Rabu, 22 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Kemarau Kering Landa Pelalawan Riau, Satu Hektar Lahan di TNTN Terbakar Langsung Dipadamkan

Kemarau Kering Landa Pelalawan Riau, Satu Hektar Lahan di TNTN Terbakar Langsung Dipadamkan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 03 Mar 2020 10:55
tribunnews.com

PELALAWAN - Sekitar satu hektar lahan terbakar di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Desa Air Hitam Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan pada Sabtu (29/2/2020) saat Riau dilanda kemarau.


Kebakaran lahan tersebut berhasil ditangani tim gabungan dari rayon kecamatan.

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang timbul di areal TNTN langsung dipadamkan personil gabungan hingga api berhasil dijinakan.



Areal yang terbakar dilakukan pendinginan untuk memadamkan bara api serta asap yang masih timbul. Petugas pulang setelah api dan asap tidak lagi muncul.


"Langsung padam kemarin, karena tim rayon bekerja dengan cepat menggunakan peralatan yang ada. Tanpa melibatkan tim dari rayon lain atau tim kabupaten," tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (1/3/2020).


Hadi Penandio menyebutkan, pola pemadaman titik api yang muncul di Pelalawan memang menggunakan sistem per rayon yang telah dibentuk dan dijalankan sejak tahun lalu.


Hasilnya dinilai sangat optimal dalam menanggulangi Karhutla yang muncul di 12 kecamatan.

Setiap titik api yang terpantau dilakukan pengecekan oleh anggota tim rayon untuk memastikan kondisi di lapangan.


Jika memang api sudah muncul, tim yang lebih banyak menyusul membawa peralatan yang dibutuhkan dalam upaya pemadaman.


Ketika api semakin membesar dan tak bisa ditanggulangi tim rayon, segera dikoordinasikan dengan tim satgas tingkat kabupaten.


Agar personil dan peralatan yang lebih banyak lagi dikirimkan ke titik api untuk melakukan upaya lokalisir api dan pendinginan.


"Kalau perlu dibantu water bombing, kita langsung minta bantuan ke Satgas udara provinsi Riau. Itu untuk titik api yang sulit dijangkau dan air tidak ada," tandasnya.


Sepekan terakhir, cuaca di Pelalawan memasuki musim kemarau kering dengan suhu hingga 35 derajat.


Berdasarkan prakiran cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Bulan Maret telah memasuki musim kemarau dan peluang turunnya hujan tinggal sedikit.


Namun kondisi itu belum bisa menjadi patokan karena alam bisa berubah-ubah dan tidak sesuai dengan prakiraan.

"Kita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan cuaca saat ini. Bisa saja kemarau kering dan suhu tinggi, terkadang hujan juga masih ada peluangnya," pungkasnya.






Sumber: tribunpekanbaru.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki