Jumat, 10 Jul 2026
Ketika Anak-anak Ambil Alih Pekerjaan Orang Dewasa di Hari Anak Nasional
admin
Selasa, 21 Jul 2020 10:19
Deputi Bidang Perlindungan Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Nahar, menyampaikan konsep perayaan Hari Anak Nasional (HAN) tahun ini. Rencananya, HAN akan diselenggarakan pada 23 Juli secara virtual.
Mengusung konsep 'children take over', anak-anak akan mengambil alih pekerjaan orang dewasa. Seperti pekerjaan Juru Bicara Penanganan dan Percepatan Covid-19 misalnya. Tugas Yuri yang biasa menyampaikan jumlah kasus Covid-19 akan diambil alih oleh anak-anak.
Dalam sehari penuh, anak-anak akan diberikan kesempatan penuh untuk memenuhi perannya sebagai orang dewasa. Tujuan konsep ini yaitu untuk menunjukkan bahwa anak-anak juga bisa sehebat orang dewasa.
"Konsepnya 'Children takeover'. Pada 23 Juli kami ingin mengoptimalkan peran anak. Sehari full bersama anak. Pagi jam 7 di KPPPA, jam 12 di BNPB. Mungkin peran gugus tugas diambil alih sama anak-anak, akan seru. Mereka mengambil alih peran orang dewasa dengan gaya mereka," ujar Nahar saat diskusi ‘Ada Apa di Hari Anak Nasional pada Masa Pandemi?' di Gedung Graha BNPB, Jakarta (20/7).
Dalam diskusi yang sama, perwakilan dari UNICEF, Derry Fahrizal Ulum menambahkan bahwa pada peringatan HAN peran Yuri akan digantikan dengan anak-anak. Namun setelahnya, anak-anak bisa menyampaikan keresahannya selama pandemi Covid-19. Bukan hanya itu, Derry berharap agar anak-anak yang berkesempatan untuk mengambil alih podium Yuri, bisa memotivasi kepada seluruh anak Indonesia agar selalu melakukan hal positif di tengah pandemi ini.
"Filosofinya children take over, misalnya mereka akan diberi panggung untuk update terkini situasi Covid-19. Namun selain itu, bisa juga share kekhawatiran mereka selama pandemi, tapi selanjutnya tetap harus memotivasi anak-anak yang lain," terangnya.
Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini akan menjadi lebih spesial dari tahun sebelumnya. Tahun ini situasinya sangat di luar dugaan. Bila biasanya HAN dirayakan secara langsung di suatu tempat oleh masing-masing daerah, namun kali ini dirayakan secara daring bersama Gugus Tugas dan BNPB.
"Kami menyiapkan zoom dengan 750 peserta. Terdiri dari anak-anak di setiap provinsi. Akan disiarkan live di televisi, radio, maupun melalui internet (youtube). Kita berharap anak-anak bisa mengikuti acara ini dengan baik," tuturnya.
Kuota peserta yang disediakan memang terbatas, namun anak-anak tidak perlu khawatir. Derry mengatakan bila seluruh anak Indonesia yang di rumah bisa ikut mengajukan pertanyaan ke Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak maupun ke Kepala BNPB. Anak-anak bisa mengirim pertanyaannya melalui Short Message Service (SMS) atau whatsapp ke nomor 94567, dengan kata kunci ‘Tanya HAN’.
"Anak-anak bisa bertanya ke Menteri PPPA dan Kepala BNPB. Bisa kirim SMS atau whatsapp ke 94567, dengan keyword ‘Tanya HAN’. Jadi teman-teman bisa bertanya saat pengambilalihan pekerjaan gugus tugas oleh anak-anak," tuturnya.
Diharapkan dengan hadirnya fitur SMS tersebut, seluruh anak di Indonesia bisa ikut berpartisipasi dalam menyalurkan aspirasinya langsung ke para pemangku kebijakan. Jadi bukan hanya anak-anak yang bergabung di zoom, maupun anak-anak yang hadir di KPPPA dan BNPB saja. Derry berharap semua anak Indonesia tetap bisa bergembira di rumah.
"Mungkin tahun-tahun sebelumnya di suatu tempat, sekarang bersama-sama di rumah untuk memastikan anak-anak terlindungi dan tetap gembira di rumah," tuturnya.
Nahar menyadari bila tidak semua daerah di Indonesia memiliki akses internet maupun saluran televisi dan radio. Oleh karena itu, KPPA telah mengkampanyekan ke kepala-kepala desa untuk merayakan HAN. Para kepala desa diminta untuk menyediakan suatu tempat agar anak-anak bisa menonton TV perayaan HAN. Namun tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Untuk beberapa daerah yang masih belum ada akses internet, TV maupun radio, KPPPA sudah kampanyekan ke dinas tingkat desa. Mari kita rayakan HAN dengan nonton TV nonton bersama-sama. Tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan," ujar Nahar.
Nahar mengakui bila ada banyak pihak yang membantu KPPPA agar semua daerah di Indonesia bisa merayakan HAN. Selaku perwakilan KPPPA, Nahar berterimakasih kepada seluruh pihak yang memfasilitasi nonton desa-desa agar bisa ikut menyaksikan peringatan HAN pada 23 Juli nanti.
"Terima kasih untuk teman-teman Non Profit Organization (NGO) dan lembaga-lembaga yang memfasilitasi nontong bareng di daerah-daerah terpencil," tutupnya.
Sumber: merdeka.com
komentar Pembaca