Kamis, 28 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Pondok Saksi Bisu Siswa SD di NTT yang Bunuh Diri karena Tak Dibelikan Buku

Peristiwa

Pondok Saksi Bisu Siswa SD di NTT yang Bunuh Diri karena Tak Dibelikan Buku

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 04 Feb 2026 14:21
(FotoDetikNews)
Ngada - YBR (10) siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) gantung diri terungkap diduga kecewa karena tidak dibelikan buku tulis dan pulpen untuk sekolah. Semasa hidup, YBR tinggal bersama neneknya di pondok kecil nan reot.

Pondok bambu di kebun sunyi berukuran sekitar 2x3 meter. Pondok panggung itu menjadi saksi kehidupan sederhana YBR (10) sebelum ditemukan tewas.

Sejak usia satu tahun tujuh bulan, YBR hidup terpisah dari ibunya. Kondisi ekonomi sang ibu yang sulit membuatnya harus membagi perhatian untuk lima anak. YBR kemudian tinggal bersama neneknya yang kini berusia sekitar 85 tahun, di pondok kecil milik keluarga di kebun, berbeda desa dengan ibunya.

Hidup di Pondok Bambu Bersama Nenek
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ngada, Gerardus Reo, mendatangi pondok tempat YBR tinggal bersama neneknya. Kondisinya, kata Gerardus, sangat memprihatinkan.

Pondok itu seluruhnya terbuat dari bambu, termasuk atapnya. Di dalam ruang sempit tersebut, terdapat tungku api yang digunakan untuk memasak, berdampingan langsung dengan tempat tidur YBR dan sang nenek. Aktivitas sehari-hari dilakukan di ruang yang sama.

"Tinggalnya di pondok yang ukurannya sekitar 2x3, rumah kolong, pondok reot lah, yang menurut saya tidak layak untuk tinggal tapi itulah tempat tinggal almarhum sama neneknya," ungkap Gerardus, dilansir detikBali, Rabu (4/2/2026).

"Masak di situ, tidur di situ mereka. Kayak pondok kita di kebun, tidur di situ, di samping itu tugu api," lanjutnya.

Menurut Gerardus, kondisi pondok tersebut tidak layak huni. Kesederhanaan hidup YBR juga tercermin dari tempat peristirahatan terakhirnya. Jenazah bocah itu dimakamkan di belakang pondok, tak jauh dari tempat ia menghabiskan hari-harinya.

"Kuburannya juga sedikit menyedihkan pakai tanah semua tidak ada semen," ujar Gerardus lirih.(detinews)
Sumber: (detikNews)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:32

    One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung

    JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:42

    Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat

    PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:00

    KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun

    JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:55

    Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026

    JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:23

    Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.