari laporan lapangan yang masuk, seluruh titik panas yang sempat terdeteksi telah padam atau tidak lagi terpantau, termasuk di lokasi yang sebelumnya sering terjadi kebakaran seperti di Kecamatan Rambah,’’ tambahnya.

Namun, Boy Arta mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran. ‘’Kami imbau kepada masyarakat di 16 kecamatan se-Rohul yang membuka lahan perkebunan untuk tidak melakukan dengan cara di bakar karena berpotensi terjadinya karhutla di tengah kondisi kemarau yang terjadi saat ini,’’ tuturnya.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui BPBD juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana alam yang terjadi di musim kemarau basah. Hal ini diungkapkan Kalaksa BPBD Pekanbaru Zarman Candra.

‘’Meskipun saat ini Pekanbaru masih kerap diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, namun sebenarnya Pekanbaru dan sejumlah wilayah di Provinsi Riau lainnya sudah memasuki musim kemarau. Sehingga masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar,’’ ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Pekanbaru, terhitung dari Januari hingga saat ini ada 11 kejadian kebakaran lahan di Kota Bertuah. Apalagi mayoritas wilayah kebakaran lahan ini berada di daerah pinggiran kota. Ada beberapa kecamatan yang menjadi rawan kebakaran lahan seperti, Kecamatan Payung Sekaki, Binawidya, Rumbai, Kulim, dan Tenayan Raya.

“Kita bersyukur juga masih ada juga hujan turun walau intensitasnya tidak tinggi. Karena memang beberapa hari terakhir saat siang hari cuaca Pekanbaru cukup panas, mendekati 40 derajat celcius. Tapi ini yang harus kita antisipasi bersama,” terangnya.

Pihaknya mendorong para camat agar bisa menjadikan atensi supaya mengawasi wilayah masing-masing, dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan. Pemko Pekanbaru berkomitmen, dan berupaya agar tidak menjadi penyumbang asap dari kasus kebakaran lahan ini.

“Kami meminta pihak kecamatan dan kelurahan ikut berperan aktif memantau wilayah mereka yang rawan terhadap karhutla. Masyarakat yang menemukan adanya potensi karhutla bisa segera melaporkan kepada BPBD Pekanbaru di layanan pengaduan darurat yang dapat diakses masyarakat dengan nomor call center BPBD 08116651464 atau Pemko 112,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Bupati Pelalawan H Zukri juga mengajak masyarakatnya agar tidak membakar sembarangan. “Ya, kita mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap bencana kebakaran khususnya untuk daerah rawan terbakar. Saya juga meminta masyarakat untuk berperan aktif untuk menghindari karhutla,’’ ujarnya.

‘’Ubah kebiasaan dalam membuka lahan. Jika selama ini masyarakat membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, ke depannya diubah karena ini sangat berbahaya. Apalagi saat ini musim kemarau, cuaca yang panas, ditambah angin yang kencang, bisa juga menyebabkan kebakaran,” tambahnya.

Zukri menegaskan, bagi yang kedapatan membakar hutan dan lahan dapat diancam hukuman yang sangat berat. “Untuk itu, saya minta kepada camat, kades, dan lurah harus proaktif memberikan sosialisasi agar jangan sampai warganya membakar lahan karena hukumannya berat jika terbukti,” tuturnya. 

Kalaksa BPBD Pelalawan Zulfan SPi MSi memastikan saat ini Pelalawan nihil titik panas dan titik api. “Alhamdulillah, meski saat ini cuaca sangat panas, namun sejak tiga hari terakhir Pelalawan nihil hotspot dan firespot. Namun, kita tentunya tetap meningkatkan patroli dan juga sosialisasi agar dapat menjaga lahan dari karhutla,’’ paparnya.(sol/ayi/epp/amn/kom).***(Riau pos.co)

Sumber: RIAU POS.CO

Peristiwa
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.