Rabu, 05 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Kisah Imam Darul Islam diselamatkan banjir saat dikejar Kopassus

Kisah Imam Darul Islam diselamatkan banjir saat dikejar Kopassus

Jumat, 07 Agu 2015 08:59
Buku A.E Kawilarang Untuk Sang Merah Putih/Sinar Harapan
Letkol Kawilarang.
12 Syawal 1368 H bertepatan dengan 7 Agustus 1949, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirdjo memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia di Tasikmalaya, Jawa Barat. Gerakannya dikenal dengan nama Darul Islam/Tentara Islam Indonesia atau DII/TII.

Kartosoewirdjo yang ikut dalam perang kemerdekaan kecewa atas sikap pemerintah Indonesia yang mau menerima hasil perjanjian Renville tahun 1948. Belanda hanya mengakui Jawa tengah, Yogyakarta, dan Sumatera sebagai bagian wilayah Republik Indonesia. Selain itu TNI harus ditarik mundur dari Jawa Barat dan Jawa Timur.

Setelah perang kemerdekaan melawan Belanda selesai, maka fokus pemerintah adalah menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Barat.

Upaya menumpas DII/TII bukan perkara mudah. Mereka mendapat simpati dari masyarakat yang merasa pemerintahan Soekarno terlalu lembek. Sebagian pihak juga menduga intelijen Belanda ikut mendukung DI/TII. Kecurigaan itu berdasarkan pasokan senjata dan amunisi berlimpah yang dimiliki DI/TII. Selain itu, pasukan DI/TII sangat menguasai medan di hutan belantara Jawa Barat.

Pasukan reguler TNI kesulitan mengikuti pola pergerakan pasukan DI/TII. Hal ini membuat Komandan Teritorium Siliwangi Kolonel Alex Evert Kawilarang pun bercita-cita mendirikan sebuah pasukan elite untuk menumpas Darul Islam/Tentara Islam Indonesia.

Kawilarang pun memanggil Idjon Djanbi dan memaparkan rencananya, sekaligus meminta Idjon menjadi pelatih. Idjon menerima tawaran itu. Maka dia menjadi pelatih sekaligus komandan pasukan elite yang awalnya bernama Kesatuan Komando TT III Siliwangi. Pasukan inilah yang kelak dikenal sebagai Kopassus TNI AD.

Pasukan Komando ini diharapkan mampu bergerak all round di medan pertempuran. Mereka mampu bergerak berminggu-minggu untuk mengejar musuh tanpa kembali ke markas untuk mengisi perbekalan.

Tanpa menunggu latihan selesai, pasukan baret merah ini langsung diterjunkan untuk memburu Kartosoewirdjo dan menumpas DII/TII.

Pasukan itu dipimpin Letnan Satu Fadillah. Mayor Idjon Djanbi turut serta bersama Komandan TT III Siliwangi Kolonel Kawilarang.

Dalam buku memoarnya, Kawilarang menceritakan pengejaran di bulan Oktober 1955 itu.

Kawilarang menemukan fakta Kartosoewirdjo selalu mendirikan kamp di tengah pepohonan bambu. Jadi saat musuh mendekat mereka tahu dari gesekan di rumpun bambu.

Pengejaran itu sudah sangat dekat dengan Kartosoewirdjo. Tapi saat itu nasib baik berpihak padanya. Banjir besar menghalangi pasukan Komando itu bergerak. Sebenarnya jika mereka menerjang maju, mungkin mereka bisa menangkap sang Imam.

"Kami tidak mau mengambil risiko. Beberapa bulan sebelumya dua anggota komando hanyut dalam suatu operasi," kata Kolonel Kawilarang.

Maka Kawilarang memutuskan meninggalkan tempat itu. Komandan DI/TII pun lolos.

Kartosoewirdjo baru tertangkap 4 Juli 1962, tujuh tahun setelah patroli yang digelar Kawilarang dan Idjon Djanbi. Pasukan yang berhasil menangkap Kartosuwiryo Kompi C Batalyon 328 Kujang II/Siliwangi, di bawah Komandan Kompi Letnan Dua (Letda) Suhanda.

Kartosuwiryo diadili secara kilat dan ditembak mati di sebuah pulau di Kepulauan Seribu. Berakhirlah pemberontakan DII/TII selama 13 tahun di belantara Jawa Barat.
[merdeka.com]
Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 05 Agu 2026 11:45

    Perumda Tirta Terubuk Gandeng Investor, Siap Bangun Sistem Air Bersih di Pinggir dan Siak Kecil

    BENGKALIS-Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Terubuk Kabupaten Bengkalis terus melakukan terobosan untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.Salah satunya dengan menggand

  • Rabu, 05 Agu 2026 11:41

    Polda Riau Latih 70 Polwan Teknik Negosiasi dan Komunikasi Publik

    PEKANBARU - Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan terus mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme Polisi Wanita (Polwan) di jajarannya. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalu

  • Rabu, 05 Agu 2026 11:39

    Terjerat Pinjol dan Beban Pendidikan PPDS Tinggi, Polisi Ungkap Motif Kematian dr. Alex di Siak

    SIAK-Tekanan finansial akibat beban biaya pendidikan serta jeratan pinjaman online (pinjol) diduga kuat menjadi pemicu dr. Alex Cristo Loris, dokter spesialis anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak, neka

  • Rabu, 05 Agu 2026 11:19

    SSB INAFA Pekanbaru Wakili Riau di Liga TopSkor Nasional Championship 2026

    PEKANBARU - Sekolah Sepak Bola (SSB) INAFA Pekanbaru kembali mengharumkan nama Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau dengan mengikuti Liga TopSkor Nasional Championship 2026 yang berlangsung di Lapangan AS

  • Rabu, 05 Agu 2026 10:41

    HUT ke-69 Riau Penuh Khidmat, Habib Syech dan SF Hariyanto Ajak Masyarakat Bersyukur

    PEKANBARU-Ribuan masyarakat memadati halaman Masjid Raya Annur Provinsi Riau, Senin (4/8/2026), untuk mengikuti kegiatan Riau Bersholawat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau. Suasa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki