Rabu, 22 Jul 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Keluhan Warga Kuansing Soal BBM: SPBU Dikuasai Pelangsir, Harga Eceran Meroket

Ekbis

Keluhan Warga Kuansing Soal BBM: SPBU Dikuasai Pelangsir, Harga Eceran Meroket

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 22 Jul 2026 13:21
TELUKKUANTAN â€" Warga Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mengeluhkan makin sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), akibat maraknya aksi penimbunan oleh oknum "pelangsir".

Praktik ilegal yang terjadi setiap hari ini menyebabkan antrean mengular hingga ke jalan raya dan memicu melonjaknya harga BBM di tingkat pengecer.


Di sejumlah SPBU di Kuansing, antrean kendaraan sudah mengular sejak pagi hari sebelum jam operasional dimulai. Para pelangsir diduga menempatkan mobil pribadi mereka di area SPBU sejak tengah malam untuk mengamankan posisi terdepan saat SPBU resmi dibuka pada pukul 07.00 WIB.

Dari penelusuran GoRiau.com, satu unit kendaraan pelangsir dilaporkan dapat mengantre hingga tiga sampai empat kali dalam sehari. Untuk mengelabui sistem pembatasan pembelian dari pemerintah, para pelaku diduga memanfaatkan banyak kode QR (barcode) aplikasi transaksi BBM dan secara berkala mengganti nomor polisi (nopol) kendaraan mereka saat kembali mengantre.


Kondisi ini membuat warga kerap kehabisan stok BBM subsudi jenis Pertalite maupun Solar ketika mencoba membeli secara resmi di SPBU.

"Kami yang benar-benar membutuhkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari justru sering tidak kebagian karena habis disapu bersih oleh mobil pelangsir. Kalaupun mau dapat, kami harus rela antre jam-jam berharga. Sementara, kadang kala kita harus mengejar waktu," ujar Ihen, salah seorang warga Telukkuantan, Rabu (22/7/2026).

Dampak dari terbatasnya pasokan BBM di SPBU membuat masyarakat tidak memiliki pilihan selain membeli BBM di tingkat pengecer atau kios pinggir jalan.

Kelangkaan ini dimanfaatkan oleh para pedagang eceran untuk melambungkan harga secara signifikan. BBM jenis Pertalite yang memiliki harga resmi Rp10 ribu per liter di SPBU, kini dijual di tingkat pengecer dengan harga mulai dari Rp14 ribu hingga menembus Rp17 ribu per liter.

"Mau tidak mau, kita harus beli eceran, karena tidak sanggup antre berjam-jam," kata Ihen.

Masyarakat mendesak aparat kepolisian serta pihak pengelola SPBU dan Pertamina untuk turun tangan menertibkan praktik pelanggaran hukum ini secara tegas, mengingat aksi spekulasi BBM bersubsidi ini sangat memberatkan perekonomian warga.

"Sangat aneh, setiap pagi mobil itu-itu saja yang antre dan pihak SPBU membiarkannya,"(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/keluhan-warga-kuansing-soal-bbm-spbu-dikuasai-pelangsir-harga-eceran-meroket.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki