Sabtu, 25 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Kisah Erizal Selamat dari Rusuh Wamena dengan Pura-pura Mati

Peristiwa

Kisah Erizal Selamat dari Rusuh Wamena dengan Pura-pura Mati

detik.com
Rabu, 02 Okt 2019 10:30
detik.com
Jakarta - Seorang perantau asal Pesisir Selatan Sumatera Barat, Erizal (42), selamat saat terjadi kerusuhan di Wamena, Papua. Erizal saat itu berpura-pura mati.

"Alhamdulillah saya berhasil selamat dari peristiwa waktu itu, namun sayang anak dan istri saya meninggal dunia karena terbakar," kata Erizal saat memulai menceritakan kisahnya di kantor ACT Sumbar di Ulak Karang, Padang, seperti dilansir Antara, Rabu (2/10/2019).

Saat terjadi kerusuhan, Erizal sedang berada di sebuah kios tempatnya bekerja. Dia melihat sejumlah orang berkerumun mendatangi sejumlah kios, termasuk kios tempatnya bekerja.

"Jumlah mereka sekitar 30-an orang dan kami sama sekali tidak mengenal mereka," ujarnya.

Dia bersama istri, anak dan beberapa orang lainnya mencoba menyelamatkan diri. Namun terkepung di dalam rumah yang ada di belakang kios tersebut.

Sekelompok orang tersebut mengetahui keberadaan Erizal. Mereka memaksa untuk membuka pintu.

"Salah seorang kemenakan saya yang bernama Yoga mencoba menahan pintu, namun mereka berhasil mendobraknya, sehingga kami dilempari, ditembaki dengan panah dan kami semua sudah pasrah mati," katanya.

Erizal menuturkan kemenakannya bernama Yoga beserta anak dan istrinya meninggal dunia karena ditikam oleh parang. Sedangkan ia berhasil menyelamatkan diri karena berpura-pura mati di dalam rumah tersebut, namun ia tetap terkena luka bakar.

"Karena setelah kami ditikam, rumah itu dibakar namun saya cepat bangkit dan menyelamatkan diri tapi tetap saja kepala dan tangan saya terbakar," sambungnya.

Dia mencoba meminta bantuan kepada teman-teman yang berada di Kodim. Tetapi mereka tak bisa berbuat banyak sebab mobil tidak bisa masuk ke lokasi kejadian.

"Dua jam setelah itu barulah bantuan datang, saya langsung dibawa ke rumah sakit diobati pihak medis karena mengalami luka bakar di beberapa badan saya," ujarnya.

Erizal diketahui mempunyai dua orang anak. Anak pertama bernama James Lugian Rizal (13) tengah sekolah di SMP Serambi Mekah, Padang Panjang dan anak keduanya telah meninggal dunia beserta istri tercinta.

Ia mengatakan merantau ke Wamena sudah sekitar enam tahun lebih. Dia pergi untuk berdagang demi menafkahi keluarga dan mencari biaya untuk menyekolahkan anaknya.

"Selama enam tahun lebih di sana, hubungan saya dengan penduduk asli Papua baik-baik saja, kami tidak pernah ada konflik apapun," sambung dia.
Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Jul 2026 15:35

    Berharap Pada ‘Tuah FKPMR’, Ungkai Tragedi Pak Rida Berujung Damai

    SIAPA yang tak kenal Pak Rida. Nama kecilnya Ismail Kadir. Namanya sekarang, dikenal luas sebagai H. Rida K. Liamsi. Ia juga bergelar: Datuk Seri Lela Utama, yang diberikan oleh Lembaga Adat Melayu Ri

  • Sabtu, 25 Jul 2026 15:16

    Citra Satelit Ungkap Fakta Baru, Iran Pulihkan Aset Militer Pascabom

    JAKARTA - Iran dilaporkan telah memulihkan sejumlah aset militer yang sebelumnya menjadi target pengeboman Amerika Serikat dan Israel dalam waktu yang lebih cepat dari estimasi para analis. Laporan Wa

  • Sabtu, 25 Jul 2026 14:55

    BKSDA Apresiasi Polda Riau Ungkap Perusakan Mangrove di Rohil

    PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polda Riau atas langkah tegas dalam mengungkap dugaan perusakan ekosistem mangrove se

  • Sabtu, 25 Jul 2026 14:53

    BNN Andalkan 3 Program Unggulan untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba

    Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui tiga program unggulan yang menyasar keluarga, lingkungan pendidikan, hingga masyarakat. Program te

  • Sabtu, 25 Jul 2026 14:19

    BULOG Berhasil Serap 3,5 Juta Ton Setara Beras Petani

    Jakarta - Perum BULOG mencatat capaian pengadaan setara beras hasil panen dalam negeri telah menembus 3,5 juta ton hingga 24 Juli 2026 atau sekitar 87 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton. C

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki