Selasa, 21 Apr 2026

Peristiwa

Petani di Bone Ngamuk Habisi 2 Nyawa Saudaranya

Senin, 11 Jun 2018 16:29
Bone - 3 Orang menjadi korban penganiayaan yang dilakukan Batti (43). Ia membabi buta menyerang dengan parang di desa Ajangpulu, Bone, Sulsel, Senin (11/6/18).

Padahal, korban Hanna (62) dan Ratajang (43) masih merupakan saudari kandung pelaku. Rumah ketiganya pun saling berdekatan.

Entah setan apa yang merasuki jiwa pelaku yang tiba-tiba mendatangi rumah keduanya dan langsung menganiaya korban dengan sadis. Hanna tewas di tempat, di dalam rumahnya. Sedangkan Ratajang segera dilarikan kerumah sakit.

"Saya menantu Ratajang, ibu ditemukan di sini di halaman rumah. Selama ini tidak pernah ada masalah dengan pelaku," ungkap Ashanuddin kepada detikcom di lokasi usai kejadian naas tersebut, Senin (11/6/2018).

Muh Amin (44) yang merupakan staf kantor desa setempat tak luput dari serangan saat melintas di depan rumah pelaku usai menganiaya 2 korban sebelumnya. Korban terjatuh dari atas motornya usai ditebas pelaku. Sempat berusaha melarikan diri, namun gagal, hingga korban akhirnya meregang nyawa di tepi jalan berlumpur.

Ketiga korban menderita sejumlah luka serius di sekujur tubuhnya. Pelaku berhasil dibekuk petugas Kepolisian di halaman rumahnya, tidak jauh dari lokasi korban Muh Amin terkapar.

"Saat kami datang, saya suruh dia keluar dari dalam rumah. Tanpa perlawanan, dan saya suruh jongkok dia jongkok, kemudian langsung kami amankan ke Kantor Polsek Cina. 3 Orang korbannya, 2 meninggal di tempat" terang Aiptu Martan petugas Babinkamtibmas wilayah tersebut.

Setelah berhasil mengamankan pelaku, petugas pun berhasil menemukan barang bukti yang digunakan pelaku untuk membunuh.

"Parang ini saya dapat di dalam rumahnya, bersih, sudah diasah, tidak ada lagi bekas darah," tambah Martan kemudian seraya memperlihatkan parang tersebut.

Evakuasi korban berlangsung dramatis. Ratusan warga nampak memadati lokasi kejadian. Suasana duka nampak diraut wajah keluarga korban.

2 korban tewas dibawa ambulance RSUD Tenriwaru Bone guna dilakukan proses otopsi. Sementara korban kritis yang dilarikan sebelumnya masih dalam kondisi koma di rumah sakit.

(detik.com)
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 18:39

    Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka

    INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:36

    PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun

    JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:33

    Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai

    JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:27

    Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia

    JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:19

    Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!

    JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.