Korban Kebakaran Kios di Kampar Dikenal Baik dan Ramah
Jumat, 21 Agu 2015 16:14
Bahkan dalam musibah yang merenggut nyawa ibu dan anak yaitu Dewi Sartika (22) dan Aldo (6) yang terjebak di dalam kios tersebut menyisakan kisah pilu bagi Ida (50) tetangga korban.
Di mata Ida, korban sudah dianggap seperti layaknya anak sendiri. "Dewi orangnya baik dan murah senyum. Bahkan saya sudah dianggap seperti ibu sendiri, begitu juga sebaliknya'' terang Ida kepada riauterkinicom, Jum'at (21/8/15) mengawali cerita.
Diungkapkannya, korban baru dua bulan menempati kios tersebut bersama suaminya Darlis (27) sebagai tempat mencari nafkah seperti usaha tempel benen dan menjual bensin eceran.
Sebelumnya keluarga ini juga mengalami musibah kebakaran kios yang mereka tempati yang hanya berjarak sekitar 700 meter dari tempat kebakaran yang saat ini terjadi, tepatnya di Dusun Pontianak, Desa Penyawasan, Kecamatan Kampar.
"Bahkan ia menceritakan hal yang pernah dialaminya dan berkata saya masih trauma dan takut Mak, atas kejadian kebakaran beberapa waktu lalu,'' terang Ida menirukan ucapan korban kepada dirinya.
"Namun ternyata apa yang ditakutkannya terjadi dan saya sampai tidak bisa tidur hingga pagi harinya membayangkan rasa sakit ketika peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa dirinya dan anaknya,''tutur Ida sembari terisak.
Dikatakannya, korban sering datang ke rumahnya bersama Alm anaknya Aldo untuk berkumpul dan bercerita sembari tertawa. Rumah Ida yang berada di seberang jalan tersebut tak jarang dilewati korban bersama anaknya untuk sekedar membeli jajanan di sebuah warung. Terakhir ia berjumpa dengan korban pada Kamis (20/8/15) sore sebelum peristiwa naas itu terjadi.
"Sore itu ia bersama anaknya pergi ke warung, tak seperti biasanya saya mencoba menegur tapi dia diam saja wajahnya sedikit pucat seperti orang yang sedang sakit,'' kenangnya.
Senada dengan hal itu Sumartini (56) yang juga tetangga korban mengungkapkan bahwa korban orangnya baik dan ramah dan ia tidak menyangka peristiwa naas itu bakal dialami keluarga tersebut.
''Ketika itu sedang mati lampu, saya sempat mendengar korban berteriak minta tolong namun api sudah membesar. Lantai kios yang terbuat dari papan terlihat ambruk,''terangnya.
Sebagai data tambahan, dalam musibah kebakaran ini suami korban Darlis mengalami luka bakar cukup serius dan dilarikan ke rumah sakit. Ia sempat mempertaruhkan nyawa dengan menerobos kobaran api dan menyebabkan tubuhnya terbakar, namun upaya maksimal Darlis gagal menyelamatkan istri dan anaknya. Keduanya meninggal akibat musibahtersebut.
Saat ini pihak kepolisian yakni Tim Inafis dari Polres Kampartelah melakukan olah TKP dan masih terus menyelidiki dan mencari penyebab pasti kebakaran.(rtc)
Peristiwa
Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama
Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi
Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024
Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang
Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan
Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg
Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p
Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J