Peristiwa
Penculikan Anak Terjadi Lagi, Psikolog Beri Pesan Penting untuk Ortu
Selasa, 16 Apr 2019 10:31
Psikolog anak, Tika Bisono mengatakan setiap pelaku penculikan bisa membuat anak-anak nyaman dengan berbagai cara. Sifat anak yang terbiasa dekat dengan siapapun orang di dekatnya juga menjadi faktor pendukung.
"Jadi biasanya, para penculik itu ngerti psikologi anak rata-rata, jadi mereka memberikan hal-hal yang menenangkan, kaya mainan, atau makanan, bahkan situasi ruangan yang sangat anak-anak lah, nah kalau di bawah 5 tahun kan emang belum bisa 'i want to go home' kan belum bisa, ada yang bisa 'i want my mom', tapi rata-ratanya kalau dia nyaman apalagi dikasih omongan kaya 'iya nanti, Ibu lagi pergi, nanti kita ketemu' itu udah selesai," ujar Tika saat berbincang dengan detikcom, Selasa (16/4/2019).
Menurutnya, pengawasan dan kedekatan terhadap anak sangatlah penting. Dia meminta para orang tua menjaga betul lingkungan sang anak.
"Sebenarnya bukan sama siapanya, tapi parentingnya gimana, jalan nggak, kaya pengawasan, penjagaan, memastikan anak ini kepegang duluan dibanding kerjaan lain, terus ketika dia tidur tetap pengawasan melekat, ini saya kira bagian dari parenting yang emang harus sempurna, paling rentan kan dia 5 tahun ke bawah, karena kalau umur 6 tahun ke atas dia sudah bisa berontak, kalau (kasus) ini kan belum, ini masih stimulasinya masih mainan," katanya.
"Dalam pengasuhannya mungkin (anak korban penculikan) cukup dibebaskan bertemu dengan banyak orang, artinya mau ketemu sama tetangga kanan, depan, belakang, kiri, terbuka bebas, sehingga kenal banyak orang dan mudah kenal orang yang baru dikenal juga. Apalagi saya lihat casenya orang yang nyulik nggak pakai kekerasan, tapi mungkin lebih kepada mengajak untuk pergi, kaya jalan-jalan, tapi ternyata mengemis. Toh pelakunya juga saya lihat sudah cukup diketahui masyrakat sekitar suka nyapu masjid, artinya ini nggak terlalu asing, ini dilihatnya anak juga sering keluar-keluar bertemu orang baru, lalu dari orang tua juga nggak ada peringatan 'jangan terlalu dekat dengan orang baru' itu bisa membuat anak cepat nyaman," jelasnya.
Korban diiming-iming makanan dan minuman oleh pelaku. Setelah itu, korban dibawa ke beberapa tempat selama lima hari terakhir, yaitu ke Stasiun Klender, Jakarta Timur, keesokannya dibawa ke Bogor, lalu ke Masjid Darussalam Kebayoran Lama, Ciledug, dan terakhir ke Stasiun Senen.
Polda Metro Siapkan Pengamanan 47 Kegiatan di Jakarta dan Sekitarnya
Jakarta - Polda Metro Jaya mengamankan 47 kegiatan yang berlangsung di wilayah hukumnya hari ini. Kegiatan terdiri dari tiga penyampaian pendapat di muka umum dan 44 kegiatan masyarakat.Kabid Humas Po
Purbaya Janji Nggak Ada Kenaikan Pajak, tapi Kejar Penunggak
Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak meski berupaya meningkatkan penerimaan negara. Langkah yang ditempuh adalah mengoptimalkan penagi
AXIS Nation Cup 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pembinaan Talenta Futsal Pelajar di 40 Kota
JAKARTA-PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui brand AXIS kembali menghadirkan AXIS Nation Cup (ANC) 2026, turnamen futsal antarpelajar jenjang SMA dan SMK yang memasuki tahun keempat peny
Mulai 3 Agustus, Ribuan UMKM Bisa Urus NIB hingga Sertifikat Halal Gratis di DPMPTSP Riau
PEKANBARU - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin mengurus legalitas usaha secara gratis diminta memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap sebelum mendatangi lokasi pela
Jenguk Pasien RSUD Dorak, Bupati Asmar Pastikan Mutu Layanan Meranti
MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti Asmar mengunjungi tokoh masyarakat Katan beserta sejumlah warga yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dorak, Selatpanjang, Jumat (31/7/20