Minggu, 02 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Penculikan Anak Terjadi Lagi, Psikolog Beri Pesan Penting untuk Ortu

Peristiwa

Penculikan Anak Terjadi Lagi, Psikolog Beri Pesan Penting untuk Ortu

Selasa, 16 Apr 2019 10:31
Detik.com
JAKARTA - Baru-baru ini kasus penculikan anak kembali terjadi. Kali ini penculikan anak terjadi di Bekasi, sang penculik membawa pergi anak balita berusia 3 tahun untuk dijadikan pengemis jalanan.

Psikolog anak, Tika Bisono mengatakan setiap pelaku penculikan bisa membuat anak-anak nyaman dengan berbagai cara. Sifat anak yang terbiasa dekat dengan siapapun orang di dekatnya juga menjadi faktor pendukung.

"Jadi biasanya, para penculik itu ngerti psikologi anak rata-rata, jadi mereka memberikan hal-hal yang menenangkan, kaya mainan, atau makanan, bahkan situasi ruangan yang sangat anak-anak lah, nah kalau di bawah 5 tahun kan emang belum bisa 'i want to go home' kan belum bisa, ada yang bisa 'i want my mom', tapi rata-ratanya kalau dia nyaman apalagi dikasih omongan kaya 'iya nanti, Ibu lagi pergi, nanti kita ketemu' itu udah selesai," ujar Tika saat berbincang dengan detikcom, Selasa (16/4/2019).

"Jadi emang diberi kenyamanan juga, bukan kenyamanan biologis saja tapi juga psikologis. Nah buat anak-anak kenyamanan psikologis lebih dibutuhin, daripada fisik biologis jadi maka dari itu orang yang lakukan penculikan ya paham banget," imbuhnya.

Menurutnya, pengawasan dan kedekatan terhadap anak sangatlah penting. Dia meminta para orang tua menjaga betul lingkungan sang anak.

"Sebenarnya bukan sama siapanya, tapi parentingnya gimana, jalan nggak, kaya pengawasan, penjagaan, memastikan anak ini kepegang duluan dibanding kerjaan lain, terus ketika dia tidur tetap pengawasan melekat, ini saya kira bagian dari parenting yang emang harus sempurna, paling rentan kan dia 5 tahun ke bawah, karena kalau umur 6 tahun ke atas dia sudah bisa berontak, kalau (kasus) ini kan belum, ini masih stimulasinya masih mainan," katanya.

Sementara itu, psikolog anak Ayoe Sutomo menjelaskan sikap nyaman atau 'gampang dekat' anak kepada orang lain itu menurut Ayoe karena terbiasa dengan lingkungannya yang terbiasa dibebaskan dengan keluarganya. Sama seerti Tika, Ayoe mengimbau agar para orang tua melakukan pengawasan ketat kepada anaknya.

"Dalam pengasuhannya mungkin (anak korban penculikan) cukup dibebaskan bertemu dengan banyak orang, artinya mau ketemu sama tetangga kanan, depan, belakang, kiri, terbuka bebas, sehingga kenal banyak orang dan mudah kenal orang yang baru dikenal juga. Apalagi saya lihat casenya orang yang nyulik nggak pakai kekerasan, tapi mungkin lebih kepada mengajak untuk pergi, kaya jalan-jalan, tapi ternyata mengemis. Toh pelakunya juga saya lihat sudah cukup diketahui masyrakat sekitar suka nyapu masjid, artinya ini nggak terlalu asing, ini dilihatnya anak juga sering keluar-keluar bertemu orang baru, lalu dari orang tua juga nggak ada peringatan 'jangan terlalu dekat dengan orang baru' itu bisa membuat anak cepat nyaman," jelasnya.

Sebelumnya, Anggraeni (55) ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian karena menculik balita berumur 3 tahun untu dieksploitasi sebagai pengemis. Balita itu diculik Anggraeni pada Selasa (9/4) lalu, dan dibawa keliling kota untuk mengemis.

Korban diiming-iming makanan dan minuman oleh pelaku. Setelah itu, korban dibawa ke beberapa tempat selama lima hari terakhir, yaitu ke Stasiun Klender, Jakarta Timur, keesokannya dibawa ke Bogor, lalu ke Masjid Darussalam Kebayoran Lama, Ciledug, dan terakhir ke Stasiun Senen.

Korban dan pelaku bisa ditemukan Timsus Unit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, yang dipimpin oleh Kmpol Amrudin, AKP Resa F Marasabessy, AKP Reza Pahlevi, dan Ipda Roy Rolando Andarek. Korban dan pelaku ditemukan pada Minggu (14/4) sekitar pukul 17.00 WIB di masjid di Stasiun Senen, Jakarta Pusat.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 328 KUHP dan/atau Pasal 330 KUHP dan/atau Pasal 83 jo Pasal 76F dan/atau Pasal 88 jo Pasal 76I UURI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Korban saat ini ditahan di Polda Metro Jaya.



Sumber: detik.com
Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 01 Agu 2026 16:50

    Polda Metro Siapkan Pengamanan 47 Kegiatan di Jakarta dan Sekitarnya

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengamankan 47 kegiatan yang berlangsung di wilayah hukumnya hari ini. Kegiatan terdiri dari tiga penyampaian pendapat di muka umum dan 44 kegiatan masyarakat.Kabid Humas Po

  • Sabtu, 01 Agu 2026 16:20

    Purbaya Janji Nggak Ada Kenaikan Pajak, tapi Kejar Penunggak

    Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak meski berupaya meningkatkan penerimaan negara. Langkah yang ditempuh adalah mengoptimalkan penagi

  • Sabtu, 01 Agu 2026 16:17

    AXIS Nation Cup 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pembinaan Talenta Futsal Pelajar di 40 Kota

    JAKARTA-PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui brand AXIS kembali menghadirkan AXIS Nation Cup (ANC) 2026, turnamen futsal antarpelajar jenjang SMA dan SMK yang memasuki tahun keempat peny

  • Sabtu, 01 Agu 2026 16:14

    Mulai 3 Agustus, Ribuan UMKM Bisa Urus NIB hingga Sertifikat Halal Gratis di DPMPTSP Riau

    PEKANBARU - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin mengurus legalitas usaha secara gratis diminta memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap sebelum mendatangi lokasi pela

  • Sabtu, 01 Agu 2026 16:12

    Jenguk Pasien RSUD Dorak, Bupati Asmar Pastikan Mutu Layanan Meranti

    MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti Asmar mengunjungi tokoh masyarakat Katan beserta sejumlah warga yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dorak, Selatpanjang, Jumat (31/7/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki